HaiBunda

MOM'S LIFE

Penelitian Buktikan Kualitas Sperma Pria Penyintas COVID-19 Menurun selama 3 Bulan Bun

Mutiara Putri   |   HaiBunda

Kamis, 23 Dec 2021 18:35 WIB
Ilustrasi kualitas sperma pria/Foto: iStock
Jakarta -

Karena COVID-19 merupakan virus yang mampu bermutasi dengan cepat dan dapat membuat perubahan yang besar, banyak ahli yang melakukan penelitian akan hal ini, Bunda.

Yang terbaru, sebuah penelitian mengungkapkan setidaknya ada 14 jenis masker yang beredar sejak masa pandemi. Selain itu, ada pula penelitian yang menemukan bahwa pria yang terinfeksi virus Corona bisa mengalami penurunan kualitas sperma hingga tiga bulan lamanya.

Sudah dua tahun lamanya dunia dilanda masa pandemi akibat virus COVID-19, Bunda. Sejak saat itu, masyarakat dunia harus merubah kebiasaan hidup mereka dengan kebiasaan yang baru.


Kini, setiap orang yang keluar rumah diwajibkan untuk menggunakan masker, menjaga jarak, serta selalu melakukan sanitasi baik mencuci tangan maupun menggunakan hand sanitizer.

Sebelumnya, sebuah penelitian mengungkapkan setidaknya ada 14 jenis masker yang beredar sejak masa pandemi. Namun, ternyata tidak semua masker memiliki kualitas yang baik untuk pencegahan COVID-19.

Berdasarkan penelitian, masker yang paling efektif untuk digunakan sebagai perlindungan dari virus COVID-19 adalah masker N95 tanpa katup. Risiko penularannya dan penyebaran dropletnya adalah 0,1 persen. Masker ini sering digunakan petugas kesehatan garis depan, khususnya yang menangani pasien COVID-19, Bunda.

Setelahnya, masker bedah menempati posisi kedua. Sementara itu, masker berbahan polipropilen dan katun berada di posisi ketiga.

Di bawahnya, ada masker kain katun dua lapis. Versi ini masih lebih baik daripada masker kain katun satu lapis dengan pengikat tali di kepala dan telinga.

Tak hanya masker, baru-baru ini, sebuah studi mengungkapkan pria yang terinfeksi virus Corona bisa mengalami penurunan kualitas sperma hingga tiga bulan lamanya, lho, Penelitian ini juga dilakukan oleh akademisi lokal pada sekitar 120 pria di Belgia.

Hasilnya, studi ini menunjukkan bahwa air mani (semen) tidak bisa menularkan COVID-19. Maka dari itu, COVID-19 juga tidak bisa ditularkan melalui hubungan seksual.

Meski begitu, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa sperma dari pria penyintas COVID-19 mengalami penurunan kualitas. Hal ini membuat kinerja sperma jadi kurang optimal.

Para peneliti dari studi yang lain juga memperkirakan kadar sperma baru bisa kembali normal setelah tiga bulan lamanya.

"Parameter kualitas sperma rusak parah ketika dinilai selama bulan pertama (infeksi). Namun, kondisinya 'hampir normal' setelah dua bulan kemudian," kata para peneliti yang dikutip dari Sky News.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

(mua/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bisakah Sperma pada Laki-Laki Habis? Ini Faktanya, Bun

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kisah Cynthia Lamusu & Surya Saputra Pindah ke Rumah Sederhana hingga Terapkan Frugal Living

Mom's Life Amira Salsabila

Ciri Orang yang Mudah Disukai, Ternyata Sering Mengucapkan 11 Kalimat Ini

Mom's Life Amira Salsabila

Bolehkah Aqiqah Anak Digabungkan dengan Kurban saat Idul Adha?

Parenting Tim HaiBunda

5 Artis yang Pilih Tinggal di Yogyakarta, Suasananya Lebih Adem

Mom's Life Angella Delvie & Muhammad Prima Fadhillah

Pasca Melahirkan, Ibu Butuh Waktu 5 Bulan untuk Pulihkan Kesehatan Mental

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Teknik Marmet, Cara Memerah ASI dengan Tangan agar Lebih Efektif

Ciri Orang yang Mudah Disukai, Ternyata Sering Mengucapkan 11 Kalimat Ini

Bolehkah Aqiqah Anak Digabungkan dengan Kurban saat Idul Adha?

Pasca Melahirkan, Ibu Butuh Waktu 5 Bulan untuk Pulihkan Kesehatan Mental

Kisah Cynthia Lamusu & Surya Saputra Pindah ke Rumah Sederhana hingga Terapkan Frugal Living

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK