Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

5 Alasan Penting Celana Dalam Dicuci Terpisah, Bunda Perlu Tahu

Annisa Afani   |   HaiBunda

Minggu, 21 Jun 2020 15:32 WIB

pakaian yang akan dicuci
5 Alasan Penting Celana Dalam Dicuci Terpisah, Bunda Perlu Tahu/Foto: Thinkstock
Jakarta -

Seringkali kita secara sengaja mencampurkan beberapa jenis pakaian untuk dicuci secara bersamaan. Padahal, jika kita pelajari lebih dalam, ada akibat buruknya lho Bunda. Seperti saat mencuci pakaian dalam.

Berikut lima alasan penting underwear seperti celana dalam, dicuci terpisah dari pakaian lain, dikutip dari Times of India:

1. Sebabkan penyebaran infeksi

Memang, mencuci pakaian menjadi salah satu pekerjaan rumahan yang paling menguras tenaga ya, Bunda. Sehingga, dengan sengaja kita menyatukan segala jenis pakaian demi menghemat waktu dan tenaga.

Padahal, tindakan tersebut dianggap tidak tepat. Setiap pakaian ada kuman dan bakteri yang menempel. Sehingga, saat pakaian dalam ikut tercampur, maka risiko penyebaran bakteri yang akan menyebabkan infeksi memiliki peluang besar untuk menyebar ke pakaian lain.

2. Tidak higienis

Dikatakan para peneliti, rata-rata sepasang pakaian dalam kemungkinan memiliki sekitar 1/10 gram kotoran selama sehari. Jadi, jika Bunda memasukkan ke mesin cuci bersama dengan pakaian lain, maka akan ada sekitar 100 juta bakteri E. coli dan Staphylococcus aureus di dalam air cucian.

Sebuah penelitian yang dilakukan Dr. Charles Gerba, profesor mikrobiologi di Universitas Arizona, Amerika Serikat (AS), menyimpulkan bahwa menempatkan hanya satu potong underwear dengan pakaian lain selama mencuci bisa mentransmisikan 100 juta E. coli ke dalam air.

3. Harus menentukan suhu air

Mesin cuci sepenuhnya telah membuat pekerjaan satu ini menjadi sangat sederhana ya, Bunda. Namun perlu diketahui, saat mencuci pakaian dalam harus menentukan suhu air secara ideal untuk membunuh bakterinya, yakni minimal 40 derajat Celsius.

ilustrasi brailustrasi pakaian dalam/ Foto: iStock

Ditambah lagi, kebutuhan untuk mencuci pakaian secara terpisah dalam air panas mungkin akan semakin meningkat jika pemakainya menderita beberapa infeksi tambahan. Para peneliti bahkan merekomendasikan untuk meningkatkan suhu air hingga 60 derajat Celsius, jika seseorang di rumah sakit atau lemah karena ini akan membunuh semua bakteri.

Jangan lupa juga untuk memisahkan pakaian bayi ya, Bunda. Hal ini sangat penting karena bayi jauh lebih rentan terhadap infeksi.

4. Pakaian dapur

Menjaga dapur tetap bersih adalah suatu keharusan ya, Bunda. Tapi kita jarang terpikir untuk memisahkan pakaian saat membersihkan dapur dengan pakaian lain. Padahal jika tidak dipisahkan, maka pakaian lain bisa terinfeksi bakteri Staphylococcus aureus dan E.coli yang berasal dari partikel kotoran di dapur.

5. Pemilihan detergen

Sebagian besar dari kita mengandalkan deterjen yang kuat untuk membersihkan pakaian, tapi dengan suhu air yang tidak tepat. Ini justru membuat pakaian dalam lebih rentan terinfeksi bakteri.

Jika tidak menggunakan air panas, kita bisa menggunakan detergen yang ditambahkan pemutih, Bunda. Tapi jika kemungkinan infeksi tinggi, maka harus mengambil kedua langkah bersamaan.

Selain itu, deterjen cair diketahui tidak mengandung zat pemutih yang cukup untuk membersihkan pakaian dalam dan pakaian kotor lain. Zat pemutih ini penting karena mampu membebaskan pakaian dari bakteri pembawa infeksi.

Bunda, lihat juga tip mencuci pakaian yang benar dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/muf)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda