moms-life
12 Kalimat yang Tanpa Disadari Bikin Pekerja Hebat Terlihat Tidak Profesional
HaiBunda
Rabu, 11 Feb 2026 20:40 WIB
Daftar Isi
-
Kalimat yang tanpa disadari bikin terlihat tidak profesional
- 1. “Saya akan mencoba”
- 2. “Saya tidak punya waktu untuk ini”
- 3. “Itu bukan tanggung jawab saya”
- 4. “Saya akan mengerjakannya nanti kalau sempat”
- 5. “Saya tidak melihat pentingnya tugas ini”
- 6. “Saya tidak bisa bekerja dengan orang itu”
- 7. “Saya tidak tahu”
- 8. “Saya tidak bisa membantu”
- 9. “Saya tidak pandai teknologi”
- 10. “Itu bukan keahlian saya”
- 11. “Tolong beri tahu saja apa yang harus saya lakukan”
- 12. “Saya tidak bisa bekerja di bawah tekanan”
Kata pepatah, "Mulutmu harimaumu". Untuk itu, Bunda juga perlu menjaga perkataan di kantor agar tidak mempengaruhi karier. Pahami pula kalimat yang tanpa disadari bikin Bunda terlihat tidak profesional di tempat kerja.
Lingkungan kerja memiliki budaya yang berbeda-beda. Ada perusahaan yang menerapkan suasana santai, sebagian memiliki aturan ketat terkait etika dan perilaku karyawan.
Terlepas dari perbedaan tersebut, profesionalisme tetap menjadi fondasi penting dalam dunia kerja. Profesionalisme tidak hanya dilihat dari kualitas hasil kerja, tapi juga sikap, komunikasi, serta cara Bunda berinteraksi dengan rekan kerja dan atasan.
Tanpa disadari, pekerja yang sebenarnya kompeten dan berprestasi dapat terlihat tidak profesional hanya karena pilihan kata yang kurang tepat. Cara berbicara sering kali mencerminkan tingkat komitmen, kepercayaan diri, hingga kemampuan beradaptasi seseorang dalam menghadapi tantangan pekerjaan.
Kalimat yang tanpa disadari bikin terlihat tidak profesional
Dilansir dari Your Tango, simak deretan kalimat yang perlu diwaspadai karena berpotensi membuat pekerja hebat tampak tidak profesional.
1. “Saya akan mencoba”
Sekilas kalimat ini terdengar positif karena menunjukkan adanya usaha. Namun ungkapan “saya akan mencoba” sering dianggap setengah hati dan kurang menunjukkan komitmen penuh terhadap tugas yang diberikan.
Kalimat ini juga dapat menandakan kurangnya kepercayaan diri dalam menyelesaikan pekerjaan. Kurangnya keyakinan terhadap kemampuan diri dapat menghambat produktivitas.
Menunggu rasa percaya diri muncul sebelum bertindak justru bisa menahan seseorang untuk maju. Bunda sebaiknya fokus pada langkah kerja dan sistem yang dijalankan agar tetap termotivasi menyelesaikan tugas.
2. “Saya tidak punya waktu untuk ini”
Ungkapan ini bisa memberi kesan buruk karena mencerminkan manajemen waktu yang kurang baik. Selain itu, kalimat tersebut membuat Bunda terlihat tidak bersedia membantu rekan kerja atau atasan.
Dalam buku Happiness at Work, pelatih profesional Jessica Pryce-Jones mengungkapkan bahwa rata-rata pekerja menghabiskan sekitar 90 ribu jam hidupnya untuk bekerja. Meski demikian, banyak orang masih merasa kekurangan waktu.
Penelitian dalam jurnal Frontiers in Psychology menyebut kondisi tersebut sebagai tekanan waktu kronis, yaitu perpaduan antara keterbatasan waktu nyata dan perasaan selalu terburu-buru. Pekerja yang mampu menyeimbangkan aktivitas dengan prioritas cenderung lebih efektif dan tidak mudah stres.
3. “Itu bukan tanggung jawab saya”
Kalimat ini membuat seseorang terlihat kaku dan tidak kooperatif. Meski menetapkan batasan pekerjaan penting untuk menjaga keseimbangan hidup, menolak tugas secara langsung dapat memberi kesan tidak mau berkembang.
Jika Bunda seorang pemimpin maka penting bagi Bunda membawa energi positif ke tempat kerja. Sebab, antusiasme dapat meningkatkan semangat tim. Sikap yang ramah dan terbuka, meskipun tidak selalu antusias, tetap membantu menjaga citra profesional.
4. “Saya akan mengerjakannya nanti kalau sempat”
Ungkapan ini dapat menandakan kebiasaan menunda pekerjaan atau kesulitan menentukan prioritas. Kebiasaan menunda tugas berpotensi menimbulkan stres dan menurunkan citra profesional seseorang.
Profesor psikologi Fuschia Sirios meneliti hubungan antara prokrastinasi, stres, dan rasa welas asih terhadap diri sendiri. Ia menemukan bahwa orang yang sering menunda pekerjaan cenderung mengalami stres tinggi dan cenderung mengkritik dirinya sendiri.
5. “Saya tidak melihat pentingnya tugas ini”
Kalimat ini menunjukkan kurangnya motivasi dan semangat kerja. Ungkapan tersebut bisa memberi kesan seseorang menolak tantangan dan tidak memahami tujuan organisasi.
Survei Gallup menunjukkan adanya hubungan kuat antara kepuasan kerja dengan kesejahteraan hidup. Sebanyak 37 persen pekerja yang menikmati pekerjaannya merasa hidupnya lebih berkembang.
Sementara hanya 21 persen pekerja yang tidak menyukai pekerjaannya merasa demikian. Hal ini menegaskan bahwa memahami nilai sebuah pekerjaan berpengaruh terhadap performa dan kepuasan kerja.
6. “Saya tidak bisa bekerja dengan orang itu”
Menghadapi rekan kerja yang sulit memang menjadi tantangan. Namun menyatakan secara langsung tidak bisa bekerja sama dengan seseorang dapat membuat pekerja terlihat tidak profesional.
Penelitian Harvard Business School menyebut pekerja dengan perilaku toksik dapat merugikan organisasi, mulai dari menurunnya moral tim hingga meningkatnya angka keluar masuk karyawan. Meski menjaga kenyamanan kerja penting, cara menyampaikan keberatan perlu dilakukan secara bijak dan konstruktif.
7. “Saya tidak tahu”
Mengakui ketidaktahuan sebenarnya bukan masalah. Namun jika digunakan sebagai alasan untuk tidak menyelesaikan tugas, kalimat ini dapat mencerminkan sikap pasif dan kurang inisiatif.
Alex Mathers menyarankan agar pekerja aktif bertanya untuk meningkatkan komunikasi. Menurutnya, bertanya menunjukkan rasa ingin tahu, empati, serta kesiapan bekerja sama, terutama dalam proyek tim.
8. “Saya tidak bisa membantu”
Ungkapan ini menutup peluang kolaborasi yang sebenarnya dapat menghasilkan ide dan solusi baru. Penelitian dari Association of Psychological Science menunjukkan hubungan kerja yang kolaboratif dapat mendukung pertumbuhan Bunda dan perusahaan.
Pekerja yang menolak membantu rekan kerja sering dipandang tidak memiliki jiwa kerja tim. Padahal kerja sama merupakan salah satu kunci keberhasilan perusahaan.
9. “Saya tidak pandai teknologi”
Di tengah perkembangan industri yang cepat, kemampuan beradaptasi menjadi keterampilan penting. Mengatakan tidak pandai teknologi sebelum mencoba memberi kesan menolak belajar hal baru.
Kemampuan beradaptasi kini dianggap sebagai keterampilan utama di dunia kerja modern. Kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan membantu pekerja tetap relevan dalam perusahaan yang terus berkembang.
10. “Itu bukan keahlian saya”
Kalimat ini memang menunjukkan kesadaran diri, namun dapat memberi kesan enggan keluar dari zona nyaman. Menyatakan keterbatasan tanpa menunjukkan keinginan belajar dapat menghambat perkembangan karier.
Kepercayaan diri bukan sifat bawaan, melainkan keterampilan yang bisa dilatih. Kesadaran diri, perubahan pola pikir, serta keberanian menunjukkan kemampuan agar seseorang dapat berkembang.
11. “Tolong beri tahu saja apa yang harus saya lakukan”
Kalimat ini menunjukkan kurangnya inisiatif dan kemampuan memecahkan masalah secara mandiri. Meskipun meminta arahan merupakan hal positif, terlalu bergantung pada atasan dapat membuat pekerja terlihat pasif.
Pekerja memang tidak selalu harus bekerja di luar batas tugasnya. Namun menunjukkan usaha untuk mencari solusi secara mandiri dapat meningkatkan kepercayaan atasan dan memperkuat citra profesional.
12. “Saya tidak bisa bekerja di bawah tekanan”
Ungkapan ini menonjolkan keraguan terhadap kemampuan diri. Padahal tekanan kerja merupakan bagian dari dinamika dunia profesional.
Menghindari tekanan kerja sering dipicu rasa takut gagal. Namun kegagalan justru menjadi sarana pembelajaran dan pengembangan diri. Sudah menyatakan ketidakmampuan menghadapi tekanan bisa memberi kesan seseorang menyerah sebelum mencoba.
Untuk itu, Bunda lebih baik memahami bahasa yang digunakan di tempat kerja. Hal itu bisa mencerminkan sikap, komitmen, serta kesiapan Bunda menghadapi tantangan. Kalimat-kalimat yang terdengar sederhana di atas ternyata dapat memengaruhi penilaian profesionalisme.
Dengan memilih kata yang lebih konstruktif dan menunjukkan sikap positif, Bunda tidak hanya meningkatkan citra profesional, tapi juga membuka peluang mengembangkan karier.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
3 Kalimat yang Bisa Merusak Kredibilitas Pekerja Menurut Pakar
Mom's Life
7 Cara Menghadapi Stres Ketidakpastian Karier saat Ini
Mom's Life
11 Tips Karier Melejit di Tempat Kerja
Mom's Life
Mengenal Istilah Loud Quitting di Dunia Kerja, Pengertian dan Alasan Mengapa Itu Terjadi
Mom's Life
10 Tips Bekerja Sambil Urus Anak yang Minim Stres, Dicoba ya Bun
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Anak Artis Tinggal di Luar Negeri di Usia Muda, Ada yang Berkarier di AS
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Quiet Leadership, Gaya Kepemimpinan yang Dibutuhkan di Tempat Kerja
Perhatikan 8 Bahasa Tubuh Ini saat Wawancara Kerja