Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Sebelum Gugat Cerai Seperti Wulan Guritno, Hal Penting Ini Harus Dipikir Ulang

Mutiara Putri   |   HaiBunda

Senin, 08 Mar 2021 20:14 WIB

Asian lovers, they are bored and arguing unhappy.
Ilustrasi perceraian/Foto: Getty Images/iStockphoto/torwai

Kabar mengejutkan datang dari rumah tangga artis cantik Wulan Guritno dan sang suami, Adilla Dimitri, Bunda. Wulan Guritno dikabarkan telah menggugat cerai suaminya melalui sistem ecourt.

Berdasarkan data, kuasa hukum Wulan mendaftarkan gugatan itu pada Kamis, 25 Februari 2021 lalu. Wulan dan Adilla kemudian dijadwalkan akan melakukan sidang perdananya pada Kamis, 18 Maret 2021 mendatang.

Bunda, pernikahan menjadi sebuah ikatan antara dua orang yang dilegalkan secara hukum. Namun, makna sesungguhnya dari sebuah pernikahan bukan hanya sekadar hitam di atas putih atau legalitas.

Menurut Psikolog Klinis Dewasa, Alfath Hanifah Megawati, pernikahan adalah simbol dari komitmen bahwa Bunda akan menjadikan seseorang sebagai teman hidup. Karena itu, pernikahan memiliki makna yang lebih mendalam dari yang Bunda bayangkan.

"Teman hidup di sini berarti orang tersebut mungkin terlibat dalam bagaimana kita menjalani hidup kita, keputusan dalam hidup kita, bahkan rencana masa depan kita," katanya melalui pesan teks pada HaiBunda, baru-baru ini.

Psikolog yang akrab disapa Ega ini juga mengatakan jika teori Stenberg yang membahas cinta menyebut bahwa jika pernikahan yang sehat perlu komponen seperti komitmen, intimasi, dan gairah.

"Jika intimasi dan gairah tidak lagi ada di pernikahan, maka pernikahan akan menemukan hambatan untuk dijalani. Sangat mungkin muncul ketidaknyamanan di sana," sambungnya.

Banner Resep Menu Makanan

Nah, ketidaknyamanan dalam pernikahan menjadi salah satu faktor terbesar seseorang memutuskan untuk bercerai, Bunda. Sebelum memutuskan untuk bercerai, biasanya pasangan sudah berusaha untuk memperbaiki hubungan, namun tidak membuahkan hasil sehingga terlalu berat untuk dijalani.

Ada beberapa faktor yang membuat sebuah pernikahan menjadi tidak nyaman untuk dijalani, Bunda. Hal ini bisa terjadi karena terdapat masalah komunikasi hingga ketidakcocokan yang berujung pada konflik yang berkepanjangan.

"Ketidaknyamanan dalam pernikahan bisa terjadi jika di dalam pernikahan terdapat masalah komunikasi, kurangnya keintiman antar pasangan, adanya perselingkuhan, pasangan melakukan perilaku yang abusif, salah satu kebutuhan terbesar diri tidak lagi dapat dipenuhi oleh pasangan, ketidakcocokan yang berujung pada konflik yang terus menerus, dan sebagainya," jelas Ega.

Konflik ini bisa berujung pada perceraian. Namun untuk memutuskan bercerai sendiri tentu tidak mudah ya. Ada berbagai hal yang perlu dipertimbangkan. Klik baca halaman berikutnya, ya.

Bunda, simak juga video surat cinta Ahok untuk Veronica Tan sebelum bercerai berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]


HAL YANG PERLU DIPIKIRKAN SEBELUM GUGAT CERAI

Unhappy Couple After an Argument in the Living Room at Home. Sad Pensive Young Girl Thinking of Relationships Problems Sitting on Sofa With Offended Boyfriend, Conflicts in Marriage, Upset Couple After Fight Dispute, Making Decision of Breaking Up Get Divorced

Ilustrasi perceraian/Foto: Getty Images/PixelsEffect

1. Cari tahu masalah dan perbaiki

Sebelum pikiran tentang perceraian terlintas, Bunda pasti tahu jika ada sesuatu yang salah dalam pernikahan. Karena itu, pastikan Bunda mengetahui terlebih dahulu masalah yang sedang dihadapi.

Jika penyelesaian dan upaya untuk memperbaikinya secara mandiri tidak berhasil, Bunda bisa minta bantuan orang lain atau seorang ahli yang dipercaya. Permasalahan yang didiamkan memang akan semakin sulit untuk diselesaikan, Bunda.

"Kebanyakan pasangan datang meminta bantuan ke psikolog ketika masalah pernikahan yang dihadapi sudah menjadi besar dan ketidaknyamanan tidak lagi terbentuk," kata Ega.

2. Jangan buat keputusan dalam keadaan emosional

Ketika upaya damai tidak membuahkan hasil yang baik, maka sangat mungkin Bunda akan merasa frustrasi. Karena itu, Bunda akan memilih perceraian sebagai jalan keluar.

Dalam memutuskan perceraian, pastikan Bunda membuat keputusan tersebut saat tidak dalam keadaan emosional ya, Bunda. Konflik dengan pasangan memang membuat Bunda merasakan emosi yang intens, namun perlu juga menenangkan diri.

"Dalam kondisi tenang, kita lebih mungkin berpikir jernih dan rasional, sehingga keputusan yang kita lakukan tidak kita sesali di kemudian hari," tuturnya.

Klik baca halaman berikutnya yuk, Bunda.

PERTIMBANGKAN MATANG-MATANG

Sad pensive young girl thinking of relationships problems sitting on sofa with offended boyfriend, conflicts in marriage, upset couple after fight dispute, making decision of breaking up get divorced

Ilustrasi Perceraian/Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes

3. Pahami risikonya

Perceraian pasti memiliki dampak ya, Bunda. Dampak ini bisa saja terjadi dalam hal yang positif atau negatif. Karena itu, Bunda bisa membuat daftar tentang apa yang akan Bunda dapatkan jika Bunda memutuskan untuk bercerai atau tidak.

"Tanyakan kepada diri kita mengenai kedua hal ini, sehingga kita mempunyai pertimbangan dan mengenali risiko yang mungkin kita hadapi jika kita memutuskan untuk lanjut ataupun pasca perceraian," kata ibu dua anak ini.

Satu hal yang perlu Bunda ingat, jangan memutuskan cerai karena orang lain menyarankannya atau karena orang lain juga melakukannya ya, Bunda. Namun, ambil keputusan saat Bunda sudah cukup yakin dan menjadikan perceraian sebagai keputusan yang terbaik.

4. Dukungan orang terdekat

Memutuskan bercerai atau tidak bukanlah suatu hal yang mudah, yang bisa Bunda hadapi sendirian. Bunda butuh keberanian karena ini adalah salah satu keputusan besar bagi hidup.

Bunda bisa mendapatkan energi tambahan dari orang-orang yang mendukung Bunda. Bisa juga minta masukan sebelum akhirnya memutuskan untuk bercerai.

"Dengan adanya support system, kita bias mendapatkan energi tambahan, validasi atau dukungan, dan masukan sebelum akhirnya memutuskan bercerai," tutupnya.


(mua/kuy)
Loading...

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda