HaiBunda

MOM'S LIFE

Mengejutkan! Penelitian Sebut Korban Perselingkuhan Lebih Bahagia daripada Pasangannya

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Kamis, 15 Dec 2022 15:41 WIB
Penelitian Sebut Korban Perselingkuhan Lebih Bahagia daripada Pasangannya/Foto: Getty Images/iStockphoto/mkitina4
Jakarta -

Pernahkah Bunda menjadi korban perselingkuhan? Ini mungkin menjadi pengalaman yang menyakitkan bagi beberapa orang. Namun, siapa sangka? Bahwa korban perselingkuhan ternyata akan jauh lebih bahagia daripada pasangannya.

Perselingkuhan adalah bentuk ketidaksetiaan seseorang terhadap pasangan. Meski perilaku ini bisa terjadi karena beberapa alasan, para pelaku perselingkuhan justru akan mengalami penurunan tingkat kebahagiaan, Bunda.

Lalu, mengapa korban perselingkuhan akan lebih bahagia dibandingkan pasangannya yang selingkuh? Simak penjelasannya berikut ini, ya, Bunda.


Studi sebut korban perselingkuhan lebih bahagia dari pasangannya

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Tilburg, Belanda, menunjukkan bahwa korban perselingkuhan cenderung memiliki kondisi well-being yang lebih baik daripada pasangannya yang selingkuh.

Menurut American Psychological Association (APA), well-being adalah keadaan individu yang digambarkan dengan adanya rasa bahagia, kepuasan, tingkat stres yang rendah, sehat secara fisik dan mental, serta kualitas hidup yang baik.

Penelitian tersebut telah mengamati sekitar 1.000 orang dewasa yang telah menjalani hubungan rata-rata 8 tahun. Sebanyak 947 orang yang terdiri dari 609 pelaku perselingkuhan dan 338 korban, dilibatkan dalam penelitian ini.

Setiap orang yang menjalani hubungan tersebut adalah mereka yang telah berkomitmen dan pernah mengalami perselingkuhan. Sementara itu, kelompok lain yang tidak pernah mengalami perselingkuhan dicocokkan dengan mereka.

Kemudian, para peneliti melacak well-being setiap orang menggunakan sistem pelaporan diri, termasuk keadaan psikologis secara keseluruhan serta kepuasan hubungan.

Dari penelitian tersebut para peneliti menemukan adanya penurunan level ­well-being yang terlihat jelas sebelum perselingkuhan terjadi. Yang paling menarik dari penelitian adalah mereka menemukan penurunan well-being yang secara drastis dialami oleh para pelaku perselingkuhan, Bunda.

Penelitian yang telah dipublikasikan di jurnal Psychological Science ini menunjukkan bahwa setelah perselingkuhan terjadi, orang yang berkhianat merasa harga dirinya lebih rendah, kepuasan hubungan yang lebih rendah, dan keintiman yang lebih rendah.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bunda, yuk, download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Saksikan juga video 4 alasan ilmiah mengapa seseorang bisa selingkuh dari pasangannya yang ada di bawah ini, ya, Bunda.

(asa/fir)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Sarwendah dan Kedua Putrinya Berlibur ke Shanghai, Berdandan ala Dracin

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Niat Puasa Nisfu Syaban: Panduan Lengkap, Keutamaan & Doa Berbuka

Mom's Life Azhar Hanifah

Niat Salat Malam Nisfu Syaban & Tata Cara Lengkap

Mom's Life Natasha Ardiah

Momen Nino Fernandez Telaten Urus Putrinya yang Baru Lahir

Parenting Nadhifa Fitrina

Ingrid Kansil & Suami Kunjungi Sang Putri Kuliah S2 di Inggris, Tinggal di Apartemen Kecil

Mom's Life Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Sarwendah dan Kedua Putrinya Berlibur ke Shanghai, Berdandan ala Dracin

Niat Puasa Nisfu Syaban: Panduan Lengkap, Keutamaan & Doa Berbuka

Niat Salat Malam Nisfu Syaban & Tata Cara Lengkap

Momen Nino Fernandez Telaten Urus Putrinya yang Baru Lahir

Ibu Hamil yang Sering Mencium Aroma Makanan Berlemak Bisa Memicu Obesitas Anak? Ini Faktanya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK