Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

11 Skill Ibu Rumah Tangga yang Bisa Bunda Cantumkan di CV

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Jumat, 02 Jan 2026 18:10 WIB

Professional woman seen from behind updating her curriculum or resume on the computer while applying for a new job
Ilustrasi skill ibu rumah tangga yang bisa bunda cantumkan di CV / Foto: Getty Images/Antonio_Diaz
Daftar Isi

Bunda berencana bekerja lagi di 2026? Yuk perbarui CV dengan mencantumkan beberapa skill ibu rumah tangga yang bisa mendukung surat lamaran Bunda.

Banyak perempuan memilih fokus menjadi ibu rumah tangga meskipun sebelumnya memiliki karier yang stabil atau latar belakang pendidikan tinggi. Keputusan untuk berhenti bekerja biasanya diambil setelah melahirkan demi memberikan perhatian penuh pada tumbuh kembang anak.

Pilihan tersebut bukan berarti menghilangkan kompetensi dan kapasitas profesional yang telah dimiliki. Seiring bergulirnya waktu, sebagian ibu rumah tangga ingin kembali bekerja atau mencari penghasilan tambahan dari rumah, baik secara penuh waktu maupun freelance.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Salah satu langkah penting yang bisa dilakukan dengan tetap aktif secara profesional, seperti memperbarui CV dan profil di platform daring. Menariknya, pengalaman mengelola rumah tangga pun dapat diubah menjadi nilai jual asalkan dikemas sebagai keterampilan yang relevan.

Skill ibu rumah tangga yang bisa Bunda cantumkan di CV

Berikut ini deretan skill ibu rumah tangga yang layak dan pantas Bunda cantumkan di CV.

1. Kemampuan manajemen waktu

Rutinitas ibu rumah tangga menuntut pengaturan waktu yang sangat ketat. Dalam satu hari, Bunda harus membagi waktu antara mengurus anak, menyiapkan kebutuhan rumah, hingga menyelesaikan pekerjaan pribadi.

Mengutip dari situs Skillroads, 41 persen orang dewasa di Amerika Serikat mengatakan mereka kekurangan waktu untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan. Jadi, sebagai ibu rumah tangga, Bunda tentu memiliki pengalaman lebih dalam mengenai manajemen waktu.

Keterampilan manajemen waktu yang baik bisa menunjukkan kemampuan bekerja secara efisien, menghadapi tekanan, serta menyelesaikan tugas sesuai tenggat yang ditentukan.

2. Keterampilan menentukan prioritas

Tidak semua pekerjaan bisa dilakukan sekaligus. Ibu rumah tangga terbiasa memilah mana yang harus diselesaikan segera dan mana yang bisa ditunda. Kemampuan menentukan prioritas ini penting dalam lingkungan kerja yang dinamis, terutama saat menghadapi banyak tugas dengan tingkat urgensi berbeda.

3. Memiliki perencanaan yang matang

Mulai dari merencanakan menu makanan, jadwal sekolah anak, hingga agenda rumah tangga mingguan, semua membutuhkan perencanaan yang baik. Kebiasaan ini mencerminkan kemampuan berpikir strategis dan terstruktur yang sangat relevan untuk posisi administrasi, operasional, maupun manajerial.

4. Keterampilan manajemen krisis

Anak sakit mendadak, kecelakaan kecil saat bermain, atau situasi darurat lainnya membuat Bunda terbiasa berpikir cepat dan tetap tenang. Kemampuan menghadapi krisis ini menjadi nilai tambah besar di dunia kerja, terutama dalam posisi yang menuntut pengambilan keputusan cepat dan tepat.

5. Kemampuan memecahkan masalah

Mengasuh anak berarti menghadapi berbagai persoalan setiap hari, mulai dari konflik antar saudara hingga tantangan perilaku anak. Semua itu melatih ibu rumah tangga untuk mencari solusi kreatif dan efektif.

Di tempat kerja, keterampilan seperti ini sangat berguna untuk menyelesaikan konflik tim maupun hambatan operasional.

6. Keterampilan komunikasi

Ibu rumah tangga terbiasa berkomunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari anak, pasangan, guru, hingga lingkungan sekitar. Kemampuan menyampaikan pesan dengan jelas, penuh empati, dan mudah dipahami merupakan soft skill penting yang dibutuhkan hampir di semua bidang pekerjaan.

7. Kemampuan bernegosiasi

Bernegosiasi dengan anak yang keras kepala agar mau makan atau tidur tepat waktu tanpa konflik bisa menjadi latihan negosiasi yang nyata. Pengalaman ini membentuk kemampuan persuasi dan kompromi, keterampilan yang sangat berguna dalam dunia kerja, terutama di bidang pemasaran, penjualan, dan hubungan klien.

8. Keterampilan manajemen proyek

Liburan keluarga, acara ulang tahun anak, atau kegiatan sekolah merupakan bentuk proyek kecil yang membutuhkan perencanaan, koordinasi, dan eksekusi. Pengalaman ini menunjukkan bahwa Bunda mampu mengelola proyek dari awal hingga akhir dengan rapi dan terorganisir.

9. Mampu bertanggung tanggung dan manajemen tim

Mengelola anggota keluarga, memastikan semua kebutuhan terpenuhi, serta membimbing anak-anak merupakan bentuk nyata kepemimpinan. Keterampilan ini mencerminkan rasa tanggung jawab tinggi dan kemampuan mengatur tim yang sangat relevan untuk posisi supervisor atau koordinator.

10. Berpikir kreatif

Ibu rumah tangga sering dituntut untuk berpikir kreatif, mulai dari membuat cerita pengantar tidur spontan, menciptakan permainan sederhana, hingga menyiapkan bekal menarik untuk anak. Kreativitas ini sangat berharga dalam dunia kerja, terutama untuk menghadirkan ide-ide segar dan solusi inovatif.

11. Keterampilan mentoring

Membimbing anak agar mandiri, percaya diri, dan berperilaku baik termasuk proses mentoring jangka panjang. Kemampuan ini menunjukkan potensi besar dalam membina, melatih, dan mengembangkan orang lain—sebuah keterampilan penting bagi calon pemimpin dan manajer.

Jadi, pengalaman menjadi rumah tangga bisa Bunda masukkan ke dalam CV sebagai nilai tambah saat mencari peluang kerja baru.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda