sign up SIGN UP search


moms-life

Penting Menghindari Junk Food Saat Buka Puasa, Ini Bahayanya

Annisa Afani Rabu, 20 May 2020 16:04 WIB
cium aroma junk food caption
Jakarta -

Junk food sangat mudah didapat dan selalu menggugah selera, sehingga membuat kita ketagihan ya Bun. Padahal, sebagian besar orang telah mengetahui bahwa makanan jenis ini tidak baik untuk kesehatan.

Makanan ini pun sebaiknya tak dijadikan pilihan saat buka puasa. Itu karena junk food rendah nutrisi seperti vitamin, mineral, dan serat. Sementara junk food tinggi lemak jenuh, dan gula.


Contoh makanan junk food, di antaranya keripik, permen, soda, cake, cookies, pastries. Tapi perlu hati-hati juga Bun, beberapa makan junk food pun bisa menyamar dan tampil sebagai makanan yang dianggap sehat.

Sebagai contohnya adalah minuman buah yang menyediakan vitamin dan mineral. Namun di dalamnya mungkin juga terkandung jumlah gula dan kalori yang sama dengan soda.

Makan junk food secara teratur bisa memberikan dampak yang tak baik untuk kesehatan lho Bun. Berikut ini beberapa bahaya bila suka makan junk food, dikutip dari HealthLine:

1. Bikin ketagihan

Junk food dianggap dapat membuat ketagihan lho Bun. Adiktif tersebut berpusat di sekitar gula dan lemak yang ada dalam kandungannya.

Secara independen, gula secara konsisten belum terbukti membuat kecanduan pada manusia, tetapi ketika dikombinasikan dengan lemak maka bisa meningkatkan kecanduan.

Studi mengamati bahwa kombinasi gula dan lemak lebih sering dikaitkan dengan gejala adiktif. Tinjauan terhadap 52 studi pun menemukan bahwa makanan yang paling banyak dikaitkan dengan gejala adiktif adalah makanan diproses dan mengandung banyak lemak dan karbohidrat olahan, seperti gula.

2. Obesitas

Junk food memiliki nilai kenyang yang rendah, dalam arti tidak terlalu mengenyangkan. Kalori cair dalam minuman soda adalah salah satu yang terburuk karena mereka dapat menghasilkan ratusan kalori tanpa mempengaruhi selera makan.

collection of junk foodObesistas/ Foto: iStock


Dampaknya, dapat menyebabkan konsumsi junk food yang berlebihan dan seiring waktu, akan membuat penambahan berat badan hingga obesitas. Sebuah tinjauan dari 32 studi menemukan bahwa untuk setiap porsi minuman manis dengan gula yang dikonsumsi, seseorang dapat mendapatkan kenaikan berat badan 0,12-0,22 kilogram (kg) dalam satu tahun.

3. Penyakit jantung

Asupan gula adalah salah satu dari beberapa faktor risiko penyakit yang menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Gula telah terbukti dapat meningkatkan jenis lemak tertentu dalam darah yang disebut sebagai trigliserida, dan meningkatkan tekanan darah sehingga menjadi faktor risiko utama penyakit jantung.

Secara teratur mengonsumsi junk food juga terbukti meningkatkan trigliserida dan mengurangi kolesterol HDL (baik), yang menjadi faktor risiko penyakit jantung.

4. Diabetes tipe 2

Konsumsi junk food dikaitkan dengan kelebihan lemak tubuh, tekanan darah tinggi, dan kolesterol HDL rendah - yang semuanya meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Ini dapat terjadi ketika tubuh menjadi tidak sensitif terhadap efek insulin, hormon yang menurunkan gula darah.



Kelebihan lemak tubuh, tekanan darah tinggi, HDL (kolesterol baik) rendah, dan riwayat penyakit jantung atau stroke adalah faktor risiko utama penyakit diabetes ini. Konsumsi junk food dikaitkan dengan kelebihan lemak tubuh, tekanan darah tinggi, kolesterol HDL yang rendah, yang semuanya meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Lihat juga Bun menu buka puasa untuk ibu hamil berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi