sign up SIGN UP search


moms-life

4 Efek Samping Kelebihan Asam Folat, Bunda Waspada Ya

Annisa Afani Sabtu, 23 May 2020 05:41 WIB
ilustrasi minum vitamin caption
Jakarta -

Asam folat adalah bentuk sintetis dari vitamin B9, dan vitamin B yang memainkan peran penting dalam pembentukan sel dan DNA. Sebaliknya, vitamin B9 disebut juga sebagai folat ketika terjadi secara alami dalam makanan seperti kacang, jeruk, asparagus, kubis brussel, alpukat, dan sayuran hijau.

Reference Daily Intake (RDI) atau Angka Kebutuhan Gizi (AKG) harian untuk vitamin ini adalah 400 mcg untuk kebanyakan orang dewasa. Namun wanita hamil dan menyusui harus mendapatkan lebih banyak asam folat, yakni 600 dan 500 mcg.

Kadar folat dalam darah yang rendah telah dikaitkan dengan masalah kesehatan, seperti risiko cacat lahir, penyakit jantung, stroke, dan kanker tertentu. Namun, kesehatan tubuh akan terganggu jika mendapat asupan asam folat yang berlebihan.


Berikut beberapa efek samping jika mengonsumsi asam folat secara berlebihan, dilansir dari HealthLine:

1. Memengaruhi pasokan vitamin B12

Asupan asam folat yang tinggi dapat memengaruhi pasokan vitamin B12. Tubuh menggunakan vitamin B12 untuk membuat sel darah merah dan menjaga jantung, otak, dan sistem saraf dapat berfungsi secara optimal.

Kekurangan vitamin ini dapat membuat kemampuan otak untuk berfungsi secara normal menurun, sehingga dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen. Kerusakan ini biasanya ireversibel, yang membuat diagnosis tertunda kekurangan vitamin B12.

Tubuh memanfaatkan folat dan vitamin B12 dengan cara yang sangat mirip, artinya kekurangan keduanya dapat menyebabkan gejala yang sama. Beberapa bukti menunjukkan bahwa suplemen asam folat dapat menutupi anemia megaloblastik yang diinduksi vitamin B12, sehingga dapat menyebabkan defisiensi vitamin B12 yang mendasari tidak terdeteksi.

Oleh karena itu, orang yang mengalami gejala seperti lemah, lelah, sulit berkonsentrasi, dan sesak napas harus melakukan pemeriksaan kadar B12.

2. Mempercepat penurunan mental terkait usia

Asupan asam folat berlebih dapat mempercepat penurunan mental terkait usia, terutama pada orang dengan kadar vitamin B12 rendah. Sebuah studi menunjukkan bahwa orang-orang dengan kadar folat tinggi tetapi rendah vitamin B12, berisiko hingga 3,5 kali mengalami kehilangan fungsi otak daripada mereka yang memiliki parameter darah normal.

Para peneliti memperingatkan bahwa suplemen dengan asam folat dapat merusak kesehatan mental pada orang dewasa dengan kadar vitamin B12 yang rendah. Penelitian lain mengaitkan penggunaan berlebihan suplemen asam folat dengan penurunan mental.

3. Memperlambat perkembangan otak anak

Diperlukan asupan folat yang cukup selama kehamilan untuk perkembangan otak bayi dan mengurangi risiko malformasi. Oleh karena banyak yang gagal mendapatkan kadar ini dari makanan, wanita usia subur sering disarankan untuk mengonsumsi suplemen asam folat.

anakAnak/ Foto: shutterstock

Namun menambahkan terlalu banyak asam folat dapat meningkatkan resistensi insulin dan memperlambat perkembangan otak pada anak-anak. Dalam sebuah penelitian, anak usia 4 dan 5 tahun yang ibunya menambahkan lebih dari 1.000 mcg asam folat per hari saat hamil, mendapat skor lebih rendah pada tes perkembangan otak dibandingkan anak-anak perempuan yang mendapat 400-999 mcg per hari.

Meskipun penelitian ini masih perlu pendalaman, solusi terbaiknya adalah dengan menghindari dosis yang terlalu tinggi. Untuk itu, hanya disarankan 600 mcg suplemen asam folat selama kehamilan, kecuali disarankan dokter.

4. Dapat meningkatkan risiko kanker

Penelitian menunjukkan bahwa mengekspos sel-sel sehat ke tingkat asam folat yang cukup dapat melindungi mereka dari menjadi kanker. Namun, mengekspos sel kanker pada vitamin dapat membantu kanker tumbuh atau menyebar luas.

Sementara beberapa penelitian mencatat peningkatannya minim risiko kanker pada orang yang mengonsumsi suplemen asam folat, dan sebagian besar studi melaporkan tidak ada kaitannya. Namun risiko dapat tergantung pada jenis kanker, dan latar belakang keluarga.

Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa orang yang sebelumnya didiagnosis dengan kanker prostat atau kolorektal yang mengonsumsi lebih dari 1.000 mcg asam folat per hari memiliki risiko 1,7-6,4 persen lebih tinggi mengalami kanker berulang.

Dosis yang disarankan

Asam folat termasuk dalam sebagian besar multivitamin, suplemen prenatal, dan vitamin B kompleks. Suplemen asam folat biasanya digunakan untuk mencegah atau mengobati kadar folat darah rendah. Selain itu, wanita hamil atau yang tengah melakukan program hamil (promil) juga sering mengonsumsinya untuk mengurangi resiko cacat lahir.

Menurut angka kebutuhan gizi, kebutuhan untuk asam folat adalah 400 mcg per hari untuk kebanyakan orang dewasa. Sekitar 600 mcg per hari selama kehamilan, dan 500 mcg per hari saat menyusui. Dosis suplemen biasanya berkisar 400-800 mcg.

Namun, suplemen ini dapat berinteraksi dengan beberapa obat resep dokter, termasuk jika digunakan secara bersamaan untuk mengobati kejang, rheumatoid arthritis, dan infeksi parasit. Untuk itu, perlu untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum mengonsumsinya, ya Bunda.

Bun simak juga manfaat buah naga sebagai vitamin untuk anak dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/AFN)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi