HaiBunda

MOM'S LIFE

Diguyur Hujan, Benarkah Polusi di Beberapa Wilayah Jabodetabek Mereda?

Tim HaiBunda   |   HaiBunda

Senin, 28 Aug 2023 14:45 WIB
Diguyur Hujan, Benarkah Polusi di Beberapa Wilayah Jabodetabek Mereda?/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Julia_Sudnitskaya
Jakarta -

Pada Minggu (27/8/2023) kemarin, sejumlah wilayah di Jabodetabek diguyur hujan, Bunda. Pada pukul 19:05 WIB, hujan dilaporkan makin deras di kawasan Tangerang Selatan (Tangsel).

Sementara di Kota Bogor, hujan sudah terjadi sejak pukul 16:00 WIB. Tak hanya itu, hujan di kota ini juga disertai angin kencang.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), memastikan hujan yang mengguyur wilayah Bogor, Depok, Tangerang Selatan, hingga Jakarta Selatan adalah hasil modifikasi cuaca. Pihaknya menyebut ini menjadi salah satu cara untuk mengatasi polusi udara.


"Sekarang masih musim kemarau. Hujan turun karena sedang dilakukan penerapan teknologi modifikasi cuaca (TMC)," kata Kepala BMKG Dwikorita dikutip dari detikcom, Senin (28/8).

Benarkah dapat mengatasi polusi?

Aplikasi pemantau kualitas udara Nafas, menunjukkan pagi ini Senin (28/8) pukul 06:30 WIB, wilayah DKI Jakarta sedikit membaik dibandingkan sebelumnya. Didominasi warna oranye dan kuning, artinya tidak sehat untuk kelompok sensitif dan moderat atau 'cukup baik'.

Catatan kualitas udara merah alias tidak sehat hanya dilaporkan di beberapa wilayah. Ini termasuk Cibubur, Jakarta Timur, dengan konsentrasi PM 2.5 58 dan sejumlah titik berikut:

  1. Cakung, Jakarta Timur konsentrasi PM 2.5, 57.
  2. Tanjung Priok, Jakarta Utara konsentrasi PM 2.5, 61.
  3. Ancol, Jakarta Utara konsentrasi PM 2.5, 57.
  4. Kembangan Selatan, Jakarta Barat, konsentrasi PM 2.5, 56.

Sayangnya, tren yang sama tidak terjadi di Bekasi hingga Tangerang Selatan. Berdasarkan pemantauan di periode tersebut, Bekasi melaporkan air quality index di angka 155, yakni zona merah.

Begitu juga dengan beberapa wilayah di Tangerang, seperti Kutabumi, Panunggangan Utara, Gading Serpong, Serpong, Lengkong Kulon, hingga Sampora dekat BSD, mencatat konsentrasi PM 2.5 di atas 10 kali lipat dari pedoman aman WHO.

Kualitas udara 'sedikit' baik dilaporkan di Bintaro hingga Pondok Pucung, berwarna oranye, satu level di bawah merah. Sebagai perbandingan, situs kualitas pemantau udara IQAir juga melaporkan kondisi yang tidak jauh berbeda.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis! 

(AFN/AFN)

Simak video di bawah ini, Bun:

3 Tips Menjaga Udara Bersih di Sekitar Anak agar Terhindar dari Batuk

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

Mom's Life Amira Salsabila

Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar

Parenting Nadhifa Fitrina

Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana

Mom's Life Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana

Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK