Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Arti Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un Allahummaghfirlahu Warhamhu Wa 'Afihi Wa'fu Anhu

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 09 Jan 2026 07:40 WIB

ilustrasi berdoa
Ilustrasi Arti Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un Allahummaghfirlahu Warhamhu Wa 'Afihi Wa'fu Anhu / Foto: Getty Images/iStockphoto/FS-Stock
Daftar Isi
Jakarta -

Ketika mendengar kabar duka atau seseorang meninggal dunia, umat Muslim dianjurkan untuk mengucapkan Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un. Ungkapan ini seringkali dilanjutkan dengan doa Allahummaghfirlahu Warhamhu Wa’ Afihi Wa’fu Anhu.

Kalimat itu disampaikan sebagai bentuk doa terbaik bagi orang yang telah berpulang, empati, sekaligus pengingat keimanan.

Dengan mengucapkan doa ini, Bunda Muslim tidak hanya menyampaikan belasungkawa, tetapi juga menghadiahkan doa yang penuh makna dan harapan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Namun ternyata, masih banyak orang yang mungkin belum tahu makna di balik ungkapan belasungkawa itu. Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Tulisan Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un Allahummaghfirlahu Warhamhu Wa’ Afihi Wa’fu Anhu dalam bahasa Arab

Dilansir dari laman detikcom, agar tidak salah menuliskan kalimat di atas, berikut tulisan Arab, latin, dan artinya yang dapat Bunda ketahui:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رٰجِعُونَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun, allahummaghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fu anhu

Artinya:

“Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, ampunilah dia, kasihanilah dia, berilah keselamatan kepadanya, dan ampunilah dosanya.”

Makna Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un Allahummaghfirlahu Warhamhu Wa’ Afihi Wa’fu Anhu

Ada dua makna yang perlu Bunda pahami terkait kalimat Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un Allahummaghfirlahu Warhamhu Wa’ Afihi Wa’fu Anhu. Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Kalimat Istirja

Ucapan pertamanya yaitu kalimat istirja yang berbunyi, Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kalimat ini berasal dari firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 156 yang berbunyi sebagai berikut:

اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ - 156

Artinya:

“(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’ (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali).”

Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam bukunya Fiqih Doa dan Dzikir Jilid 2 mengungkap bahwa kalimat belasungkawa ini sebaiknya diucapkan muslim ketika terkena musibah.

Kalimat ini mengandung makna bahwa seluruh urusan termasuk musibah yang menimpanya perlu dikembalikan kepada Allah SWT. Artinya, Muslim sebaiknya berserah diri kepada-Nya atas cobaan tersebut.

Tak hanya itu, kalimat istirja juga mengandung makna kebaikan dan keberkahan, hati orang yang terkena musibah dapat menjadi tenang, jiwanya tenteram, dan perasaannya kembali nyaman.

2. Doa untuk jenazah

Kalimat berikutnya dalam ungkapan itu adalah Allahummaghfirlahu Warhamhu Wa’ Afihi Wa’fu Anhu. Doa ini seringkali dibacakan pada salat jenazah setelah takbir ketiga.

Bacaan doa tersebut berisi permohonan ampun dan keselamatan dari orang yang masih hidup atau orang wafat yang dimaksud.

Apakah Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un Allahummaghfirlahu Warhamhu Wa'afihi Wa'fu Anhu boleh diucapkan sebagai kalimat belasungkawa?

Menurut Imam Nawawi, tidak ada kalimat apa pun yang dilarang untuk diucapkan ketika berbelasungkawa saat ada muslim yang meninggal, Bunda. Hal ini berlaku selama ucapan mengandung kebaikan dan tidak bertentangan dengan syariat.

Namun, dianjurkan juga mengucapkan belasungkawa yang pernah diajarkan Rasulullah SAW. Diriwayatkan Bukhari dari Usamah bin Zaid RA, ucapan berdukacita yang dicontohkan Nabi SAW yaitu:

إِنَّ للَّه مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ

Innallah maa akhadza wa lahu a'tha wa kullun 'indahu bi-ajalin musamman faltashbir waltahtassib

Artinya:

“Sungguh bagi Allah apa yang Dia ambil dan bagi-Nya apa yang Dia beri, dan segala sesuatu di sisi-Nya berdasarkan ketetapan yang telah ditentukan, hendaklah engkau bersabar dan mengharapkan pahala.” (HR. Bukhari)

Bacaan Allahummaghfirlahu untuk perempuan: Arab, latin, dan artinya

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا

Allaahummaghfirlahaa warhamhaa wa'aafihaa wa'fu 'anhaa

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah dia dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampuni dosa dan kesalahannya.”

Berikut versi lengkapnya:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِّعْ مُدْخَلَهَا وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allaahummaghfirlahaa warhamhaa wa'aafihaa wa'fu 'anhaa wa akrim nuzulahaa, Wawassi' mudkhalahaa waghsilhaa bil maa-i wats tsalji wal barod, Wa naqqihaa minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas, Wa abdilhaa daaron khoiron min daarihaa wa ahlan khoiron min ahlihaa, Wa zaujan khoiron min zaujihaa wa adkhilhal jannata wa a'idzhaa min 'adzaabin qobri au min 'adzaabin naar

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah dia dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampuni dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkanlah ia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik dari pada ahli keluarganya yang dahulu, dan peliharalah (hindarkanlah) ia dari siksa kubur, dan azab api neraka.”

Bacaan Allahummaghfirlahu untuk laki-laki: Arab, latin, dan artinya

اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

Allahhummaghfirlahu warhamhu wa'aafihi wa'fuanhu

Artinya:

“Ya Allah ampunilah dia, berilah rahmat dan sejahtera dan maafkanlah dia.”

Berikut versi lengkapnya:

اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allahummagfir lahuu warhamhu wa'aafihi wa'fu 'anhu wa akrim nuzulahuu wa wassi' madhkhalahuu waghsilhu bil maa-i-wats-tsalji walbaradi wa naqqihii minal-khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul-abyadhu minad-danasi wa abdilhu daaran khairan min daarihii wa ahlan khairan min ahlihii wa raujan khairan min zaujihi waqihii fitnatal-qabri wa'adzaaban-naar

Artinya:

“Ya Allah ampunilah dia dan kasihanilah dia, sejahterakan dia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskan lah tempat tinggalnya, bersihkan lah ia dengan air, salju dan embun. Bersihkan lah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan ganti lah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan ganti lah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu, dan pelihara lah ia dari siksa kubur dan azab api neraka.”

Nah, itulah makna dan tulisan dari Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un Allahummaghfirlahu Warhamhu Wa’ Afihi Wa’fu Anhu. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda