MOM'S LIFE
4 Kiat Perut Anti Buncit ala Jepang Meski Suka Makan Nasi
Arina Yulistara | HaiBunda
Rabu, 19 Nov 2025 14:40 WIBMalu dengan perut buncit dan memilih tidak makan nasi? Mungkin bukan salah nasinya, simak tips anti buncit ala Jepang meski suka makan nasi.
Nasi menjadi makanan pokok orang Indonesia yang dikonsumsi hampir setiap hari. Begitu pula di Jepang banyak masyarakat di Negeri Sakura itu yang wajib makan nasi namun tetap ramping dan tidak buncit.
Fenomena ini tentu menarik perhatian banyak orang, terutama karena perut buncit bukan sekadar persoalan estetika, melainkan bisa menjadi tanda gangguan kesehatan, seperti masalah hati atau ginjal. Lingkar perut yang membesar biasanya dipicu penumpukan lemak di area abdomen akibat pola makan tidak sehat dan minim aktivitas fisik.
Data dari Global Data Healthcare tahun 2022 mencatat Jepang sebagai salah satu negara dengan angka obesitas terendah di dunia, yakni hanya sekitar 4 persen. Hal ini menunjukkan adanya pola makan dan kebiasaan hidup yang konsisten dan terjaga.
Menurut Profesor Naomi Ahiba, pakar nutrisi dari Kanagawa Institute of Technology, kunci kesehatan masyarakat Jepang terletak pada filosofi makan Shokuiku.
Meskipun mereka makan nasi tiga kali sehari, banyak di antaranya tetap bugar dan memiliki harapan hidup yang panjang bahkan hingga usia 100 tahun. Filosofi inilah yang membuat pola makan masyarakat Jepang lebih teratur dan intuitif, sekaligus mendorong kedekatan mental dengan makanan yang dikonsumsi.
Shokuiku sendiri adalah pendekatan yang menekankan edukasi makanan, mulai dari cara memilih bahan, porsi makan, hingga bagaimana tubuh merespon makanan tersebut. Tak hanya untuk menjaga berat badan, konsep ini juga berperan penting dalam membangun kebiasaan makan jangka panjang yang seimbang.
Kiat perut anti buncit ala Jepang
Mengutip CNBC, mari simak empat prinsip Shokuiku yang bisa Bunda terapkan agar perut tidak buncit walau rutin makan nasi.
1. Berhenti makan sebelum kenyang
Konsep pertama dalam Shokuiku adalah hara hachi bun me, yakni kebiasaan berhenti makan ketika tubuh merasa 80 persen kenyang. Kebiasaan ini sangat populer di Jepang, terutama di Okinawa, daerah dengan populasi lansia berusia lebih dari 100 tahun terbanyak dunia.
Dengan berhenti lebih awal, tubuh mendapat ruang untuk menyelesaikan proses pencernaan tanpa terbebani makanan berlebih. Prinsip ini efektif mencegah makan berlebihan yang sering menjadi penyebab penumpukan kalori.
Selain itu, tubuh diberi kesempatan untuk lebih peka terhadap sinyal kenyang alami. Dengan kebiasaan ini, metabolisme tetap bekerja optimal dan risiko perut buncit akibat kalori berlebih dapat ditekan.
2. Prioritaskan makanan utuh
Masyarakat Jepang terkenal mengonsumsi makanan utuh, mulai dari sayuran segar, buah musiman, hingga kacang-kacangan dan biji-bijian. Makanan utuh diproses secara minimal sehingga kandungan nutrisi alaminya tetap terjaga. Dengan pola makan seperti ini, mereka mendapatkan asupan serat, vitamin, dan mineral yang cukup tanpa tambahan gula atau lemak tak sehat.
Sebaliknya, konsumsi makanan olahan, seperti sosis, makanan cepat saji, hingga camilan tinggi garam dan gula sangat dibatasi. Makanan olahan umumnya tinggi kalori sehingga mudah memicu penumpukan lemak di area perut.
Melalui prinsip Shokuiku, masyarakat Jepang diajarkan untuk lebih cermat memilih bahan makanan sehingga keseimbangan nutrisi tetap terjaga dan tubuh tak mudah mengalami kenaikan berat badan.
3. Variasikan makanan
Tidak seperti beberapa jenis diet barat yang membatasi makanan tertentu, Shokuiku justru mendorong keberagaman dalam piring makan. Satu set hidangan ideal ala Jepang biasanya terdiri atas beberapa jenis sayuran, nasi, serta sumber protein seperti ikan atau tahu.
Semakin beragam bahan yang dikonsumsi, semakin seimbang pula nutrisi yang didapat tubuh. Selain memperkaya nutrisi, keberagaman menu juga membuat proses makan menjadi lebih menyenangkan sehingga terhindar dari keinginan makan berlebih akibat bosan.
Orang Jepang juga sering memproses makanan dengan cara berbeda, mengukus, merebus, memanggang, atau menggoreng ringan. Teknik memasak ini menambah variasi rasa tanpa harus menambah kalori berlebih sehingga pola makan tetap sehat dan perut pun tidak buncit.
4. Makan bersama orang lain
Shokuiku tidak hanya soal memilih makanan, tapi juga bagaimana makanan itu dinikmati. Dalam budaya Jepang, makan bersama keluarga atau teman dianggap cara untuk menumbuhkan hubungan sosial sekaligus meningkatkan kesehatan mental.
Kegiatan ini membuat Bunda makan lebih perlahan, menikmati setiap suapan, dan lebih menyadari porsi yang dikonsumsi. Ketika seseorang makan dalam suasana penuh kebersamaan, dorongan untuk makan terburu-buru atau mengambil porsi berlebih pun berkurang.
Selain itu, makan bersama dapat membantu mengurangi stres yang dikenal sebagai salah satu pemicu makan emosional dan penimbunan lemak di area perut. Dengan demikian, prinsip ini berkontribusi menjaga kesehatan sekaligus kestabilan emosi.
Penerapan empat prinsip dasar Shokuiku di atas terbukti membantu masyarakat Jepang menjaga pola makan sehat sejak dini. Bahkan sejak 2005, pemerintah Jepang telah mengesahkan Hukum Dasar Shokuiku sebagai dasar edukasi gizi di sekolah-sekolah.
Program tersebut mengajarkan anak membaca label makanan, memahami pola makan musiman, hingga mengetahui kebutuhan nutrisi sesuai usia. Tak heran jika penduduk Jepang dikenal memiliki tingkat obesitas rendah serta kualitas hidup yang tinggi.
Bunda pun bisa menerapkannya untuk menjaga perut tetap ideal tanpa harus meninggalkan kebiasaan makan nasi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Ini Alasan Pekerja Indonesia Banyak Dicari Perusahaan di Jepang
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Tips Cegah Gagal Diet Saat Natal, Makan Pakai Piring Kecil!
Ketahui 4 Jurus Shokuiku, Metode Diet ala Jepang untuk Cegah Perut Buncit
Apa Itu Diet 80/20 yang Bikin Orang Jepang Langsing dan Panjang Umur
7 Langkah Turunkan Berat Badan 10 Kg dalam 2 Bulan, Pakai Aturan 80-20
TERPOPULER
6 Hal yang Bisa Diungkap dari kebiasaan Orang Bicara Sambil Menyentuh Hidung
Payudara Ketiga Muncul Usai Melahirkan?
Momen Siraman dan Pengajian Syifa Hadju Jelang Nikah, Ayu Berkebaya Hijau Usung Adat Jawa
Ternyata Ini Kebiasaan Orang Tua yang Bikin Anak Mudah Cemas dan Ganggu Mentalnya
Kisah Langka Perempuan Perutnya Selalu Tampak Hamil 9 Bulan setiap Usai Makan
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Skincare Lokal untuk Ibu Hamil yang Aman & Punya Manfaat Terbaik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Mesin Cuci 1 Tabung Bukaan Depan yang Bagus & Awet, Pilih yang Terbaik!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Kering, Bantu Melembapkan Sepanjang Hari
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
11 Rekomendasi Pompa ASI Handsfree Bagus, Berkualitas, & Anti Ribet Beserta Harganya
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Lanyard ID Card Brand Lokal yang Bagus & Awet, Pilih yang Terbaik!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
6 Hal yang Bisa Diungkap dari kebiasaan Orang Bicara Sambil Menyentuh Hidung
Payudara Ketiga Muncul Usai Melahirkan?
3 Tips Menjaga Kesehatan Selama Beribadah Haji
Ternyata Ini Kebiasaan Orang Tua yang Bikin Anak Mudah Cemas dan Ganggu Mentalnya
Kisah Langka Perempuan Perutnya Selalu Tampak Hamil 9 Bulan setiap Usai Makan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Meyden Temukan Catatan Terakhir Sang Ayah yang Meninggal Sendirian, Isinya...
-
Beautynesia
5 Kebiasaan Unik Orang dengan Kecerdasan Tinggi di Rumahnya
-
Female Daily
YSL Libre Berry Crush: Flanker Terbaru yang Juicy dan Cocok untuk Siang Hari
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Selamat! Wakil Banten Agnes Aditya Rahajeng Juara Puteri Indonesia 2026
-
Mommies Daily
Kuis: Tipe Transportasi yang Paling Cocok dengan Kepribadianmu