MOM'S LIFE
Konsultasi Psikologi Pernikahan: Tanda Bunda dan Suami Butuh hingga Biaya Konsul
Amira Salsabila | HaiBunda
Sabtu, 10 Dec 2022 14:17 WIBAda banyak alasan mengapa beberapa pasangan mengalami perselisihan dalam hubungan rumah tangganya. Mulai dari komunikasi, keuangan, hingga kontribusi yang diberikan satu sama lain. Untuk memperbaikinya, tidak jarang orang memilih untuk datang ke konsultasi psikologi pernikahan.
Konsultasi psikologi pernikahan adalah sejenis psikoterapi yang dapat membantu menyelesaikan konflik antara pasangan. Selain itu, ini juga dapat meningkatkan hubungan mereka.
Konsultasi ini biasanya dilakukan oleh kedua pasangan, tetapi terkadang salah satu pasangan mungkin memilih untuk menjalaninya sendirian.
Masalah utama yang biasanya dibawa pasangan ke terapi psikolog ini adalah tingkat konflik yang tinggi dan meningkatkan jarak satu sama lain. Apa pun penyebabnya, yang terbaik adalah mengatasi masalah ini lebih cepat.
Melansir dari laman Forbes Health, penelitian menunjukkan bahwa terapi pasangan berdampak positif pada 70 persen dari mereka yang menerima pengobatan ini, lho, Bunda.
Mengenal konsultasi psikologi pernikahan
Setiap tahun, ribuan pasangan di seluruh dunia beralih ke konsultasi psikologi pernikahan untuk menyelesaikan masalah mereka. Salah satu keuntungan dari konsultasi ini adalah dapat membantu mengidentifikasi pola dalam hubungan yang mengarah pada masalah.
Sementara itu, pasangan juga dapat belajar bagaimana tindakan dan reaksi mereka mempengaruhi orang lain.
Konsultasi psikologi pernikahan adalah jenis konseling bersama di mana pasangan mencari bantuan, biasanya karena masalah hubungan. Ini berbeda dari jenis terapi lainnya karena ada dua individu yang sudah menikah dan terlibat dalam kondisi yang kurang baik.
Baca Juga : 3 Tips Memperbaiki Hubungan dengan Pasangan |
Secara umum, konsultasi ini dimaksudkan untuk membantu pasangan memahami dan menyelesaikan konflik untuk memperbaiki hubungan mereka.
Konsultasi ini juga dimaksudkan untuk memberi pasangan alat untuk berkomunikasi dengan lebih banyak kasih sayang dan lebih sedikit rasa takut sambil belajar bagaimana memecahkan masalah dan menangani konflik dengan cara yang sehat.
Bagaimana cara kerja konsultasi psikologi pernikahan?
Konselor Bunda mungkin akan mulai dengan serangkaian pertanyaan dasar, bersamaan dengan kalimat "Apa yang membawa Anda ke sini?"
Meski pertanyaannya mungkin tampak sederhana, ada baiknya meluangkan waktu untuk menyiapkan jawaban untuk pertanyaan seperti ini.
Konselor juga akan menanyakan riwayat Bunda dan mengharapkan Bunda serta pasangan untuk berkata sejujur-jujurnya, terbuka, dan banyak bicara dalam sesi konsultasi tersebut. Tergantung pada situasinya, konselor mungkin ingin berbicara dengan baik secara terpisah maupun bersama-sama.
Setelah diskusi awal, konselor mungkin memberi Bunda umpan balik dan merekomendasikan rencana perawatan. Itu dilengkapi dengan alat untuk komunikasi yang lebih baik, menegosiasikan perbedaan dan bahan membantu berbedat dengan cara yang lebih baik.
Tanda pasangan butuh konsultasi psikologi pernikahan
Pasangan yang menghadapi masalah dalam rumah tangganya dan ingin mengatasi masalah tersebut secara efektif dapat menggunakan konseling untuk mendapatkan bantuan.
Itu dilakukan ketika pasangan merasa bahwa pernikahan mereka berada di ambang kehancuran dan mereka dapat melakukannya dengan bimbingan seorang ahli untuk mengatasi masalah ini.
Perspektif objektif dari seorang konselor yang terlatih sering ditemukan sangat membantu dalam kasus-kasus seperti itu.
Pasangan bisa datang untuk konsultasi psikologi pernikahan jika mengalami beberapa indikator berikut ini:
- Memiliki komunikasi yang buruk dan tidak dapat menyetujui keputusan satu sama lain
- Terus-menerus berkelahi atau bertengkar
- Tidak mampu memecahkan masalah bersama atau mengambil keputusan yang tidak seimbang
- Memiliki masalah dengan kepercayaan
- Merasakan kurangnya koneksi, secara emosional dan fisik
- Mengalami masalah seksual atau tidak berhubungan seks sama sekali
- Memiliki ketidaksepakatan dalam gaya hidup atau tujuan hidup
- Salah satunya terlibat dalam perselingkuhan
- Mengalami hari-hari yang lebih sulit bersama daripada hari-hari yang damai dan menyenangkan.
Hal yang perlu diperhatikan dalam konsultasi psikologi pernikahan
Konsultan psikologi pernikahan dan keluarga adalah praktisi kesehatan mental dengan gelar master atau doktoral serta pelatihan khusus yang mencakup setidaknya dua tahun atau 3.000 jam pengalaman klinis.
Konsultan psikologi pernikahan dapat ditemukan di klinik kesehatan, praktik swasta, layanan keluarga, dan institusi lainnya. Selain mencari konsultan psikologi pernikahan yang tepat, penting juga untuk kerja sama dengan anggota keluarga yang dipercayai.
Melansir dari laman Psychology Today, berikut adalah beberapa pertanyaan yang dapat Bunda ajukan kepada konsultan psikologi pernikahan untuk memastikan, konsultan ini adalah pilihan yang tepat:
- Bagaimana mereka dapat membantu pasangan dengan memecahkan masalahnya?
- Pernahkah mereka mengatasi masalah yang sama sebelumnya?
- Bagaimana proses mereka dalam mengatasi masalah tersebut
- Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjalani konsultasi ini?
Biaya yang dibutuhkan untuk konsultasi psikologi pernikahan
Setiap kota memiliki biaya yang bervariasi untuk konsultasi psikologi pernikahan. Di DKI Jakarta, biaya konsultasi psikologi pernikahan berkisar mulai dari Rp250 ribu sampai Rp1 juta. Sementara itu, untuk daerah Bandung, Jawa Barat, biaya konsultasi yang dibutuhkan berkisar mulai dari Rp300 ribu sampai Rp600 ribu. Selain itu, untuk daerah Surabaya, biaya konsultasinya dikenakan mulai dari Rp250 ribu sampai Rp450 ribu.
Nah, itulah beberapa hal yang perlu Bunda ketahui dari konsultasi psikologi pernikahan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda, yuk, download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.
Saksikan juga video 3 manfaat lakukan sleep call yang ada di bawah ini, ya, Bunda.
(asa)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Tak Hanya Fisik Bun, Kesehatan Mental Juga Penting Dijaga Saat Pandemi
4 Alasan Orang Tua Perlu Periksa Kesehatan Mentalnya, Bunda Perlu Tahu
Bunda Perlu Tahu, Ini Trik Sederhana Usir Stres Saat di Rumah
Anniversary Mommies Daily ke-10 Ajak Bunda Lebih Peduli Kesehatan Mental
TERPOPULER
Suami Mudik ke Indonesia usai Lama di AS, Terry Putri Ajak Cicip Kuliner Legendaris Bandung
Thailand Menjelma Jadi Pusat Fertilitas Asia, Destinasi Favorit untuk Program Hamil
Ketahui Cara Perpanjangan KIA Anak Secara Online, Apa Saja Syaratnya?
4 Tipe Ayah yang Terlihat Hadir, tetapi Sebenarnya Jauh dari Anak
7 Ciri Orang yang Pendiam di Awal, tapi Punya Sisi Menarik saat Sudah Akrab
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Tripod HP Terbaik untuk Bikin Konten, Foto, dan Video
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Coffee Machine Terbaik untuk Bikin Kopi ala Kafe di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Catokan Pelurus Rambut Terbaik untuk Styling Praktis di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Pink Anti Lengket & Awet, Koleksi Cantik Bikin Semangat Masak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Prasmanan Stainless Satu Set Terbaik dan Awet
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Resep Mango Sago Creamy dan Segar, Dessert Mangga Kekinian yang Mudah Dibuat
Ketahui Cara Perpanjangan KIA Anak Secara Online, Apa Saja Syaratnya?
Suami Mudik ke Indonesia usai Lama di AS, Terry Putri Ajak Cicip Kuliner Legendaris Bandung
Thailand Menjelma Jadi Pusat Fertilitas Asia, Destinasi Favorit untuk Program Hamil
4 Tipe Ayah yang Terlihat Hadir, tetapi Sebenarnya Jauh dari Anak
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Cara Layering Base Makeup Biar Hasil Rata dan Tidak Menumpuk
-
Beautynesia
6 Potret Menawan Xu Ruohan Pemain Serial Drama China The Lament of Autumn
-
Female Daily
adidas Adizero Adios Pro 5 Resmi Hadir di JRF 2026, Lebih Ringan dan Punya Teknologi Karbon Terbaru!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Kulit Mayat Orang Amerika Jadi Bahan Skinbooster, Picu Kontroversi
-
Mommies Daily
Anak Remaja Mau Ikut Halloween Party? Jangan Langsung Bilang Iya, Ini 7 Hal yang Perlu Dibicarakan!