HaiBunda

MOM'S LIFE

Muncul Benjolan Keras seperti Tulang di Belakang Telinga, Berbahayakah?

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Kamis, 04 Jul 2024 21:40 WIB
Muncul Benjolan Keras seperti Tulang di Belakang Telinga, Berbahayakah?/Foto: iStock

Munculnya benjolan di belakang telinga yang keras seperti tulang mungkin menimbulkan rasa khawatir. Meski demikian, tidak semua benjolan di belakang telinga berbahaya. Ada berbagai kemungkinan penyebab benjolan tersebut dan beberapa di antaranya tidak berbahaya.

Benjolan di belakang telinga bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk jerawat, kista, dan infeksi. Pembengkakan kelenjar getah bening dan kanker tertentu juga bisa menyebabkan benjolan.

Dalam beberapa kasus, benjolan tersebut mungkin tidak menimbulkan gejala lain dan bisa hilang dengan sendirinya. Namun tergantung penyebabnya, perawatan medis mungkin juga diperlukan.


Mengutip dari Medical News Today, berikut beberapa kemungkinan penyebab benjolan keras seperti tulang di belakang telinga.

Penyebab Benjolan Keras di Belakang Telinga

1. Infeksi

Infeksi pada telinga, seperti otitis media atau mastoiditis dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan kelenjar getah bening di belakang telinga. Hal ini dapat menimbulkan benjolan yang terasa keras dan nyeri.

Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang membantu melawan infeksi. Ketika ada infeksi di area sekitar telinga, kelenjar getah bening di belakang telinga bisa membengkak dan terasa seperti benjolan keras.

“Selama ini tidak ada keluhan seperti demam, kemerahan, dan nyeri, kemungkinan penyebabnya bukanlah infeksi,” ujar dr Anggi Puspasari, SpTHT-KL dilansir dari detikHealth.

2. Mastoiditis

Mastoiditis merupakan infeksi pada tulang mastoid, yaitu tulang yang terletak di belakang telinga tengah. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh bakteri yang sama yang menyebabkan infeksi telinga tengah.

Mastoid mempunyai struktur seperti sarang lebah. Bakteri dapat masuk dan menginfeksi sel udara tersebut.

Mastoiditis lebih sering terjadi pada anak-anak dibandingkan orang dewasa. Ini adalah infeksi serius yang memerlukan perhatian medis.

Gejala mastoiditis selain benjolan di belakang telinga, termasuk nyeri, kemerahan, dan bengkak di area tersebut, serta demam dan kelelahan. 

3. Kista sebasea

Kista sebasea adalah benjolan kecil yang berisi kelenjar minyak. Kista ini biasanya jinak dan tidak berbahaya. Kista sebasea di belakang telinga biasanya terasa lunak dan mudah bergerak.

“Jenis kista ini cukup umum ditemukan di area telinga, khususnya belakang telinga,” ujar dr Anggi.

4. Lipoma

Lipoma adalah benjolan jinak yang terbuat dari sel-sel lemak. Lipoma biasanya tumbuh perlahan dan tidak berbahaya. Lipoma di belakang telinga biasanya terasa lunak dan kenyal.


Lipoma terasa lembut saat disentuh. Biasanya tidak terasa nyeri kecuali menekan saraf di dekatnya. Ahli bedah kosmetik dapat menghilangkan lipoma, meskipun pengobatan ini mungkin tidak diperlukan.

5. Kanker

Meskipun jarang terjadi, benjolan di belakang telinga bisa menjadi tanda kanker. Kanker telinga biasanya terasa keras dan tidak bergerak.

Gejalanya juga mungkin disertai dengan ciri lain, seperti sakit telinga, keluarnya cairan dari telinga, hingga mengalami perubahan pendengaran. Ini termasuk kanker kelenjar ludah.

Benjolan kanker biasanya terasa keras saat disentuh, bentuknya tidak beraturan, tetap di tempatnya jika Bunda mencoba menggerakkannya. Penting untuk menghubungi dokter segera setelah ada kekhawatiran mengenai benjolan.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun tidak semua benjolan di belakang telinga berbahaya, penting untuk memeriksakan diri ke dokter jika Bunda mengalami hal berikut:

  • Benjolan baru muncul dan terus membesar.
  • Benjolan terasa sakit.
  • Benjolan berwarna merah atau bengkak.
  • Benjolan disertai dengan gejala lain, seperti demam, kelelahan, sakit telinga, atau keluarnya cairan dari telinga.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin melakukan tes tambahan, seperti USG atau biopsi, untuk menentukan penyebab benjolan.

Munculnya benjolan keras seperti tulang di belakang telinga tidak selalu berbahaya. Namun penting untuk memeriksakan diri ke dokter untuk menentukan penyebab benjolan dan mendapatkan pengobatan yang tepat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis! 

(fia/fia)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Jenis Olahraga untuk Penderita Asam Lambung, Mulai dari Yoga hingga Bersepeda

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Dinda Hauw Pulang ke Kampung Halaman Rey Mbayang, Jalani Hidup Sederhana di Rumah Kebun

Mom's Life Nadhifa Fitrina

9 Kebiasaan Orang yang Memiliki Sifat Pemarah Menurut Studi Psikologi

Mom's Life Natasha Ardiah

Enam Minggu Sebelum Harry Lahir, Putri Diana Sebut Ini Masa Paling Dekat dengan Raja Charles

Kehamilan Annisa Karnesyia

Cara Tepat Hadapi Pubertas Anak

Parenting Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

Dian Sastro hingga Anji, 5 Artis Indonesia dengan Anak Penyandang Autisme

Parenting Angella Delvie Mayninetha & Muhammad Prima Fadhilah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

4 Ciri Kepribadian Orang yang Lahir di Bulan April, Suka Ketenangan tapi Penuh Ide

Selebgram Meyden Gelar Gender Reveal Kehamilan Pertama yang Sederhana, Bakal Dikaruniai Anak Perempuan

11 Ciri-ciri Merkurius, Planet Terkecil di Tata Surya Terdekat dengan Matahari untuk Diajarkan ke Anak

Potret Dinda Hauw Pulang ke Kampung Halaman Rey Mbayang, Jalani Hidup Sederhana di Rumah Kebun

Cara Tepat Hadapi Pubertas Anak

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK