MOM'S LIFE
Ini Penyebab HRD Susah Cari Pegawai Meski Banyak Lamaran Kerja
Arina Yulistara | HaiBunda
Rabu, 10 Sep 2025 23:30 WIBMungkin Bunda melihat belakangan ini banyak orang sulit mencari kerja. Namun di balik itu, ternyata HRD juga susah mencari pegawai walaupun banyak lamaran kerja. Apa penyebabnya ya?
Di tengah derasnya arus lamaran kerja yang masuk setiap hari, banyak perusahaan justru mengeluhkan kesulitan dalam menemukan kandidat yang tepat. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana mungkin saat angka pencari kerja begitu tinggi, HRD semakin sulit mendapatkan pegawai yang sesuai kebutuhan?
Ternyata jawabannya tidak sesederhana sekadar jumlah pelamar, tapi kualitas dan kecocokan keterampilan dengan kebutuhan industri. Menurut laporan Work Change terbaru dari LinkedIn, lebih dari 40 persen pencari kerja kini melamar lebih banyak posisi dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Ironisnya, perusahaan malah semakin jarang memberikan panggilan balik. Di saat yang sama, hampir dua pertiga (64 persen) profesional SDM mengatakan bahwa sebenarnya semakin sulit untuk menemukan talenta yang berkualitas dalam setahun terakhir.
Para profesional HRD menilai proses rekrutmen saat ini jauh lebih menantang dibanding tahun lalu. Mengutip Fortune, ketidaksesuaian keterampilan sedang terjadi di pasar tenaga kerja. Hal ini akan semakin nyata seiring berjalannya waktu karena pasar tenaga kerja dibangun untuk memandang pekerjaan sebagai jabatan, bukan tugas.
Penyebab HRD susah cari pegawai
Lantas, apa sebenarnya penyebab HRD kesulitan mencari pegawai meski lamaran kerja begitu banyak? Mari simak beberapa faktor utamanya.
1. Kemampuan para pelamar
Banyak lamaran masuk, tapi mayoritas tidak sesuai kriteria. Survei LinkedIn menemukan 73 persen HRD menyebut kurang dari separuh pelamar memiliki kompetensi yang dibutuhkan. Hal ini memperlihatkan jurang keterampilan yang semakin melebar.
Lebih dari seperlima (22 persen) profesional HRD menghabiskan antara tiga hingga lima jam sehari untuk memilah-milah lamaran. Hampir dua pertiga profesional SDM (63 persen) mengatakan ada ketidaksesuaian antara keterampilan yang dimiliki pencari kerja dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan.
Masalah tersebut tidak hanya terkait hard skill, tapi juga soft skill, seperti berkomunikasi, kerja sama tim, hingga kemampuan adaptasi. Akibatnya, HRD harus bekerja lebih keras menyaring ribuan lamaran yang sebagian besar tidak relevan.
2. Persepsi terhadap stabilitas industri
Beberapa sektor dianggap kurang stabil sehingga pencari kerja enggan masuk. Sebagai contoh, industri real estate yang saat ini mengalami kesulitan terbesar, 60 persen pemberi kerja mengaku sulit menemukan pekerja.
Tingginya suku bunga dan fluktuasi pasar membuat sektor ini tampak berisiko. Kandidat dengan keahlian pemasaran, analisis, dan penjualan akhirnya lebih memilih industri lain yang dinilai lebih aman, seperti teknologi atau layanan digital.
Inilah yang membuat HR di sektor tertentu semakin kesulitan.
3. Kondisi kerja kurang menarik
Sektor perhotelan, hiburan, dan FnB juga menghadapi kendala besar dalam rekrutmen, meski permintaan tenaga kerja meningkat setelah pandemi. Sekitar 55 persen pemberi kerja di bidang ini mengaku kesulitan menarik pegawai.
Jam kerja panjang, beban tinggi, hingga kompensasi yang dianggap kurang sebanding membuat banyak pencari kerja menghindari sektor ini. Bagi HRD, tantangan terbesar juga memperbaiki daya tarik industri agar tidak kalah bersaing dengan sektor lain.
4. Kekurangan talenta teknis di industri manufaktur
Industri manufaktur, termasuk kimia dan material canggih, menghadapi kesenjangan tenaga kerja terampil. Sekitar 40 persen sampai 50 persen perusahaan mengaku kesulitan menemukan kandidat dengan kompetensi teknis sesuai kebutuhan.
Generasi muda cenderung menghindari pekerjaan di lini produksi yang dianggap monoton dan kurang fleksibel. Akibatnya, suplai pekerja teknis semakin terbatas padahal permintaan industri tetap tinggi.
5. Kurangnya investasi pada pengembangan SDM
Perusahaan sering kali hanya menunggu kandidat tanpa menyiapkan program pelatihan memadai. Padahal banyak kandidat potensial bisa berkembang bila diberi kesempatan mengasah keterampilan di tempat kerja.
HRD yang terlalu fokus mencari kandidat 'sempurna' justru berisiko kehilangan talenta yang sebenarnya bisa dilatih sesuai kebutuhan perusahaan.
Dalam jangka panjang, kurangnya investasi pada pengembangan SDM akan memperbesar jurang keterampilan.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa tantangan perekrutan di era sekarang bukan sekadar soal jumlah pelamar, melainkan kecocokan keterampilan dengan kebutuhan industri. Jika tidak segera dijembatani, jurang antara pencari kerja dan perusahaan akan semakin lebar.
Bagi HRD, kunci utamanya berfokus pada keterampilan, bukan sekadar gelar atau jabatan. Sementara itu, bagi pencari kerja, penting untuk meningkatkan kompetensi, baik teknis maupun soft skill agar tidak hanya mengirim lamaran, tapi juga benar-benar menjadi kandidat yang dicari perusahaan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)
Simak video di bawah ini, Bun:
7 Tips Melamar Kerja untuk Fresh Graduate, Salah Satunya Bikin CV Menarik!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Suami Tidak Dukung Karier Istri, Apa yang Harus Bunda Lakukan? Ikuti 5 Cara Berikut
5 Tips Agar Tak Didiskriminasi saat Jadi Perempuan Satu-satunya di Tempat Kerja
Prediksi Zodiak Hari Ini, Wah Ada Tawaran Proyek Menarik Nih Buat Aries
Catat Bun, Ini 5 Pertanyaan yang Bisa Diajukan ke HRD saat Wawancara Kerja
TERPOPULER
5 Potret Reza SMASH Resmi Menikah di KUA & Pulang Naik Moge Curi Perhatian Netizen
11 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Bawah Wastafel Dapur, Waspadai Bahayanya
Bikin Bangga! Potret Cinta Laura Jadi Duta Nasional UNICEF Indonesia
USG Rahim Bersih: Ciri dan Cara Mengetahui setelah Keguguran
Psikolog Ungkap Momen Anak Paling Sering Meniru Orang Tua
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
Singkirkan 6 Benda Ini Jelang Imlek, Dianggap Pembawa Sial di Rumah
5 Potret Reza SMASH Resmi Menikah di KUA & Pulang Naik Moge Curi Perhatian Netizen
USG Rahim Bersih: Ciri dan Cara Mengetahui setelah Keguguran
11 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Bawah Wastafel Dapur, Waspadai Bahayanya
Dari Serat hingga Skyr, Ini 7 Tren Makanan Sehat di 2026
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Cara Ampuh Hilangkan Noda Lemak di Lemari Dapur
-
Beautynesia
5 Zodiak yang Dikenal Paling Penyabar dan Tenang
-
Female Daily
3 Alasan Kenapa ‘Even if This Love Disappears Tonight’ Menarik Ditonton Meski Menyedihkan
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Ramalan Zodiak Cinta 12 Februari: Aries Redam Ego, Taurus Jaga Kepercayaan
-
Mommies Daily
Cara Menjelaskan Makna Puasa ke Anak Balita dan Usia SD Menurut Psikolog