sign up SIGN UP search


moms-life

Konsumsi Minyak Ikan Berlebihan Tak Baik Lho, Ini 7 Efek Sampingnya

Annisa Afani Kamis, 21 May 2020 09:04 WIB
Konsumsi Minyak Ikan Berlebihan Tak Baik Lho, Ini 7 Efek Sampingnya Konsumsi Minyak Ikan Berlebihan Tak Baik, Ini 7 Efek Sampingnya/Foto: Shutterstock
Jakarta -

Minyak ikan terkenal karena manfaat bagi kesehatan. Asam lemak omega-3 yang dikandungnya menyehatkan jantung, dan terbukti mengurangi trigliserida darah, meredakan peradangan hingga meringankan gejala seperti rheumatoid arthritis.

Namun, mengonsumsi minyak ikan secara berlebihan juga tidak baik ya Bun. Justru dengan dosis yang tinggi bisa sangat berbahaya untuk kesehatan.


Sebagaimana yang dilansir dari HealthLine, berikut 7 efek samping jika mengonsumsi minyak ikan berlebihan:

1. Tingkatkan kadar gula darah

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menambahkan asam lemak omega-3 dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan kadar gula darah pada penderita diabetes.

Dalam satu studi kecil yang dilakukan, ditemukan mengonsumsi 8 gram asam lemak omega-3 per hari menyebabkan peningkatan 22 persen kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 selama periode delapan minggu. Itu karena dosis besar omega-3 merangsang produksi glukosa, sehingga dapat berkontribusi pada kadar gula darah jangka panjang yang tinggi, namun hal tersebut masih diteliti lebih lanjut karena masih dianggap tidak konklusif.

2. Pendarahan

Gusi berdarah dan mimisan adalah dua efek samping utama dari konsumsi minyak ikan berlebih. Satu studi pada 56 orang menemukan bahwa suplemen dengan 640 mg minyak ikan per hari selama periode empat minggu mengurangi pembekuan darah pada orang dewasa yang sehat.

Selain itu, penelitian kecil lainnya menunjukkan bahwa konsumsi minyak ikan dapat dikaitkan dengan risiko mimisan yang lebih tinggi. Dilaporkan, 72 persen remaja yang mengonsumsi 1-5 gram minyak ikan setiap hari mengalami mimisan.

Untuk alasan ini, sering disarankan untuk berhenti mengonsumsinya. Dan perlu juga melakukan konsultasi ke dokter.

3. Tekanan darah rendah

Kapasitas minyak ikan untuk menurunkan tekanan darah didokumentasikan dengan baik. Satu penelitian terhadap 90 orang yang mengonsumsi 3 gram asam lemak omega-3 per hari secara signifikan dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik dibandingkan dengan plasebo.

Demikian pula, analisis dari 31 studi menyimpulkan bahwa mengonsumi minyak ikan dapat secara efektif menurunkan tekanan darah, terutama bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi atau kadar kolesterol tinggi. Meskipun efek ini tentu dapat bermanfaat bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, namun hal tersebut dapat menyebabkan masalah serius bagi mereka yang memiliki tekanan darah rendah.

Minyak ikan juga dapat berinteraksi denganĀ obat penurun tekanan darah. Jadi penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika Bunda sedang melakukan perawatan untuk tekanan darah tinggi.

4. Diare

Diare adalah salah satu efek samping paling umum yang terkait dengan mengonsumsi minyak ikan, terutama saat mengonsumsi dosis tinggi. Bahkan, satu ulasan melaporkan bahwa diare adalah salah satu efek samping paling umum dari minyak ikan, di samping gejala pencernaan lainnya seperti perut kembung.

DiareDiare/ Foto: shutterstock


Selain minyak ikan, suplemen omega-3 jenis lain juga dapat menyebabkan diare, minyak biji rami misalnya. Ini adalah alternatif vegetarian yang populer untuk mendapatkan minyak ikan, tetapi telah terbukti memiliki efek pencahar dan dapat meningkatkan frekuensi pergerakan usus.

Jika mengalami diare setelah mengonsumsi asam lemak omega-3, pastikan untuk mengonsumsi suplemen dengan makanan dan pertimbangkan lain untuk mengurangi dosis dan melihat apakah gejalanya menetap.

5. Asam lambung naik

Meskipun minyak ikan dikenal karena efeknya yang kuat pada kesehatan jantung, banyak orang melaporkan merasakan sensasi terbakar pada dada setelah mulai mengonsumsi suplemen minyak ikan.

Gejala-gejala asamĀ lambung naik lainnya seperti bersendawa, mual dan ketidaknyamanan pada lambung adalah efek samping yang paling umum dari minyak ikan karena sebagian besar kandungan lemaknya yang tinggi. Dan lemak telah terbukti memicu gangguan pencernaan dalam beberapa penelitian.

Berpegang teguh pada dosis sedang dan mengonsumsi suplemen dengan makanan seringkali dapat secara efektif mengurangi naiknya asam lambung dan meredakan gejala.

6. Keracunan vitamin A

Beberapa jenis suplemen asam lemak omega-3 mengandung tinggi vitamin A, yang dapat menjadi racun jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Sebagai contoh, satu sendok makan atau lebih kurangnya 14 gram minyak ikan cod dapat memenuhi hingga 270 persen dari kebutuhan vitamin A harian dalam satu porsi.

Toksisitas vitamin A dapat menyebabkan efek samping seperti pusing, mual, nyeri sendi, dan iritasi kulit. Pada jangka panjangnya, hal ini dapat menyebabkan kerusakan hati dan bahkan gagal hati pada kasus yang parah. Karena itu, terbaik adalah memperhatikan dengan cermat kandungan vitamin A dari suplemen omega-3 dan menjaga dosisnya dengan tetap.

7. Insomnia

Beberapa penelitian menemukan bahwa mengonsumsi minyak ikan dalam dosis sedang dapat meningkatkan kualitas tidur. Dalam satu studi terhadap 395 anak-anak, menunjukkan bahwa mengonsumsi 600 mg asam lemak omega-3 setiap hari selama 16 minggu membantu meningkatkan kualitas tidur.



Pada beberapa kasus, mengonsumsi terlalu banyak minyak ikan dapat mengganggu tidur dan menyebabkan insomnia. Selain itu, dilaporkan bahwa mengonsumsi minyak ikan dosis tinggi memperburuk gejala insomnia dan kecemasan bagi pasien dengan riwayat depresi.

Namun, penelitian saat ini terbatas pada studi kasus dan laporan anekdotal. Sehingga dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memahami bagaimana dosis besar dapat mempengaruhi kualitas tidur pada populasi umum.

Bun simak juga akibat kebanyakan minum dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi