sign up SIGN UP search


moms-life

Pentingnya Asam Folat untuk Ibu Hamil, Bunda Perlu Tahu

Annisa Afani Sabtu, 23 May 2020 10:05 WIB
Beautiful young smiling pregnant woman. Happiness Ibu hamil/ Foto: iStock
Jakarta -

Sebagai calon ibu, kita tentunya selalu mencari cara agar dapat memenuhi nutrisi untuk tubuh dan calon bayi di dalam kandungan, ya Bun. Salah satunya dengan memperhatikan kebutuhan asam folat.

Perlu diketahui bahwa asam folat adalah vitamin B yang ditemukan dalam banyak suplemen dan makanan yang diperkaya. Asam folat juga berfungsi untuk meregenerasi sel-sel baru dan menghasilkan DNA, yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan sepanjang hidup.

Seberapa penting asam folat bagi ibu hamil?


Dilansir dari HealthLine, penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi asam folat sebelum hamil dapat membantu mencegah cacat lahir termasuk cacat tabung saraf yang serius seperti spina bifida, encephalocele (jarang), dan anencephaly.

Sekadar informasi bahwa ada sekitar 3.000 bayi dilahirkan dengan cacat tabung saraf di Amerika Serikat setiap tahunnya, Bun. Biasanya, tabung saraf berkembang ke sumsum tulang belakang dan otak pada 28 hari setelah pembuahan. Jika tabung saraf tidak menutup dengan benar, maka cacat tabung saraf pun dapat terjadi.

Anencephaly merupakan suatu kondisi di mana otak tidak berkembang dengan baik. Bayi yang lahir dengan anencephaly tidak dapat bertahan hidup atau harus melewati beberapa operasi, kelumpuhan, dan kecacatan jangka panjang.

Menurut studi 2015, asam folat secara signifikan dapat mengurangi risiko cacat jantung bawaan. American Heart Association juga mengatakan bahwa cacat jantung bawaan terjadi ketika jantung atau pembuluh darah tidak berkembang secara normal sebelum kelahiran dan dapat memengaruhi dinding bagian dalam jantung, katup jantung, atau arteri dan vena jantung.

Selain itu Bun, mengonsumsi asam folat pada awal kehamilan dikatakan dapat membantu mencegah bibir dan langit-langit mulut sumbing. Cacat lahir ini terjadi jika bagian mulut dan bibir tidak bergabung bersama dengan benar selama 6 sampai 10 minggu pertama kehamilan.

Berapa dosis asam folat yang dibutuhkan?

Banyak dari ibu hamil tidak menyadari bahwa mereka hamil hingga usia kandungan enam minggu atau lebih setelah pembuahan, sedangkan cacat tabung saraf terjadi selama bulan pertama kehamilan. Untuk itu, perlu untuk memastikan diri memiliki asam folat yang cukup dalam tubuh untuk mencegah cacat tabung saraf saat mengandung.

ilustrasi ibu hamil minum obatIlustrasi ibu hamil minum suplemen/ Foto: thinkstock

Oleh karenanya, direkomendasikan bagi Bunda yang ingin menjalani program hamil (promil) atau yang memiliki usia subur untuk mengonsumsi 400 mcg asam folat setiap hari. Selain itu, Bunda juga membutuhkan dosis asam folat yang lebih tinggi dalam kondisi berikut:

1. Menderita penyakit ginjal dan menjalani dialisis
2. Menderita penyakit jantung
3. Minum lebih dari satu minuman beralkohol setiap hari
4. Konsumsi obat epilepsi, diabetes tipe 2, lupus, psoriasis, rheumatoid arthritis, asma, atau penyakit radang usus

Bagaimana memenuhi asam folat dari makanan?

Asam folat alami ditemukan di dalam banyak makanan, termasuk sayuran berdaun hijau, bit, dan brokoli. Beberapa makanan lainnya diperkaya dengan asam folat, yakni sereal, nasi, jus jeruk, dan pasta.

Namun, tidak ada jaminan bahwa untuk mendapatkan asam folat yang cukup dari makanan saja Bun. Untuk itu, juga diperlukan suplemen untuk membantunya. Namun perlu untuk diperhatikan, kita tidak boleh mengonsumsi lebih dari 1.000 mcg asam folat dari vitamin atau suplemen tersebut setiap harinya.

Jika Bunda mengalami mual di pagi hari pada awal kehamilan, mungkin akan terasa sulit untuk makan cukup makanan yang diperkaya asam folat. Untuk itu, Bunda perlu melakukan konsultasi dengan dokter agar dapat direkomendasikan untuk mengonsumsi suplemen asam folat atau vitamin prenatal sebelum dan selama kehamilan.

Memang menghindari semua jenis cacat lahir seperti sumbing dan cacat tabung saraf tidak dapat dipastikan 100 persen berhasil. Akan tetapi, jika mengonsumsi asam folat dalam jumlah cukup sebelum dan selama kehamilan, dapat membantu mengurangi risiko cacat jantung bawaan.

Selalu konsultasikan dengan dokter tentang rencana mengonsumsi vitamin prenatal, ya Bun. Karena jika mengonsumsi terlalu banyak, suplemen justru dapat menjadi racun bagi calon bayi. Bunda juga bisa memulai untuk menambahkan makanan yang diperkaya dengan asam folat, dan jangan tunggu sampai hamil terlebih dahulu baru memulainya.

Bun simak juga yuk cara melihat ciri hamil dari perubahan kulit seperti video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi