sign up SIGN UP search


moms-life

Makna Hari Raya Idul Adha dan Qurban bagi Umat Islam

Annisa Karnesyia   |   Haibunda Senin, 27 Jul 2020 11:21 WIB
Silhoutte of muslim woman praying during fasting holy month of ramadan caption
Jakarta -

Umat Muslim sebentar lagi akan merayakan Idul Adha 1441 H. Pemerintah menetapkan Idul Adha 1441 H yang bertepatan dengan 10 Dzulhijjah ini jatuh pada hari Jumat, 31 Juli 2020, Bunda.

Idul Adha ditandai dengan puncak ibadah Haji di Mekkah, Arab Saudi. Hari besar dalam Islam ini berdasarkan kisah Nabi Ibrahim yang diperintahkan untuk mengorbankan putranya, Ismail. Hal ini ada dalam Alquran, surat As Saffat ayat 102 yang berbunyi:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ


(Fa lamma balaga ma'ahus-sa'ya qala ya bunayya inni ara fil-manami anni azbahuka fanzur maza tara, qala ya abatif'al ma tu'maru satajiduni in sya`allahu minas-sabirin)

Artinya: Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, "Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!" Dia (Ismail) menjawab, "Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar."

Kemudian, Allah SWT mengganti anak Nabi Ibrahim dengan seekor domba untuk disembelih. Hal ini ada dalam Alquran surat As Saffat ayat 107, berbunyi:

وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ

(Wa fadainahu bizib-ḥin 'azim)

Artinya: Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

Girls wearing protective masks to help curb the spread of the coronavirus while they take selfie at a cattle market set up for the upcoming Muslim festival of Eid al-Adha on the outskirts of Karachi, Pakistan, Sunday, July 19, 2020. Eid al-Adha, or Feast of Sacrifice, most important Islamic holiday marks the willingness of the Prophet Ibrahim (Abraham to Christians and Jews) to sacrifice his son. (AP Photo/Fareed Khan)Ilustrasi berqurban/ Foto: AP/Fareed Khan

Kisah Nabi Ibrahim ini kemudian dimaknai dengan pengorbanan untuk yang dicintai. Sejak saat itu, umat Islam melakukan qurban, yaitu memberikan sebagian hartanya untuk dibelikan hewan qurban, menyembelih, memakan, dan membagikannya kepada orang-orang sekitar, termasuk orang miskin.

"Idul Adha, itu artinya pengorbanan kita memberikan apa yang kita cintai dari harta benda kepada orang lain dengan maksud ibadah kepada Allah," kata Ustaz KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi, dilansir CNN Indonesia.

Berqurban seperti menyucikan diri dan harta kita. Tak cuma itu, rasa kasih sayang dan peduli terhadap sesama bisa kita tumbuhkan dan tunjukan di hari ini.

"Agar kita menjadi peka terhadap kehidupan di dunia bahwa apa yang dari Allah akan kembali kepada Allah," ujar Wahyul.

Hikmah yang bisa dipetik dari cerita Nabi Ibrahim bisa pengingat untuk seorang Muslim. Artinya, kita mesti siap untuk berqurban demi kebahagiaan orang lain karena kebaikan adalah ciri khas umat Muslim.

Keutamaan berqurban termasuk dalam amal saleh. Dilansir laman Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) keutamaan ini ada dalam hadist riwayat yang berbunyi:

"Aisyah radhiyallahu'anha menceritakan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Iedul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (kurban), maka hendaknya kalian merasa senang karenanya." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim dengan sanad sahih, lihat Taudhihul Ahkam).

Close-up shot of a Muslim woman's hands holding rosary.Ilustrasi berdoa/ Foto: iStock

Idul Adha 10 Dzulhijjah

Idul Adha yang jatuh pada 10 Dzulhijjah atau 70 hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Menurut Ustaz Yahya Zainul Ma'arif atau akrab disapa Buya Yahya, 10 awal Dzulhijjah adalah hari yang istimewa. Ini menjadi hari-hari terbaik untuk melakukan banyak ibadah.

"Kalau seandainya di Ramadhan tidak ada Lailatul Qadar, maka 10 awal Dzulhijjah bisa melebihi 10 akhir Ramadhan, karena ini mutlak. Nabi menyebut, 'Tidak ada hari-hari yang lebih bagus'," kata Buya Yahya, dalam YouTube Al-Bahjah TV.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah di Cirebon ini mengatakan, pada 10 akhir bulan Ramadhan yang jadi keutamaan adalah malamnya. Sementara untuk hari secara umum, yang terbagus adalah 10 awal Dzulhijjah.

Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada hari-hari yang pada waktu itu amal shaleh lebih dicintai oleh Allah melebihi 10 hari pertama (bulan Dzulhijjah).

Di bulan Dzulhijjah ini, Bunda bisa melakukan ibadah puasa sunnah, Tarwiyah, dan Arafah. Disunnahkan untuk berpuasa mulai dari tanggal 1-9 Dzulhijjah.

Pada hari puncak Idul Adha, umat Muslim akan menjalankan salat. Buya Yahya mengingatkan agar salat Hari Raya jangan sampai ditinggalkan. Namun, jika seseorang terlambat atau berhalangan, bisa mengerjakan sendiri di rumah.

"Salat hari raya adalah disunnahkan berjamaah, cuma jika anda ada halangan dan ketinggalan, Anda jangan ketinggalan keutamaan salat Hari Raya. Maka Anda bisa melakukan salat sendiri di rumah, tanpa khotbah enggak apa-apa, yang penting salat," tuturnya.

Di Hari Raya Idul Adha ini, sebaiknya dimaknai dengan mempererat jalinan silaturahmi, Bunda. Pandemi Corona atau COVID-19 yang terjadi saat ini jangan dijadikan kendala ya. Kita tetap bisa memanfaatkan teknologi untuk berkomunikasi dengan teman dan kerabat.

Simak juag kiat mengajarjan anak mengaji, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/jue)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!