sign up SIGN UP search


moms-life

COVID-19 Varian Delta Kian Mengancam, Ini Ciri Orang yang Paling Rentan Terinfeksi

Annisa Afani Minggu, 18 Jul 2021 08:15 WIB
The covid-19 vaccine is injected into a young woman's hand. Ilustrasi COVID-19/Foto: Getty Images/iStockphoto/fpphotobank
Jakarta -

Dalam perkembangan penanganan virus COVID-19, saat ini varian Deltan menjadi yang paling mengkhawatirkan. Ini karena varian virus tersebut dapat menyebar dan menularkan pada orang baru dengan cepat dibandingkan varian Alpha maupun virus COVID-19 yang pertama kali ditemukan di China pada 2019.

Lebih lanjut, sejumlah data juga menunjukkan bahwa virus Delta ini lebih mudah menginfeksi orang tertentu, Bunda. Data ini pun mendapati ciri orang rentan.

Mengutip CNNIndonesia, data terbaru dari Public Health England menunjukkan bahwa varian Delta saat ini merupakan virus COVID-19 yang dominan di Inggris. Bahkan, jumlah kasus mencapai 95 persen, lho.


Untuk mengantisipasi dan lebih waspada, berikut ciri orang yang rentan tertular COVID-19 varian Delta:

  1. Orang yang berusia lebih muda
  2. Orang yang belum atau tidak divaksin
  3. Orang yang baru divaksin sebagian atau dosis vaksin belum lengkap
Banner Nafkah Mutia Ayu

Studi ini juga menemukan bahwa orang tua berusia di atas 50 tahun jadi yang paling berisiko meninggal dunia dari infeksi virus COVID varian Delta. Data ini didapat setelah menganalisis 92.029 kasus pada Februari hingga pertengahan Juni lalu.

Sekitar 83 ribu kasus terjadi pada orang berusia di bawa 50 tahun. Mayoritas atau sekitar 53 ribu orang belum divaksin. Pada kelompok yang tidak divaksinasi, sebagian besar atau 52 ribu kasus terjadi pada usia di bawah 50 tahun.

Hanya 976 kasus terjadi pada usia di atas 50 tahun. Namun, kematian tertinggi yakni 117 terjadi pada kelompok usia di atas 50 tahun.

"Studi baru-baru ini dari Inggris menunjukkan bahwa anak-anak dan orang dewasa di bawah 50 tahun 2,5 kali lebih mungkin terinfeksi Delta," kata dokter spesialis anak Yale Medicine Inci Yildirim, dikutip dari situs Yale Medicine.

TERUSKAN MEMBACA KLIKĀ DI SINI.

(AFN)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi