HaiBunda

MOM'S LIFE

7 Cara Menghadapi Stres Ketidakpastian Karier saat Ini

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Rabu, 03 Sep 2025 22:40 WIB
Ilustrasi stres karena karier/ Foto: Getty Images/Jakraphong Pongpotganatam

In this economy, Bunda khawatir karier terancam apalagi melihat situasi Indonesia sekarang? Mari hadapi stres dengan lebih bijak agar tidak menambah beban pikiran.

Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu, isu ketidakpastian karier semakin menjadi beban psikologis bagi banyak pekerja. Menurut data World Health Organization (WHO), depresi dan kecemasan akibat tekanan kerja serta ketidakpastian karier menyebabkan kerugian produktivitas hingga satu triliun dolar AS setiap tahun.

Situasi tersebut membuat banyak karyawan, baik generasi muda maupun senior, merasa lebih mudah cemas, kurang fokus, hingga kehilangan motivasi dalam bekerja. Ketidakpastian karier bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari rasa khawatir terhadap kemungkinan PHK, kegelisahan saat menunggu hasil wawancara, hingga kecemasan apakah performa kerja akan dihargai oleh atasan.


Kondisi ini diperburuk dengan faktor eksternal seperti inflasi, perdebatan mengenai sistem kerja, serta isu politik dan sosial yang memanas akan berdampak pada lingkungan kerja.

Tidak jarang, berita buruk di luar pekerjaan juga memengaruhi konsentrasi dan produktivitas sehari-hari. Pakar psikologi karier menekankan pentingnya strategi khusus untuk mengelola stres tersebut.

Para menyebut bahwa kunci utamanya, bagaimana seorang pekerja memandang dan merespon ketidakpastian. Apakah ketidakpastian yang ada justru mengendalikan hidup Bunda atau sebaliknya?

Cara menghadapi stres karena karier

Mengutip Forbes, berikut cara menghadapi stres ketidakpastian karier dengan kondisi ekonomi sekarang.

1. Fokus pada hal yang bisa dikendalikan

Dalam dunia kerja, tidak semua hal berjalan sesuai rencana. Proses rekrutmen yang panjang, keputusan atasan yang tak terduga, hingga perubahan kebijakan perusahaan kerap membuat karyawan merasa tak berdaya.

Menurut pakar, kunci pertama untuk mengatasi stres fokus pada aspek yang masih bisa Bunda kendalikan. Dengan mengarahkan energi pada hal-hal yang bisa dikelola, Bunda tidak akan terjebak pada rasa takut berlebihan.

Sebagai contoh, dibandingkan khawatir tentang pemutusan hubungan kerja yang belum tentu terjadi, lebih baik fokus memperbaiki keterampilan, memperluas jaringan profesional, atau meningkatkan performa kerja harian.

Dengan begitu, rasa percaya diri akan meningkat dan Bunda tidak merasa menjadi korban dari situasi yang serba tak pasti.

2. Utamakan self care

Tekanan karier sering kali membuat orang lupa pada kesehatan fisik dan mental. Padahal tubuh yang sehat dapat membantu mengurangi dampak stres.

Pakar menyarankan untuk melakukan perawatan diri sederhana, seperti tidur cukup, olahraga teratur, serta menjaga pola makan seimbang. Mengurangi konsumsi junk food juga dapat memperbaiki kualitas hidup.

Selain itu, penting untuk memberikan ruang bagi diri sendiri melalui aktivitas yang menenangkan. Bunda bisa membaca buku, berkebun, meditasi, atau sekadar menikmati waktu bersama orang terdekat.

Aktivitas-aktivitas kecil itu mampu memberikan jeda emosional sehingga Bunda tidak terjebak dalam lingkaran kecemasan yang berlebihan.

3. Melihat peluang di tengah kesulitan

Riset dari Universitas Yale menunjukkan bahwa otak manusia justru lebih banyak belajar saat berada dalam kondisi yang tidak pasti. Ketidakpastian membuat otak bekerja lebih keras dan terbuka terhadap pengalaman baru.

Ini artinya, momen sulit sebenarnya bisa menjadi peluang untuk tumbuh. Dibanding memandang ketidakpastian sebagai hambatan, Bunda bisa menjadikannya kesempatan untuk mengembangkan keterampilan baru, memperluas wawasan, dan membangun mental yang lebih tangguh.

4. Kembangkan rasa ingin tahu

Kecemasan sering muncul karena Bunda terburu-buru menyimpulkan sesuatu yang belum jelas. Rasa ingin tahu bisa menjadi penawar bagi perasaan ini.

Rasa penasaran dan kecemasan tidak bisa berjalan beriringan. Ketika pikiran dibuka dengan rasa ingin tahu, Bunda akan lebih siap menerima pelajaran baru dalam setiap pengalaman.

Hal ini tidak hanya membantu mengurangi rasa takut, tapi juga membuka jalan pada kemungkinan positif yang sebelumnya tidak terlihat.

5. Kembangkan optimisme

Optimisme terbukti menjadi salah satu faktor penting dalam kesuksesan karier. Mereka yang cenderung berpikir positif lebih mampu melihat peluang di balik kesulitan dan tidak mudah menyerah.

Sebaliknya, sikap pesimis hanya akan memperbesar tekanan dan menurunkan motivasi. Dengan melatih diri untuk fokus pada sisi positif, Bunda dapat menjaga semangat dan produktivitas tetap tinggi meski berada dalam situasi penuh ketidakpastian.

Optimisme bukan berarti mengabaikan masalah, melainkan memilih cara pandang yang lebih sehat dan konstruktif.

6. Ubah ketidakpastian menjadi petualangan

Secara alami, otak manusia menganggap hal yang tidak diketahui sebagai ancaman. Namun dengan sedikit perubahan perspektif, ketidakpastian bisa diubah menjadi tantangan yang menyenangkan.

Melihat situasi baru sebagai 'petualangan hidup' membantu mengurangi rasa tertekan dan memunculkan perasaan berdaya. Dengan sudut pandang ini, Bunda juga bisa lebih terbuka pada solusi kreatif, ide baru, bahkan peluang karier yang sebelumnya tak terpikirkan.

7. Berani mengambil risiko

Terlalu banyak menghindari ketidakpastian justru bisa membuat Bunda terjebak dalam zona nyaman yang sempit. Selalu menghindari risiko tidak selalu membuat hidup lebih aman, tapi bisa menjadi 'penjara' yang menghalangi pertumbuhan karier.

Coba biasakan diri mengambil keputusan kecil yang penuh risiko, seperti mencoba proyek baru atau mengajukan ide ke atasan, pekerja dapat melatih keberanian menghadapi hal yang tak pasti. Keberanian tersebut pada akhirnya akan membawa Bunda lebih dekat pada tujuan karier yang diinginkan, sekaligus membangun daya tahan mental menghadapi tantangan berikutnya.

Ketidakpastian karier merupakan realitas yang tidak bisa dihindari di era sekarang. Namun cara Bunda menyikapi kondisi tersebut yang menentukan apakah stres akan menguasai hidup atau justru menjadi batu loncatan untuk bisa berkembang.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!



(som/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Tips Melamar Kerja untuk Fresh Graduate, Salah Satunya Bikin CV Menarik!

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang Tidak Bersyukur

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

Batas Usia Masuk SD yang Ideal Berapa Tahun? Ini Syarat SPMB 2026 & Saran Psikolog

Parenting Nadhifa Fitrina

Leshia Anak Lesti Kejora & Rizky Billar Ultah Pertama, Intip 5 Potret Perayaannya

Parenting Nadhifa Fitrina

Resep Kulit Pastel Renyah Walaupun Sudah Dingin

Mom's Life Amira Salsabila

Demi Putra Sulung, Artis China Ini Rela Promil dan Lahirkan Anak Kedua di Usia 57 & 53 Th

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Jawaban Luna Maya soal Rencana Punya Momongan di Tahun 2026

Mengenal Craniosynostosis, Kelainan Ubun-ubun Kepala yang Dialami Bayi Cantik Rana Asal Jatim

Pertama Kali Umrah Setelah Mualaf, Marcell Darwin Gugup saat Belajar Pakai Baju Ihram

7 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang Tidak Bersyukur

Batas Usia Masuk SD yang Ideal Berapa Tahun? Ini Syarat SPMB 2026 & Saran Psikolog

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK