moms-life

3 Cara Mencegah Bahaya Resistensi Antibiotik yang Bisa Mematikan

Annisa Karnesyia Senin, 18 Nov 2019 18:00 WIB
3 Cara Mencegah Bahaya Resistensi Antibiotik yang Bisa Mematikan
Jakarta - Antibiotik masih dianggap sebagai obat efektif untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Tak jarang banyak orang masih menggunakannya secara bebas tanpa resep dokter.

Padahal, minum antibiotik harus sesuai anjuran, Bunda. Dikatakan Dr.dr.Budiman Bela, Sp.MK., dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, tidak semua penyakit harus diobati menggunakan antibiotik. Konsumsi antibiotik pun harus sesuai anjuran.

"Pemakaian antibiotik sembarangan bisa bikin bakteri resistensi. Kalau sudah resistensi, bakteri sudah pasti akan sulit dienyahkan," kata Budiman.


Bila tubuh sudah resisten, menurut Budiman, biaya pengobatan bisa lebih mahal. Pada beberapa kasus, infeksi bisa menyebabkan kecacatan serius sampai kematian.

Mengutip Vox, di Amerika Serikat, setiap 15 menit, satu orang mati karena infeksi yang tidak bisa diobati dengan antibiotik. Dilaporkan bahwa setiap tahun, 700.000 orang di dunia meninggal karena penyakit yang disebabkan resistensi obat. Jika tidak dilakukan perubahan, maka bisa meningkat menjadi 10 juta pada tahun 2050.

Resistensi terhadap obat terjadi ketika kita menggunakan antibiotik secara berlebihan. Ketika antibiotik baru dikenalkan, memang bisa membantu, tapi hanya sementara.

Bakteri di tubuh akan beradaptasi. Perlahan-lahan cara kerja antibiotik menjadi kurang efektif, sehingga penyakit tidak bisa diobati.

Para ahli telah memperingatkan, saat ini dunia telah memasuki era pasca-antibiotik, yaitu ketika antibiotik tidak lagi berguna. Namun, masih saja antibiotik diresepkan dan diberikan dalam jumlah banyak pada pasien.

Ilustrasi antibiotikIlustrasi antibiotik/ Foto: Getty Images

Disampaikan Dr.Amy Mathers, pemimpin di University of Virginia's Sink Lab, selama beberapa dekade terakhir, antibiotik tidak efektif pada lonjakan pasien di Amerika Serikat. Ia menyaksikan secara langsung perubahan ini, Bunda.

"Sepuluh tahun lalu, ini jarang terjadi. Tapi sekarang, saya melihatnya sebulan sekali," ujar Mathers.

Tenang ya, Bunda. Bahaya resistensi antibiotik bisa dicegah kok. Berikut tiga cara mengatasinya, seperti yang direkomendasikan para ahli di Disease Control and Prevention (CDC).

1. Mencegah infeksi sejak awal

Kita bisa membantu mencegah infeksi dengan membersihkan tangan, berhubungan seks dengan aman, dan jika ingin bepergian jauh sebaiknya ke dokter untuk mendapatkan vaksin.

2. Memperlambat perkembangan resistensi melalui peningkatan penggunaan antibiotik

Jika Bunda atau keluarga mengalami pilek, flu, diare, atau suatu penyakit yang akan hilang dalam beberapa hari, sebaiknya konsultasi ke dokter tentang penggunaan obat. Tanyakan apakah butuh minum antibiotik atau tidak.

3. Menghentikan penyebaran resistensi ketika sedang berkembang

Beberapa orang ada yang resistensi terhadap obat, sehingga bisa menyebabkan infeksi dan kematian. Oleh sebab itu, segera minta penanganan medis agar kasus ditindaklanjuti. Petugas medis akan melaporkan dan menerapkan langkah untuk menghentikan penyebaran.

Simak juga kata ahli soal efek antibiotik pada ibu hamil, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi