MOM'S LIFE
7 Ciri-ciri Kulit Alergi Deterjen dan Cara Mengatasinya, Perhatikan Ini
Arsitta Dwi Pramesti | HaiBunda
Minggu, 05 May 2024 07:50 WIBTahukah Bunda bahwa deterjen dapat menyebabkan alergi pada kulit? Beberapa Bunda mungkin mengalami muncul ruam merah atau rasa gatal setelah mencuci. Yuk, Bunda, ketahui ciri-ciri kulit alergi deterjen dan cara mengatasinya berikut ini.
Deterjen cuci dapat menyebabkan kulit gatal. Hal ini biasa terjadi karena Bunda alergi terhadap deterjen yang Bunda gunakan. Reaksi alergi terhadap bahan-bahan dalam deterjen cucian dapat terjadi secara tiba-tiba, meskipun merek tersebut telah Bunda gunakan selama bertahun-tahun.
Gejala dari alergi deterjen tak hanya muncul pada tangan. Pada beberapa kasus, alergi deterjen dapat memengaruhi bagian tubuh tertentu, seperti ketiak, atau menyebar ke seluruh area yang bersentuhan dengan pakaian.
Apa itu alergi deterjen?
Melansir dari Very Well Health, alergi deterjen adalah munculnya rasa gatal dan ruam merah pada beberapa bagian tubuh akibat kontak langsung dengan deterjen atau pakaian yang telah dicuci. Alergi deterjen terjadi pada beberapa Bunda yang mencuci baju atau mengenakan baju yang baru saja dicuci.
Memiliki alergi deterjen bukan berarti Bunda alergi terhadap merek deterjen tertentu. Deterjen cucian dapat menyebabkan reaksi alergi jika mengandung satu atau lebih bahan yang membuat Bunda alergi. Saat Bunda memakai pakaian yang sudah dicuci, tubuh Bunda mengalami reaksi negatif yang disebut dermatitis kontak sehingga muncul gejala alergi.
Selain masalah kulit, penelitian menunjukkan bahwa deterjen juga dapat mengiritasi sel-sel di paru-paru, yang kemungkinan menyebabkan asma atau jenis reaksi alergi lainnya.
Apa penyebab alergi deterjen?
Bunda dapat mengalami reaksi alergi terhadap deterjen yang mengandung bahan tertentu. Melansir dari Very Well Health, penyebab terbesar dari alergi deterjen adalah wewangian, bahan pengawet, dan surfaktan.
1. Wewangian
Bahan kimia pewangi ditambahkan ke deterjen untuk membuatnya harum. Namun bahan kimia tersebut dapat menimbulkan reaksi alergi. Dua bahan yang sering ditambahkan untuk membuat deterjen lebih harum adalah limonene, yang berbahan dasar jeruk, dan linalool, yang menghasilkan berbagai aroma bunga. Zat-zat ini mengeluarkan aroma ketika bercampur dengan oksigen di udara.
2. Pengawet
Pengawet ditambahkan ke deterjen untuk membantu melindungi dari kontaminasi zat lainnya. Pengawet digunakan untuk memperpanjang umur simpan deterjen dan membunuh bakteri atau jamur yang dapat menyebabkan deterjen terurai dan kurang efektif untuk membersihkan. Salah satu kelompok bahan pengawet, yang disebut paraben, mendapat banyak perhatian negatif karena dapat menimbulkan reaksi alergi. Bahan kimia ini dianggap sebagai pengganggu endokrin, yang mengganggu hormon dalam tubuh.
3. Surfaktan
Surfaktan adalah bahan lain dalam deterjen yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Zat ini membantu menghilangkan noda dan menjaga kotoran yang terlepas dari cucian ke dalam air agar tidak menempel kembali pada pakaian. Beberapa jenis surfaktan sangat membantu menghilangkan noda berbahan dasar minyak, sementara jenis lainnya berfungsi sebagai pelembut kain. Surfaktan meningkatkan efektivitas deterjen cucian, namun jika bersentuhan dengan kulit, zat ini dapat menyebabkan iritasi.
Ciri-ciri kulit alergi deterjen
Reaksi alergi terhadap deterjen sangat mirip dengan reaksi alergi terhadap zat lain, seperti poison ivy atau poison oak, yang menyebabkan dermatitis kontak. Melansir dari Very Well Health, ciri-ciri kulit alergi deterjen, di antaranya:
1. Kulit merah
Kulit kemerahan merupakan ciri paling dasar jika Bunda alergi terhadap deterjen. Ciri ini biasanya muncul setelah Bunda kontak langsung dengan deterjen atau mencuci pakaian menggunakan tangan.
Pada beberapa kulit yang sensitif, menggunakan baju yang baru saja dicuci juga dapat menyebabkan ruam merah pada kulit. Jika Bunda mengalami ciri ini, cermati produk deterjen yang digunakan, dan hindari penggunaan produk yang serupa.
2. Iritasi kulit
Setelah mendapat reaksi alergi berupa kulit kemerahan, reaksi selanjutnya yang muncul umumnya adalah iritasi kulit. Bunda akan merasa bahwa kulit yang terpapar deterjen terasa perih dan gatal. Hal ini dapat menyakitkan dan mungkin saja menganggu aktivitas.
3. Pembengkakan di daerah yang terkena
Reaksi alergi berikutnya adalah pembengkakan. Tubuh umumnya merespon alergi sebagai ancaman yang mengaktifkan imunitas untuk melawan infeksi. Hal ini menimbulkan pembengkakan pada area kulit yang terkontaminasi deterjen.
4. Kulit panas
Reaksi alergi selanjutnya adalah kulit terasa panas atau adanya sensasi terbakar. Kulit yang alergi pada deterjen akan terasa panas dan menyakitkan. Jika Bunda mengalami sensasi panas setelah mencuci atau mengenakan pakaian, periksa kembali deterjen yang digunakan dan hindari kontaminasinya ya, Bunda.
5. Kulit yang menyakitkan saat disentuh
Jika Bunda merasa kulit sakit saat bersentuhan, hal ini dapat menjadi ciri Bunda alergi terhadap deterjen. Kontak kulit dengan beberapa bahan dalam deterjen dapat mengiritasi sehingga menimbulkan rasa sakit.
6. Benjolan
Pada kasus yang ekstrem, tak hanya bengkak, kulit yang alergi terhadap deterjen akan muncul benjolan. Biasanya benjolan muncul pada beberapa bagian tangan dan terasa nyeri. Jika Bunda mendapat benjolan setelah mencuci, hal ini dapat mengindikasikan bahwa Bunda alergi terhadap salah satu kandungan deterjen yang Bunda gunakan.
7. Lepuh
Ciri-ciri alergi deterjen yang terakhir adalah melepuh. Jika rasa panas hanya membuat Bunda merasakan sensasi terbakar, ciri satu ini benar-benar membakar kulit. Bunda akan mendapati beberapa bagian kulit melepuh akibat reaksi alergi deterjen.
Ciri-ciri alergi deterjen dapat berlangsung terus-menerus jika Bunda masih terpapar alergen dan dapat berlangsung selama berminggu-minggu setelah paparan tersebut berhenti.
Mengobati reaksi alergi akibat deterjen
Ada beberapa cara yang dapat membantu mengurangi reaksi alergi akibat deterjen yang Bunda alami. Melansir dari Very Well Health, cara untuk mengobati reaksi alergi deterjen antara lain:
- Mandi oatmeal
- Mencuci area yang terkena dengan air dingin, menggunakan sabun bebas pewangi
- Bilas kulit secara menyeluruh
- Menepuk kulit hingga kering
- Mengoleskan krim atau salep pereda nyeri
- Mengenakan pakaian yang longgar
Pencegahan alergi deterjen
Meskipun Bunda tidak dapat mengontrol reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap suatu zat, Bunda dapat mengurangi risiko reaksi alergi. Melansir dari Healthline, beberapa cara untuk mencegah alergi deterjen di antaranya:
1. Gunakan produk yang bebas dari jenis alergen yang paling umum
Carilah produk yang berlabel "hipoalergenik" atau jenis yang dibuat khusus untuk kulit sensitif. Gunakan produk ini untuk mencuci pakaian dan seprai ya, Bun.
2. Kurangi penumpukan deterjen di pakaian
Pilih deterjen cair dibandingkan deterjen bubuk. Deterjen cair cenderung meninggalkan lebih sedikit residu setelah dicuci.
3. Jangan menggunakan deterjen terlalu banyak
Gunakan deterjen hanya sejumlah yang disarankan dan bilas hingga bersih. Terutama jika Bunda mencuci pakaian menggunakan tangan. Pertimbangkan untuk menggunakan opsi bilas pada mesin agar mengurangi paparan deterjen lebih lanjut.
4. Perhatikan produk yang digunakan
Setelah Bunda mendapat diagnosis alergi deterjen, bagian terpenting dalam menangani kondisi Bunda adalah menghindari apa pun yang mengandung alergen. Hal ini mungkin mengharuskan Bunda mengganti deterjen cucian dan/atau produk pembersih lainnya. Bunda juga harus memperhatika produk deterjen yang digunakan saat mencuci pakaian di laundry atau meminta orang lain untuk mencucinya.
Bunda, itulah ciri-ciri kulit alergi deterjen dan cara mengatasinya. Perhatikan produk deterjen yang Bunda gunakan ya. Semoga bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fia/fia)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Bahan Alami untuk Mengecilkan Pori-pori Wajah, Auto Glowing Bun!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Wajah Alergi Sunscreen? Kenali Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
7 Bahan Skincare yang Harus Dihindari Bunda Pemilik Kulit Sensitif
Setelah Facial Dilarang Olahraga, Mitos atau Fakta
Penjelasan Jessica Iskandar soal Alergi di Wajahnya
TERPOPULER
5 Potret Farah Labita Putri Ferdy Hasan, Jadi Lulusan S2 Terbaik di Universitas Cambridge
11 Resep Bakwan Sayur hingga Jagung yang Renyah dan Gurih
50 Nama Bayi Islam yang Artinya Anugerah untuk Anak Perempuan dan Laki-laki
Bukan Cuma Menabung, Psikolog Ungkap Cara Membentuk Anak Bijak soal Uang Sejak Kecil
Cerita Haru Al Ghazali Dampingi Alyssa Daguise Melahirkan, Beri Pesan Ini Buat Para Suami
REKOMENDASI PRODUK
10 Panci Presto Terbaik untuk Memasak Beragam Makanan Cepat & Mudah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Vacuum Cleaner Wet and Dry, Sedot Debu Sekaligus Mengepel Lantai
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Wajan Penggorengan Stainless Steel Bahan Tebal & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Highlighter & Contour Stick Terbaik, Mudah Dipakai Cocok untuk Pemula
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Buku untuk Ibu Hamil yang Berikan Banyak Tips Bermanfaat
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Bayi Terpapar Polusi sejak di Kandungan Lebih Berisiko Alami Speech Delay
Bukan Cuma Menabung, Psikolog Ungkap Cara Membentuk Anak Bijak soal Uang Sejak Kecil
11 Resep Bakwan Sayur hingga Jagung yang Renyah dan Gurih
Kisah Pria di Tangerang Nyaris Lumpuh Akibat Saraf Kejepit
5 Potret Farah Labita Putri Ferdy Hasan, Jadi Lulusan S2 Terbaik di Universitas Cambridge
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Apa Itu Fitur Instant Instagram? Begini Cara Pakainya
-
Beautynesia
4 Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Membuat Anak Mudah Overthinking dan Cemas
-
Female Daily
Koleksi Musim Panas PEDRO Tampilkan Inspirasi Gaya Rileks yang Elevated
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Fenomena Oplas di Kalangan Tentara Gen Z Korea, Picu Perdebatan di Militer
-
Mommies Daily
17 Cafe dengan Meeting Room di Jabodetabek, Bisa WFC dan Meeting Kantor