HaiBunda

MOM'S LIFE

Bunda Lebih Sering Migrain setelah Menikah? Ternyata Ini Penyebabnya...

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 14 Jun 2024 10:40 WIB
Bunda Lebih Sering Migrain setelah Nikah? Ini Kata Dokter/Foto: Getty Images/staticnak1983
Jakarta -

Migrain adalah sakit kepala yang bisa menyebabkan nyeri berdenyut parah atau sensasi berdenyut, biasanya pada satu sisi kepala. Seringkali disertai mual, muntah, dan kepekaan ekstrem terhadap cahaya dan suara.

Serangan sakit kepala ini bisa berlangsung selama berjam-jam hingga berhari-hari, dan rasa sakitnya bisa sangat parah hingga mengganggu aktivitas Bunda sehari-hari.

Usut punya usut, ternyata migrain menjadi penyebab disabilitas nomor dua pada perempuan maupun laki-laki, yang berdampak penurunan kualitas hidup pada pengidapnya.


Indonesia menjadi salah satu negara tertinggi penyumbang kasus migrain di dunia. Berdasarkan data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) 2019, Indonesia menduduki peringkat keempat penyumbang kasus migrain di dunia dengan total kasus sebanyak 3,5 juta orang.

Ada juga prevalensi migrain lebih banyak diidap oleh kelompok usia 30 hingga 39 tahun. Terlebih lagi, kondisi ini lebih banyak dialami oleh perempuan daripada laki-laki karena berkaitan dengan faktor hormon.

“Prevalensi wanita 18,9 persen sementara laki-laki 9,8 persen,” ujar Spesialis Neurologi, Dr dr Restu Susanti, SpN, SubspNN (K) M Biomed, dikutip dari laman detikcom, Jumat (14/6/2024).

Apabila berdasarkan status, Restu mengatakan kasus mirgain ini lebih banyak ditemukan pada perempuan yang sudah menikah dibandingkan dengan yang belum menikah, Bunda. Ia pun menambahkan bahwa hal in bisa berdampak negatif terhadap hubungan perkawinan dan pengasuhan anak-anak.

“Di Iran dilaporkan tiga kali lebih sering pada wanita yang sudah menikah daripada belum menikah, di China juga seperti itu dari laporannya. Jadi, kalau kita baca di sini, ini bukan faktor risiko, nanti orang tidak mau menikah, tapi trigger kondisi-kondisi pernikahan,” ungkapnya.

Meski begitu, Restu mengatakan menikah bukan sebagai faktor risiko penyakit migrain, melainkan sebagai sebuah trigger dari faktor risiko stres, salah satu penyebab kondisi tersebut, Bunda.

“Menikah bukan faktor risiko untuk migrain. Tapi status pernikahan memang keluhan kejadian migrain banyak ditemukan pada wanita yang sudah menikah,” ujar Restu.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Buah yang Perlu Dihindari Penderita Asam Urat, Salah Satunya Apel

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Marshanda Ungkap Sisi Manis Ben Kasyafani ke Anak, Tak Ingin Sienna Fatherless

Mom's Life Annisa Karnesyia

Ciri Kepribadian Orang yang Tak Mau Mengangkat Telepon dari Nomor Tak Dikenal

Mom's Life Melly Febrida

Bukan Pola Asuh, Studi Terbaru Temukan Risiko Autisme pada Anak Disebabkan Genetik

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Cara Mengenali Anak yang Terlalu Sensitif, Ada 2 Tanda yang Perlu Diketahui Orang Tua

Parenting Azhar Hanifah

Pulang dari Australia, Rini Yulianti Langsung Kumpul dan Kompak Lari Bareng Ririn Ekawati

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

150 Nama Bayi Terinspirasi dari Alam Semesta dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan

Marshanda Ungkap Sisi Manis Ben Kasyafani ke Anak, Tak Ingin Sienna Fatherless

Bukan Pola Asuh, Studi Terbaru Temukan Risiko Autisme pada Anak Disebabkan Genetik

Ciri Kepribadian Orang yang Tak Mau Mengangkat Telepon dari Nomor Tak Dikenal

Cara Mengenali Anak yang Terlalu Sensitif, Ada 2 Tanda yang Perlu Diketahui Orang Tua

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK