HaiBunda

MOM'S LIFE

Kasus COVID-19 di Indonesia Menurun, Lembaga AS Prediksi Tak Ada Gelombang 3

Mutiara Putri   |   HaiBunda

Jumat, 26 Nov 2021 14:05 WIB
Ilustrasi COVID-19 Gelombang 3/Foto: iStock
Jakarta -

Akhir-akhir ini kasus positif COVID-19 di Indonesia semakin menurun, Bunda. Meski begitu, pemerintah tetap mengantisipasi adanya pelonjakan kasus di akhir tahun selama libur Natal dan tahun baru.

Karena hal itu, pemerintah akan menerapkan kebijakan PPKM level 3 di seluruh wilayah Indonesia. Kebijakan ini tentunya diterapkan sepanjang masa liburan karena suasana liburan kali ini masih berada dalam situasi pandemi COVID-19.

Keputusan ini diungkapkan langsung oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, beberapa waktu lalu, Bunda.


"Selama libur Nataru, seluruh Indonesia akan diberlakukan peraturan dan ketentuan PPKM Level 3," katanya.

Muhadjir juga mengatakan bahwa pemerintah memang sengaja membuat kebijakan ini. Bukan tanpa alasan, hal ini bertujuan mencegah adanya lonjakan kasus COVID-19.

Meski begitu, lembaga penelitian kesehatan global independen asal Washington University, Amerika Serikat, Institute of Health Metrics and Evaluation (IHME), telah memprediksi bahwa Indonesia tidak akan diamuk gelombang 3 COVID-19, Bunda. Menurut perhitungan mereka, kasus Corona di Indonesia tetap rendah di bulan Desember 2021 hingga Maret 2022 mendatang.

Proyek IHME ini menunjukkan bahwa kasus harian COVID-19 di Indonesia per Desember berada di kisaran 3 ribu hingga 4 ribu kasus, Bunda. Untuk Januari mendatang, kasusnya akan menurun di seribu hingga dua ribu kasus, dan melandai hingga Maret 2022 menjadi 900-an kasus per hari.

Puncak kasus: 1,5 juta orang

Grafik IHME sebelumnya telah memprediksi puncak kasus COVID-19 di Indonesia terjadi pada bulan Juli 2021 yang lalu. Dalam catatan, diprediksi ada lebih dari 1,5 juta orang yang positif COVID-19, Bunda.

Hal ini berbeda jauh dengan catatan yang diprediksi oleh pemerintah. Disebutkan bahwa punya kasus terjadi pada 15 Juli dengan mengonfirmasi ada sekitar 56.757 kasus baru.

Kementerian Kesehatan RI kemudian membenarkan adanya perbedaan jumlah orang yang positif COVID-19 dengan kasus yang berhasil diidentifikasi, Bunda. Bahkan, jumlah sebenarnya bisa 4 kali lipat dari angka yang dilaporkan.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi menyebut perkiraan ada sekitar 16 juta orang di Indonesia yang sebenarnya sudah positif COVID-19, Bunda. Ia juga mengatakan seroprevalensi Indonesia menunjukkan angka prevalensi COVID-19 sekitar 14 persen.

"Jadi, kalau kita lihat jumlah penderita COVID-19 terkonfirmasi ya jika sekarang ini dilaporkan sekitar 4 juta itu kemungkinan bisa sekitar 15 atau 16 juta sebenarnya," sambungnya.

IHME juga memperkirakan lonjakan kasus COVID-19 rawat inap di beberapa bulan ke depan nih, Bunda. TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

(mua/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kabar Terbaru Enzy Storia: Gabung Organisasi Dharma Wanita di Amerika Serikat

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Pasangan yang Kuat Secara Mental, Sering Ucap 7 Kalimat Ini Menurut Pakar

Mom's Life Arina Yulistara

Hati-hati Bun! Ini 5 Makanan yang Bisa Rusak Fungsi Ginjal

Mom's Life Amira Salsabila

Bukan Sekadar Percaya Diri, Ini 8 Ciri Kepribadian Orang Berkarisma Tinggi

Mom's Life Annisa Karnesyia

5 Contoh Hidup Rukun di Sekolah Lengkap dengan Manfaat dan Penjelasannya

Parenting Annisya Asri Diarta

14 Jenis Cacat Lahir yang Berkaitan dengan Kesalahan Diagnosis Medis, Bunda Perlu Tahu

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ashanty Lulus S3 Unair dengan Predikat Sangat Memuaskan, Dapat Dukungan Anak & Suami

14 Jenis Cacat Lahir yang Berkaitan dengan Kesalahan Diagnosis Medis, Bunda Perlu Tahu

5 Contoh Hidup Rukun di Sekolah Lengkap dengan Manfaat dan Penjelasannya

Ciri Pasangan yang Kuat Secara Mental, Sering Ucap 7 Kalimat Ini Menurut Pakar

Hati-hati Bun! Ini 5 Makanan yang Bisa Rusak Fungsi Ginjal

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK