Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

5 Kebiasaan Harian Ini Merusak Ginjal Perempuan setelah Usia 30 Tahun

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 16 Jan 2026 12:50 WIB

Kidney disease, Chronic kidney disease ckd, Female doctor explains the causes of the disease and treatment guidelines on kidney model to female asian patient at desk at urology hospital room.
Ilustrasi kebiasaan harian ini merusak ginjal perempuan setelah usia 30 tahun / Foto: Getty Images/Nansan Houn
Daftar Isi
Jakarta -

Kasus penyakit ginjal terus meningkat secara global. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai kebiasaan sehari-hari yang sering tak disadari. Lantas, kebiasaan apa saja yang berisiko merusak ginjal perempuan setelah usia 30 tahun?

International Society of Nephrology mengungkap bahwa ada lebih dari 850 juta orang di seluruh dunia menderita beberapa bentuk penyakit ginjal. Peningkatan ini didorong oleh meningkatnya kasus diabetes dan tekanan darah tinggi.

Ginjal adalah salah satu organ penting dalam tubuh yang membantu menyaring cairan berlebih dari darah, mengatur tekanan darah, menyeimbangkan mineral/elektrolit, menjaga pH, dan memproduksi hormon vital. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kesehatan ginjal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Salah satu hal yang dapat membantu menurunkan risiko penyakit ginjal kronis adalah dengan memperhatikan kebiasaan sehari-hari, Bunda.

5 Kebiasaan harian yang bisa merusak ginjal perempuan setelah 30 tahun

Dr. John Valentine menjelaskan bahwa ada lima kebiasaan sehari-hari yang dapat membahayakan ginjal setelah 40 tahun pada perempuan. Berikut di antaranya:

1. Mengonsumsi ibuprofen secara teratur

Dilansir dari laman Times of India, mengonsumsi obat pereda nyeri dan demam yang dijual bebas ini secara teratur dapat menyebabkan masalah ginjal.

“NSAID merusak fungsi ginjal secara permanen, dan setelah bertahun-tahun digunakan, kamu akan membutuhkan dialisis tiga kali seminggu hanya untuk tetap hidup,” ujar Valentine.

2. Terlalu sedikit minum air

Ginjal membutuhkan air untuk bekerja dengan baik. Tidak minum cukup air dapat membahayakannya.

“Dehidrasi kronis menyebabkan ginjal mengakumulasi racun dan membentuk batu yang dapat menyebabkan infeksi ginjal mendadak, yang mengakibatkan sepsis dan kematian,” ujar dokter tersebut.

Dalam panduan makan sehat (Eatwell Guide), direkomendasikan minum enam hingga delapan cangkir atau gelas cairan setiap harinya. Tentu saja, ini bervariasi pada setiap orang, tergantung pada usia, tingkat aktivitas, kondisi kesehatan, dan faktor lainnya.

3. Konsumsi protein berlebihan

Dilansir dari laman NDTV, protein memang nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun, diet tinggi protein juga dapat membebani ginjal dengan limbah nitrogen yang dilepaskan dari proses pemecahan.

Hal ini membebani kapasitas penyaringan ginjal setelah usia 40 tahun. Valentine mengatakan konsumsi protein berlebihan memaksa ginjal bekerja lembur, menyaring limbah, dan setelah usia 40 tahun hal ini menyebabkan kerusakan ginjal yang tidak dapat dipulihkan.

4. Menahan buang air kecil

Bunda, menahan buang air kecil juga dapat membahayakan ginjal. Hal ini memungkinkan bakteri berkembang biak di kandung kemih yang stagnan, kemudian menyebar ke ginjal dan menyebabkan infeksi saluran kemih berulang yang meninggalkan bekas luka permanen pada jaringan ginjal.

Perempuan di atas 40 tahun mengalami penurunan fungsi kandung kemih dan ginjal dengan cepat. Sebanyak 93 persen perempuan menahan urine tanpa memahami konsekuensinya.

Kebiasaan ini juga meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis hingga lima kali lipat. “Ini adalah kebiasaan yang hampir semua perempuan lakukan tanpa menyadari risikonya, yaitu menahan urine secara teratur.”

5. Sering buang air kecil di malam hari

Bukan hanya menahan, ternyata sering buang air kecil di malam hari juga bukan pertanda baik. Valentine mengatakan hal ini tidak boleh diabaikan, Bunda.

“Ini adalah tanda awal gagal ginjal yang sering diabaikan oleh sebagian besar perempuan hingga mereka berada pada stadium empat penyakit ginjal kronis,” jelasnya.

Menurut National Kidney Foundation, sering buang air kecil, terutama di malam hari, dapat menjadi tanda penyakit ginjal.

“Ketika filter ginjal rusak, hal itu dapat menyebabkan peningkatan keinginan untuk buang air keci. Terkadang ini juga bisa menjadi tanda infeksi saluran kemih atau pembesaran prostat pada pria,” tuturnya.

Nah, itulah beberapa kebiasaan yang dapat merusak ginjal perempuan setelah usia 30 tahun. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda