MOM'S LIFE
RSV Bukan Sekadar Batuk-Pilek, Kenali Komplikasi dan Pencegahannya
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Kamis, 11 Dec 2025 22:50 WIBVirus Respiratory Syncytial Virus (RSV) kini semakin mendapat perhatian karena gejalanya yang sering disangka ringan. Namun, perlu ketahui bahwa RSV bukan sekadar batuk-pilek, dan bisa terjadi pada berbagai kelompok usia.
Kalau sebelumnya bayi maupun anak dikenal rentan terinfeksi virus RSV, kini orang dewasa juga mulai menunjukkan peningkatan kasus, Bunda.
"Pertama perlu dipahami bahwa RSV bukan penyakit yang hanya terjadi pada anak kecil. Jadi jangan lagi menganggap bahwa ini semata-mata penyakit anak," ujar Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Robert Sinto, SpPD, K-PTI, DPhil, FINASIM, FHEA, dalam acara Sahabat Peduli Journalist Club Edisi 3 bersama Pfizer, Rabu (03/12/2025).
Menurut paparan dr. Robert, orang dewasa dapat terinfeksi RSV dalam satu waktu. Kondisi ini bisa semakin terlihat pada kelompok yang memiliki faktor tertentu, misalnya pada orang dengan penyakit kronis.
"Tiga hingga tujuh persen orang dewasa bisa terinfeksi RSV dalam satu waktu, terutama pada kelompok yang memiliki faktor tertentu," ujarnya.
Karena itu, kita perlu lebih memperhatikan lebih dalam virus yang satu ini, Bunda. Terutama soal komplikasinya yang bisa berdampak serius.
Seseorang dengan penyakit penyerta rentan terinfeksi RSV
Bunda, perlu diketahui bahwa RSV merupakan virus yang mudah menular dan dapat menyerang saluran pernapasan bawah, yakni pneumonia dan bronkiolitis.
"Jadi RSV bukan penyakit batuk-pilek biasa yang kemudian orang tetap bisa hidup sehat seperti biasanya. Tapi, infeksi ini bisa berkembang hingga menyebabkan pneumonia dan bronkiolitis, bahkan mengancam nyawa," kata dr. Robert.
Selain virus RSV, ada banyak virus lain yang dapat menyerang saluran pernapasan, Bunda. Tetapi, dr. Robert menyampaikan bahwa RSV sendiri menyumbang sekitar lima hingga sepuluh persen dari kasus infeksi paru.
"Selain RSV, memang banyak virus lain yang bisa menyerang saluran napas. Tapi kita menyoroti RSV karena datanya menunjukkan sekitar lima hingga sepuluh persen infeksi paru di suatu komunitas disebabkan oleh virus ini. Jadi RSV itu nyata dan perlu diperhatikan, terutama pada orang dewasa," tuturnya.
Lebih lanjut, seseorang dengan penyakit penyerta menjadi yang paling rentan terinfeksi virus RSV, Bunda. Salah satu yang berisiko ialah Penyakit Paru Obstrukrif Kronik (PPOK).
"Penyakit yang masuk dalam risiko tinggi ini mencakup masalah paru seperti Penyakit Paru Obstrukrif Kronik (PPOK), diabetes, gangguan saraf, stroke, gangguan ginjal, gangguan hati, serta masalah pada darah," jelas dr. Robert.
Komplikasi virus RSV
RSV tidak berhenti begitu saja, Bunda. Virus ini dapat menimbulkan komplikasi serius pada tubuh. Simak penjelasannya berikut ini.
1. Gangguan jantung dan pembuluh darah
Pertama, virus RSV dapat menimbulkan komplikasi pada jantung dan pembuluh darah. Virus ini memicu penggumpalan darah yang bisa mengganggu fungsi arteri dan vena.
"Infeksi RSV bisa menyebabkan penggumpalan darah pada arteri atau vena yang berdampak jangka panjang pada jantung dan paru. Setelah terinfeksi RSV, banyak juga pasien yang kemudian mengalami gagal jantung," kata dr. Robert.
2. Kambuhnya penyakit kronis (Early complication)
Pada orang dewasa dengan kondisi kronis seperti Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), RSV juga dapat memicu kambuhnya penyakit. Hal ini bisa menyebabkan gagal napas atau infeksi bakteri tambahan.
"Pada kelompok dewasa dengan komplikasi yang muncul lebih awal, atau kita sebut early complication gejala seperti PPOK kambuh, gagal jantung kambuh, hingga gagal napas. Selain itu, infeksi bakteri tambahan juga berisiko terjadi, sehingga pasien perlu pemantauan medis yang lebih ketat," ujarnya.
3. Komplikasi jangka panjang (Late complication)
Setelah komplikasi awal selesai, RSV masih bisa menimbulkan masalah jangka panjang, Bunda. Dalam kondisi ini, fungsi jantung dan paru bisa menurun, sehingga risiko serangan jantung pun dapat meningkat.
"Setelah early complication, tetap ada late complication (komplikasi muncul setelah fase awal selesai). Fungsi jantung bisa menurun, kelelahan menetap, hingga serangan jantung sesudahnya," ucap dr. Robert.
Melihat berbagai komplikasi RSV yang bisa terjadi, virus ini tidak hanya berisiko pada orang dewasa saja, tapi juga pada lansia, Bunda. Menurut dr. Robert, risiko akan tetap ada bahkan pada lansia yang tampak sehat.
"Jadi RSV ini memang nyata, ya. Bahkan lansia yang terlihat sehat sekalipun, ketika terinfeksi RSV, risikonya tetap bisa meningkat, terlepas apakah ia punya penyakit penyerta atau tidak," tambahnya.
Pencegahan virus RSV
Sebenarnya, hingga kini virus RSV belum memiliki obat yang bisa menyembuhkan secara langsung, Bunda. Ribavirin, misalnya, tidak tersedia di Indonesia, sehingga yang ada hanya untuk meringankan gejala saja.
"Kenapa berbicara pencegahan? Karena sampai saat ini tidak ada satu pun obat yang bisa dipakai untuk mengobati RSV ini. Ribavirin tidak tersedia di Indonesia. Terapi yang ada hanya suportif," kata dr. Robert.
Meski begitu, Bunda bisa mencegahnya dengan menjalani pola hidup yang sehat dan bersih setiap harinya. Selain itu, vaksinasi juga terbukti efektif dalam mencegah virus RSV.
"Jadi, efektivitas vaksinnya sekitar 80% untuk bisa mencegah virus ini. Menurut saya, angka ini sudah cukup baik dan menunjukkan vaksin bekerja efektif sampai sekitar dua tahun," tutur dr. Robert.
Kabar baiknya, vaksin RSV sekarang sudah bisa didapatkan di berbagai fasilitas kesehatan. Bunda bisa meminta informasi lebih lanjut dari petugas medis terkait hal ini.
Itulah ulasan lengkap terkait virus RSV, termasuk komplikasi beserta pencegahannya. Semoga bisa memberikan manfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Ini Gejala Awal Penyakit Ginjal, Jantung dan Hati yang Muncul di Malam Hari
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Tanda Ajal Sudah Dekat Menurut Seorang Ahli Medis
7 Alasan Mengapa Gula Tidak Baik Bagi Tubuh Bunda, Salah Satunya Memicu Depresi
4 Hal yang Harus Bunda Lakukan saat Kondom 'Bocor' Ketika Bercinta
Bunda Perlu Tahu, Ini 4 Jenis Minuman yang Ancam Kesehatan Ginjal
TERPOPULER
9 Posisi Berhubungan Intim Terbaik dan Aman saat Hamil 5 Bulan
Punya Kebiasaan Menyimpan Kartu Ulang Tahun Lama? Ternyata Ada Alasan Emosional di Baliknya
5 Shio Paling Kuat dalam Astrologi China, Ada Naga hingga Macan
40 Teks Membaca Kelas 1 SD untuk Latihan Anak di Rumah
Resep Nasi Kuning Rice Cooker yang Gurih dan Wangi, Mudah Dibuat
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Punya Kebiasaan Menyimpan Kartu Ulang Tahun Lama? Ternyata Ada Alasan Emosional di Baliknya
40 Teks Membaca Kelas 1 SD untuk Latihan Anak di Rumah
9 Posisi Berhubungan Intim Terbaik dan Aman saat Hamil 5 Bulan
5 Shio Paling Kuat dalam Astrologi China, Ada Naga hingga Macan
Resep Nasi Kuning Rice Cooker yang Gurih dan Wangi, Mudah Dibuat
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Cuma Punya 5 Menit buat Makeup Mata? Trio Eyeshadow Cokelat Ini Bisa Dicoba
-
Beautynesia
5 Ciri Kepribadian Orang yang Terbiasa Bangun di Pagi Hari Tanpa Alarm
-
Female Daily
100 Tahun NIVEA di Indonesia, Terus Hadir sebagai Partner in Care
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Kekompakan Putri dan Ponakan Kim K, Disebut 'The Next Gen of The Kardashian'
-
Mommies Daily
Bukan Nggak Sayang Lagi: Penyebab Libido Suami Menurun di Usia 40-an dan Cara Menghadapinya