Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Varian COVID-19 XBB Diperkirakan Melonjak setelah Musim Liburan, Waspada ya Bun

Tim Haibunda   |   HaiBunda

Senin, 24 Oct 2022 13:47 WIB

Front view of family with two small daughters on trip outdoors in nature, wearing face masks.
Varian COVID-19 XBB Diperkirakan Melonjak setelah Musim Liburan, Waspada ya Bun/Foto: Getty Images/iStockphoto/Halfpoint
Jakarta -

Walaupun jumlah kasus COVID-19 di Indonesia pada Juli-Agustus 2022 menurun dari tahun sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau agar masyarakat tetap waspada karena varian baru XBB telah masuk ke Indonesia.

Varian ini diketahui telah memicu kenaikan kasus di Singapura sampai 6.000 konfirmasi positif per hari.

Masyarakat diminta waspada karena kasus terpapar virus ini biasanya melonjak pasca-musim libur, apalagi tak lama lagi kita akan menghadapi awal tahun 2023, usai libur Natal dan Tahun Baru.

"Ujiannya nanti akan kita lihat di awal tahun depan karena beberapa varian baru seperti BA.2.7.5 sudah terjadi di India,'' ujar Menkes seperti dilansir situs resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Sabtu (22/10/2022).

Indonesia, imbuh dia, diuntungkan karena vaksinasi di Indonesia sangat baik. Sudah 440 juta dosis disuntikkan ke lebih dari 204 juta orang, sehingga imunitas warga RI dinilai baik.

"Ditambah lagi protokol kesehatan di Indonesia relatif lebih konservatif. Masyarakat masih terbiasa memakai masker, sementara negara-negara lain sudah membuka masker dan itu sebabnya terjadi kenaikan yang cukup tinggi seperti di Singapura," katanya.

"Mudah-mudahan nanti di Januari-Februari 2023 kita bisa mencegah kenaikan kasus dengan baik seperti di bulan Juli-Agustus tahun ini. Sehingga, Indonesia akan menjadi salah satu dari sedikit negara di dunia yang selama 12 bulan berturut-turut tidak mengalami ada lonjakan kasus," tambah Menkes.

Varian baru XBB cepat menular

Juru Bicara COVID-19 Kemenkes dr M Syahril menambahkan, Varian XBB menyebabkan lonjakan kasus COVID-19 yang tajam di Singapura, diiringi dengan peningkatan tren perawatan di rumah sakit.

"Peningkatan kasus gelombang XBB di Singapura berlangsung cepat dan sudah mencapai 0,79 kali gelombang BA.5 dan 0,46 kali gelombang BA.2," kata Syahril.

Sejak pertama kali ditemukan, sebanyak 24 negara melaporkan temuan Omicron varian XBB termasuk Indonesia.

Kasus pertama XBB di Indonesia merupakan transmisi lokal, terdeteksi pada perempuan, berusia 29 tahun yang baru saja kembali dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI. 

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Saksikan juga yuk video tentang 5 makanan yang perlu dihindari agar tak muda terkena Omicron

[Gambas:Video Haibunda]



(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda