sign up SIGN UP search


moms-life

Alasan Junk Food yang Selalu Bikin Nagih Tak Baik untuk Kesehatan

Annisa Afani Kamis, 21 May 2020 11:25 WIB
assorted junk food Alasan Junk Food yang Selalu Bikin Nagih Tak Baik untuk Kesehatan/Foto: iStock
Jakarta -

Junk food memang selalu menggugah selera ya Bun? Tapi kita sering mendengar bahwa makan makanan tersebut tidak begitu baik bagi tubuh kita.

Memang makanan ini menjadi pilihan populer, dan simpel untuk dinikmati saat bepergian. Biasanya makanan ini selalu memiliki rasa asin, manis, dan gurih yang berlebihan dan kerap membuat ketagihan. Tak heran lantaran makanan ini mengandung tinggi garam, gula dan lemak.

Junk food adalah jenis makanan cepat saji yang terdiri dari kalori tinggi. Biasanya, dari tampilannya makanan ini akan terlihat sangat menarik, dengan rasa yang juga membuat kita merasa candu untuk makan makanan tersebut berulang kali.

Dilansir dari NDTV, menurut Ahli Diet & Gizi Rumah Sakit Amandeep, Dr. Sunali Sharma mengatakan, makanan ringan rasa asin, permen karet, permen, makanan penutup manis, makanan cepat saji yang digoreng, dan minuman berkarbonasi manis memiliki sedikit atau tanpa nilai gizi tetapi tinggi kalori, garam dan lemak dianggap sebagai junk food.

"Meskipun begitu tak semua makanan cepat saji adalah junk food. Misalnya salad mungkin makanan cepat saji tapi jelas bukan junk food. Itu tergantung pada bahan, kalori, dan proses pembuatannya," kata dia.

Lalu mengapa junk food buruk?

Seringnya mengonsumsi junk food dapat meningkatkan asupan lemak berlebih, karbohidrat sederhana dan gula olahan yang dapat meningkatkan risiko obesitas, penyakit kardiovaskular, serta masalah kesehatan kronis lainnya.


Makan junk foodMakan junk food/ Foto: iStock


Obesitas yang terjadi dapat menyumbat arteri dan menjadi awal dari serangan jantung. Selain itu, makan junk food juga dapat mempengaruhi otak dengan cara yang sama seperti mengonsumsi obat-obatan yang membuat kecanduan, lho Bun.

Kecanduan junk food bahkan dapat mengakibatkan penolakan terhadap pilihan makanan yang lebih sehat seperti buah-buahan, sayuran, salad dan lainnya.

Bagaimana menghindari junk food?

Menurut Dr. Sharma, kita bisa menghindari beberapa jenis makanan dengan kandungan seperti, lemak trans, biji-bijian olahan, garam dan sirup jagung fruktosa tinggi. Hindari makanan yang di kemasannya tertulis mengandung pemanis jagung, sirup jagung, dihidrogenasi sebagian, difraksinasi, atau dihidrogenasi.

Jika terlanjur ketagihan mengonsumsi junk food, Bunda perlu melakukan upaya untuk menghentikannya dengan proses bertahap. Beberapa hari pertama bisa jadi sulit karena mungkin akan mengalami beberapa gejala, seperti mudah marah, sakit kepala, lemas dan lainnya.


[Gambas:Video Haibunda]

Perlu diperhatikan juga Bun, mengonsumsi junk food boleh saja dan tidak dilarang. Namun jangan terlalu sering, apalagi jika makanan tersebut tidak memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Simak juga Bun gimana resep granola bar dalam video berikut:



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi