HaiBunda

MOM'S LIFE

Konsumsi Makanan Sehat dengan Bujet Hemat? Bisa, Begini Caranya

Kinan   |   HaiBunda

Selasa, 14 Jan 2020 13:06 WIB
Ilustrasi makan sayur/ Foto: iStock
Jakarta - Saat belanja keperluan dapur di supermarket, Bunda bisa menemukan bahwa rata-rata bahan makanan organik sedikit lebih mahal dibanding makanan olahan. Mulai dari sayuran, buah-buahan, sampai bahan pelengkap lainnya.

Seperti dituliskan dalam studi pada tahun 2013 oleh Harvard School of Public Health bahwa bahan makanan organik memiliki harga rata-rata Rp10 - 20 ribu lebih mahal dibandingkan makanan olahan. Meski mungkin terlihat harganya tidak jauh berbeda, tetapi jika dihitung per tahun angka ini cukup fantastis, Bun.




Kondisi ini membuat seseorang memiliki dua pilihan: terbiasa makan makanan olahan atau makan sehat tetapi bujet meningkat.

"Mungkin masalahnya bukan soal makanan sehat itu mahal, tetapi makanan yang diproses secara berlebihan misalnya makanan manis, asin, dan sarat bahan tambahan begitu murah. Padahal, makan sehat bisa membantu menghemat biaya perawatan kesehatan di kemudian hari, jadi sebenarnya diet sehat bisa jadi trik hemat juga," ungkap pakar nutrisionis Sally Kuzemchak, MS, RD, seperti dilansir Parents.

Ilustrasi makana/ Foto: Shutterstock
Kuzemchak menuturkan untuk tetap bisa makan sehat dan hemat, cobalah bandingkan dulu harga bahan makanan yang organik dan non-organik. Pilih yang berkualitas baik dan aman secara bujet.

Pilih juga bahan makanan yang diprioritaskan, misalnya daging, susu, atau telur, akan lebih baik jika Bunda memilih yang tidak menggunakan suntik hormon dan antibiotik. Sebaliknya, bahan makanan seperti rempah dan biji-bijian (pasta atau nasi) boleh saja tidak diprioritaskan.

"Trik lainnya adalah rutin membuat meal plan setiap pekan. Sejauh in, cara tersebut paling ampuh bagi saya untuk tetap hemat. Saya belanja tiap akhir pekan sesuai dengan meal plan yang sudah saya buat. Ini bertujuan agar belanja lebih efisien dan tidak berlebihan," imbuhnya.



Selain itu, Bunda juga sebaiknya menyiapkan food container di rumah. Ya, dikutip dari Eating Well, benda ini bisa dimanfaatkan untuk menyimpan bahan makanan lebih tertata dan terjaga kesegarannya. Jadi, Bunda pun bisa lebih hemat dan tidak perlu beli bahan makanan berulang kali.

Simak beda kolesterol baik dan jahat di video ini:

(rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga

Mom's Life Amira Salsabila

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Parenting Maya Sofia Puspitasari

7 Tanda Anak yang Benar-Benar Terdidik Menurut Pakar

Parenting Natasha Ardiah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK