Sign Up search


moms-life

5 Fakta Menarik Presiden Singapura Halimah Yacob yang Diancam Pendukung ISIS

Annisa Karnesyia Kamis, 13 Feb 2020 06:00 WIB
5 Fakta Menarik Presiden Singapura Halimah Yacob yang Diancam Pendukung ISIS caption
Jakarta - Nama Halimah Yacob menjadi sosok yang banyak diperbincangkan di dunia, Bun. Halimah adalah wanita pertama yang menjadi Presiden ke-8 Singapura.

Halimah terpilih tanpa pemungutan suara karena dianggap menjadi kandidat yang layak, Bun. Mengutip berbagai sumber, berikut fakta Halimah Yacob:


1. Cetak sejarah di Singapura


Halimah bukan cuma menjadi wanita pertama yang menduduki jabatan Presiden Singapura. Ia juga menjadi muslim pertama yang dipilih karena dianggap layak dibandingkan empat kandidat lain.

Wanita 65 tahun itu bahkan menjadi pemimpin Singapura pertama dari etnis Melayu dalam 47 tahun terakhir.

2. Sejak kecil dibesarkan ibu

Dikutip dari detikcom, Halimah lahir di Queen Street, Singapura pada 23 Agustus 1954. Ayah Halimah seorang muslim keturunan India yang bekerja sebagai penjaga keamanan. Sang ayah meninggal dunia saat Halimah berusia 8 tahun.

Sejak itu, Halimah dibesarkan ibunya, seorang wanita keturunan Melayu bernama Maimun Abdullah. Halimah sendiri merupakan bungsu dari lima bersaudara. Keempat kakaknya adalah laki-laki.

3. Bantu ibu berjualan

Saat Halimah kecil, ibunya berjualan nasi padang, Bun. Untuk membantu sang ibu berjualan, Halimah mengaku kerap membolos sekolah. Ia biasanya membantu cuci piring, membersihkan meja, dan melayani pembeli.

Kerap membolos untuk membantu sang ibu, Halimah sempat akan dikeluarkan dari sekolahnya di Singapore Chinese Girl School. Di sana, dia menjadi kaum minoritas karena itu adalah sekolah khusus warga keturunan China.

Presiden Singapura Halimah YacobPresiden Singapura Halimah Yacob/ Foto: Dok. Reuters/Edgar Su

4. Perjalanan politik Halimah

Sebelum terjun ke politik, Halimah pernah menjabat Wakil Sekretaris Jenderal di Kongres Serikat Perdagangan Nasional (NTUC). Lulusan Hukum di University of Singapura ini terjun ke politik atas dorongan mantan Perdana Menteri Singapura Goh Chok Tong.

Halimah akhirnya mencalonkan diri sebagai anggota parlemen dan menang di empat pemilu sejak tahun 2001. Pada tahun 2011, dia ditunjuk menjadi Menteri Negara pada Kementerian Pengembangan Masyarakat, Urusan Pemuda dan Olahraga Singapura.

Di tahun 2013, Halimah mencetak sejarah dengan menduduki jabatan Ketua Parlemen Singapura, ditunjuk Partai Aksi Rakyat (PAP). Empat tahun menjabat, dia mengundurkan diri tahun 2017 untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden.


5. Diancam dibunuh pendukung ISIS

Pada September 2017, Halimah pernah mendapat ancaman pembunuhan dari seorang remaja 15 tahun. Disampaikan Kementerian Dalam Negeri Singapura, pelajar sekolah menengah itu mem-posting gambar Halimah di media sosial dan meminta ISIS untuk memenggal kepalanya.

Saat itu, Halimah memang baru terpilih menjadi presiden, Bun. Remaja tersebut menganggap negaranya sebagai negara "kafir".

"Di matanya, ISIS adalah kelompok kuat yang berjuang untuk Islam dan menggunakan kekerasan terhadap lawan-lawannya untuk sebuah keadilan," demikian pernyataan dari Islamic Religious Council of Singapore (Muis), dilansir The Straits Times.

Namun, karena usia anak tersebut masih di bawah umur, dia hanya dihukum mendapatkan konseling agama. Sayangnya, remaja tersebut tak berubah, Bun.

Baru-baru ini, remaja yang sudah berusia 17 tahun itu ditahan. Perwakilan Kementerian Dalam Negeri Singapura menjelaskan, remaja itu tetap mendapatkan haknya belajar dan bertemu orang tua. Namun, di saat yang sama akan mengikuti program rehabilitasi holistik seperti konseling agama dan psikologi.

Bunda, simak juga cerita Shahnaz Haque yang tak mau biayai sekolah S2 anaknya, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(ank/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi