HaiBunda

MOM'S LIFE

Jangan Anggap Remeh, Ini Kelelahan Tanda Kanker hingga Diabetes

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 11 Jul 2025 23:00 WIB
Ilustrasi Jangan Anggap Remeh, Ini Kelelahan Tanda Kanker hingga Diabetes/Foto: Getty Images/iStockphoto/marchmeena29
Jakarta -

Merasa lelah terkadang wajar. Namun, jika merasa lelah sepanjang waktu dan tidak tahu penyebabnya, itu bisa jadi pertanda masalah kesehatan.

Kelelahan yang ekstrem membuat seseorang sulit bangun pagi, pergi bekerja, melakukan aktivitas seperti biasa, dan menjalani hari. Ini terasa seperti memiliki keinginan yang kuat untuk tidur, tetapi Bunda mungkin tidak merasa segar setelah beristirahat.

Banyak kondisi, gangguan, pengobatan, dan faktor gaya hidup yang dapat menyebabkan kelelahan. Meski terkadang berlangsung sementara, ada juga kelelahan yang menjadi tanda penyakit serius.


Kelelahan berlebihan jadi tanda penyakit serius

Kelelahan adalah kurangnya energi yang disebabkan oleh kurang tidur atau faktor kesehatan lainnya, yang membuat seseorang sulit menyelesaikan tugas atau menjalani hari tanpa merasa terkuras.

Orang yang mengalami rasa kantuk berlebihan mungkin menderita gangguan tidur, sedangkan beberapa lainnya mungkin dapat juga mengalami masalah medis yang mendasarinya.

Dilansir dari laman CNN Health, indikator terbaik sudah waktunya mencari pertolongan medis untuk kelelahan yang berkepanjangan adalah mengenali perubahan tingkat energi yang nyata.

Hal ini terutama berlaku jika kelelahan memengaruhi kemampuan untuk menyelesaikan aktivitas sehari-hari.

Konsultasi asosiasi dan dokter keluarga di National University Polyclinics di Singapura, dr Sky Koh, mengatakan merasa lelah sepanjang waktu itu tidak normal. Penting untuk menyadarkan masyarakat bahwa tubuh seharusnya merasa segar dan bertenaga setelah tidur yang cukup.

Dilansir dari laman detikcom, berikut beberapa tanda kelelahan berkepanjangan yang perlu diwaspadai:

  • Rasa kantuk berlebihan
  • Sakit kepala berulang
  • Pusing
  • Nyeri otot dan lemas
  • Kehilangan motivasi atau minat terhadap aktivitas
  • Terganggunya kesehatan emosional

Namun, sayangnya masih jarang pasien yang langsung menyadari beberapa gejala tersebut. Biasanya, mereka mengeluhkan gejala seperti kelelahan terus-menerus, kurang energi, atau mengantuk berlebihan.

Risiko kanker dan diabetes

Kelelahan sering kali dikaitkan dengan penyakit kanker dan diabetes. Berikut beberapa hal yang perlu Bunda ketahui:

1. Tanda kelelahan akibat kanker

Dilansir dari laman Mayo clinic, penderita kanker sering menggambarkan kelelahan sebagai rasa lelah, lemah, atau letih yang mereka rasakan.

Kelelahan ini bisa bersifat fisik maupun emosional. Kondisi ini juga sering kali tidak teratasi dengan upaya biasa, seperti istirahat atau tidur nyenyak. Tingkat kelelahan akibat kanker dapat bervariasi, mulai dari merasa lelah hingga benar-benar kehabisan energi.

Kelelahan akibat kanker memiliki banyak kemungkinan penyebab. Jenis kanker yang diderita, jenis perawatan yang dijalani, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan dapat berperan dalam kelelahan akibat kanker.

2. Tanda kelelahan akibat diabetes

Diabetes dapat membuat seseorang merasa lelah. Hal ini terjadi karena kadar gula darah yang tinggi mengganggu kemampuan tubuh untuk menggunakan gula sebagai energi.

Ketika makan, makanan akan dicerna menjadi gula darah atau glukosa. Kemudian, pankreas mengeluarkan insulin agar tubuh dapat menggunakan glukosa ini sebagai sumber energi.

Pada pengidap diabetes, tubuh tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah cukup untuk memanfaatkan gula darah. Tanpa sumber energi ini, sel-sel tubuh menjadi lemah atau mengalami kelelahan.

Nah, itulah kelelahan yang menjadi tanda risiko penyakit kanker dan diabetes. Namun, perlu diingat bahwa bukan berarti setiap merasakannya, itu menandakan risiko penyakit tersebut. Langkah terbaik yang dapat dilakukan adalah konsultasi ke dokter. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Rutin Konsumsi Jeruk Ternyata Bisa Kurangi Depresi, Bun

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Bukan Sekadar Malu, Psikologi Sebut 3 Faktor Orang Memilih Diam saat Kumpul Keluarga

Mom's Life Natasha Ardiah

Deretan Kisah Haru Kelahiran Bayi Prematur di Keluarga Kerajaan Inggris

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

6 Kebiasaan Kecil yang Dapat Menarik Keberuntungan Secara Alami

Mom's Life Amira Salsabila

Deretan Artis Rayakan Idul Fitri di Luar Negeri, Farah Quinn & Suami Bule Curi Perhatian

Mom's Life Amira Salsabila

3 Film Anak-Anak Terbaik yang Tayang Lebaran 2026, Tontonan Seru Bareng Keluarga

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Bukan Sekadar Malu, Psikologi Sebut 3 Faktor Orang Memilih Diam saat Kumpul Keluarga

Deretan Kisah Haru Kelahiran Bayi Prematur di Keluarga Kerajaan Inggris

6 Kebiasaan Kecil yang Dapat Menarik Keberuntungan Secara Alami

3 Film Anak-Anak Terbaik yang Tayang Lebaran 2026, Tontonan Seru Bareng Keluarga

Bentuk Rahim Normal USG: Ciri, Ukuran, Proses Pemeriksaan & Cara Membacanya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK