MOM'S LIFE
Kisah The Sin Nio, Pejuang Perempuan Kemerdekaan RI yang Rela Menyamar Jadi Laki-laki
Annisa A & Pritadanes | HaiBunda
Rabu, 16 Aug 2023 19:25 WIBPerjuangan kaum perempuan di masa penjajahan Belanda tak kalah gigih dari prajurit pria. Banyak dari mereka yang rela mempertaruhkan nyawa, bahkan hingga menyamar menjadi laki-laki.
The Sin Nio adalah tokoh pahlawan perempuan Tionghoa yang berasal dari Wonosobo. Ia berjuang pada masa revolusi 1945 silam.
Sin Nio merupakan satu-satunya perempuan yang bergabung dengan Kompi 1 Batalyon 4 Resimen 18 di bawah komando Soekarno, Bunda.
Degan gagah berani, ia berdiri di garda terdepan dan berjuang dengan memakai senjata sederhana berupa golok, tombak hingga bambu runcing saat melawan prajurit Belanda.
Tekad The Sin Nio untuk memperjuangkan kemerdekaan sangatlah besar. Ia bahkan sampai menyamar menjadi laki-laki agar bisa bertempur melawan penjajah. Sin Nio berpakaian seperti laki-laki dan mengganti namanya menjadi Mochamad Moeksin.
"Dulu dia (The Sin Nio) sempat menyamar sebagai laki-laki agar bisa ikut berjuang. Caranya, dengan melilit bagian dada agar terlihat sebagai laki-laki," terang Christiani, keponakan The Sin Nio, yang tinggal di Jalan Ahmad Yani Wonosobo, Senin (17/8/2020).
Waktu berlalu dan perang fisik pun usai. Di saat inilah Sin Nio mengalami nasib pilu. Upayanya untuk mengurus status veteran perang tidaklah mudah.
Untuk memperjuangkan hak tersebut, Sin Nio sampai rela tinggal seorang diri di rumah liar dekat Stasiun Kereta Api Juanda di Jakarta. Ia juga pernah menumpang hidup di Masjid kawasan Petojo.
"Dia (The Sin Nio) tinggal di rumah itu seorang diri hingga meninggal dunia. Dan sekitar satu bulan sebelum meninggal dia mengunjungi keponakannya di Jakarta. Memang sering berkunjung keponakannya ini yang di Jakarta. Tetapi tidak pernah mau menginap, hanya sekadar minum kopi dan cerita-cerita kemudian pulang," kenang Christiani.
Cerita serupa juga disampaikan Suwarsih, menantu Sin Nio, "Rumahnya sangat kecil di dekat stasiun. Bahkan kalau kereta lewat rumahnya sampai getar. Karena jarak dengan rel tidak ada 5 meter," kata Suwarsih, saat ditemui di Wonosobo, Jawa Tengah, Senin (17/8/2020).
Menurut pengakuan Suwarsih, kondisi rumah Sin Nio sangat menyedihkan. Hanya ada satu ruangan di rumah itu.
Tak banyak yang tahu tentang sosok The Sin Nio, namun di mata keluarga, dia merupakan sosok perempuan yang pemberani.
"Mamah Sin ini dikenal pemberani. Orangnya juga penyayang. Pada saat setelah menikah saya ke sana, dia juga memberi nasehat banyak. Intinya agar pernikahan saya langgeng," kata dia.
Setelah hidup terlunta-lunta di Jakarta, Sin Nio baru diakui sebagai veteran menjelang akhir hayatnya, yakni 3 tahun sebelum meninggal dunia.
Bahkan setelah meninggal dunia, pihak keluarga tidak mengetahui dengan pasti apakah makam Sin Nio masih terlacak di pemakaman Layur Rawamangun.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, ahli waris diminta membayar Rp100 ribu per tiga tahun. Padahal, saat ini anak-anaknya diketahui sudah meninggal dunia.
"Karena ada aturan harus bayar Rp 100 ribu 3 tahun sekali. Dan setahu saya anaknya itu ada 3, di Wonosobo, Gombong dan Yogyakarta. Semuanya sudah meninggal dunia. Hanya ada anak mantu yang masih hidup yakni di Wonosobo dan di Gombong," terangnya.
Memilih untuk hidup seorang diri tanpa anak sudah menjadi keputusan Sin Nio. Ia menolak ajakan untuk hidup bersama mereka.
"Hidup bersama anak-anaknya juga tidak mau. Paling hanya mengunjungi keponakannya yang ada di Jakarta. Sedangkan suaminya sudah meninggal dunia lebih dulu," tuturnya.
TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Saksikan juga video tentang fakta kisah hidup Kartini:
(anm)Simak video di bawah ini, Bun:
11 Fakta Kisah Hidup Kartini, Pahlawan Emansipasi Wanita
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Aksi Heroik Cut Nyak Dhien Pimpin Pasukan Lawan Belanda usai Teuku Umar Meninggal, Rela Tinggal di Hutan
Mengenal Sosok Roehana Koeddoes, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia
Kisah Martha Christina Tiahahu, Pimpin Pasukan Lawan Belanda di Usia 17 Tahun
7 Perbedaan Pahlawan Nasional Rohana Kudus dengan RA Kartini
TERPOPULER
Ciri Orang yang Mudah Merasa Bersalah, Sering Minta Maaf hingga Ucapkan Kalimat Ini
Perayaan Ultah Amala Puti Sabai, Anak Kedua Irish Bella Bertema Demon Hunters
In This Economy, Deretan Istri Artis Ini Curhat Putar Otak Cari Uang hingga Promosikan Suami di Threads
Ingin Permintaan Cepat Diiyakan? Psikolog Ungkap 4 Kalimat Ajaib Ini
Jangan Pakai Celana Pendek dan Dress saat Naik Pesawat Menurut Pramugari, Ternyata
REKOMENDASI PRODUK
Waspada Abu Vulkanik, Ini 5 Barang Sebaiknya Dimiliki di Rumah untuk Lindungi Keluarga
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sandal Jepit Perempuan yang Stylish dan Nyaman untuk Berbagai Aktivitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Kompor Portable Terbaik untuk Dapur dan Aktivitas Outdoor
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan untuk Masak Nasi Goreng yang Bagus, Anti Lengket, dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Bibit Timun Unggul & Terbaik
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Orang yang Mudah Merasa Bersalah, Sering Minta Maaf hingga Ucapkan Kalimat Ini
Perayaan Ultah Amala Puti Sabai, Anak Kedua Irish Bella Bertema Demon Hunters
Masalah di Tempat Kerja Bikin Kesal? Jangan Langsung Diviralkan tapi Lakukan Langkah Ini
In This Economy, Deretan Istri Artis Ini Curhat Putar Otak Cari Uang hingga Promosikan Suami di Threads
Ingin Permintaan Cepat Diiyakan? Psikolog Ungkap 4 Kalimat Ajaib Ini
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Sikat Vacuum Sering Kusut Kena Bulu Hewan? Vacuum Ini Ada Teknologi Anti Tangle-nya
-
Beautynesia
4 Cara Mengenali Orang Berintegritas yang Bisa Dipercaya dari Karakternya
-
Female Daily
Sudah Pakai Lip Balm tapi Bibir Tetap Pecah-Pecah? Kenali Penyebabnya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Gaya Phoebe Bridgers yang Tuai Pujian, Tampilkan Kaki Berbulu & Ketiak Basah
-
Mommies Daily
7 Rekomendasi Mesin Cuci Hemat Listrik dan Air, Berguna In This Economy