moms-life
Daftar Obat Populer yang Bisa Merusak Otak Menurut Studi Harvard
HaiBunda
Sabtu, 10 Jan 2026 15:50 WIB
Daftar Isi
Bunda, tentu kita ingin selalu menjaga kesehatan tubuh dan pikiran keluarga. Namun, tanpa disadari, ada beberapa obat merusak otak yang justru digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Studi dari Harvard mengungkap bahwa penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang dapat berdampak pada fungsi otak. Informasi ini penting agar Bunda lebih bijak sebelum mengonsumsi obat, baik untuk diri sendiri maupun keluarga.
Banyak obat populer yang dianggap aman karena mudah didapat dan sering digunakan. Padahal, beberapa di antaranya masuk dalam kategori obat merusak otak jika tidak digunakan sesuai anjuran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daftar obat populer yang bisa merusak otak menurut studi Harvard
Berdasarkan studi Harvard, terdapat dua jenis obat yang sebaiknya Bunda hindari demi menjaga kesehatan otak. Melalui artikel ini, Bubun akan mengajak Bunda untuk mengenali daftar obat yang perlu diwaspadai.
Daftar ini telah Bubun rangkum dengan mengutip dari laman Harvard Health Publishing. Dengan pemahaman yang tepat, Bunda dapat melindungi kesehatan otak sejak awal.
1. Obat penenang golongan Benzodiazepine
Obat penenang dengan golongan Benzodiazepine umumnya digunakan dan diresepkan untuk mengatasi kecemasan, gangguan tidur, atau kejang-kejang. Menurut sebuah studi tim peneliti dari Prancis dan Kanada, penggunaan jangka panjang obat ini bisa merusak otak dan dikaitkan dengan penurunan fungsi memori serta peningkatan risiko demensia, terutama terjadi pada lansia.
Para peneliti mengandalkan basis data yang dikelola oleh sebuah program asuransi kesehatan. Dari data-data tersebut, mereka mengidentifikasi hampir 2.000 laki-laki dan perempuan di atas 66 tahun yang telah didiagnosis menderita penyakit Alzheimer. Setelah data-datanya ditemukan, para peneliti meneliti resep obat selama lima hingga enam tahun sebelum diagnosis Alzheimer.
Adapun beberapa obat golongan Benzodiazepine yang cukup populer dan yang dikonsumsi oleh orang berdiagnosis Alzheimer antara lain:
- Diazepam (Valium)
- Flurazepam (Dalmane)
- Alprazolam (Xanax)
- Lorazepam (Ativan)
- Temazepam (Restoril)
- Triazolam (Halcion)
Penelitian yang dibahas oleh Harvard ini juga menunjukkan bahwa orang yang menggunakan benzodiazepine selama lebih dari enam bulan memiliki risiko hingga 84 persen lebih tinggi untuk didiagnosis dengan Alzheimer dibanding mereka yang tidak menggunakan obat ini. Risiko juga meningkat seiring dengan durasi dan dosis obat yang dikonsumsi.
2. Obat-obat dengan efek Antikolinergik
Kelompok kedua yang disoroti oleh Harvard sebagai obat merusak otak adalah obat-obatan dengan efek Antikolinergik. Obat ini bekerja dengan menghambat zat kimia otak bernama acetylcholine yang berperan penting dalam proses belajar dan daya ingat.
Bagi orang yang sering mengonsumsi obat ini dapat merusak otak dengan memberikan efek samping. Efek samping dari obat ini bisa berupa kebingungan, penurunan kemampuan berpikir jernih, gangguan pada memori, hingga risiko yang jauh lebih tinggi pada orang tua.
Peneliti dari Universitas Washington dan Group Health (sistem perawatan kesehatan di Seattle, USA) telah melacak hampir 3.500 laki-laki dan perempuan berusia 65 tahun ke atas yang berpartisipasi dalam Adult Changes in Thought (ACT) untuk menentukan semua obat, baik resep maupun non-resep, yang dikonsumsi setiap peserta dalam 10 tahun sebelum memulai penelitian.
Kesehatan peserta tersebut dilacak selama rata-rata tujuh tahun. Selama waktu itu, 800 dari mereka menderita demensia. Ketika para peneliti memeriksa penggunaan obat, mereka menemukan bahwa orang yang menggunakan obat antikolinergik lebih mungkin menderita demensia daripada mereka yang tidak menggunakannya.
Selain itu, risiko demensia meningkat seiring dengan dosis yang bertambah. Mengonsumsi obat dengan efek antikolinergik selama tiga tahun atau lebih, maka risiko demensia 54 persen lebih tinggi daripada mengonsumsi dosis yang sama selama tiga bulan atau kurang.
Harvard Health menekankan bahwa temuan-temuan ini berasal dari studi observasional yang menunjukkan hubungan antara penggunaan obat dan risiko demensia. Penelitian tersebut memberikan peringatan penting bahwa penggunaan obat-obatan tertentu dalam waktu lama, sebaiknya dibicarakan dengan dokter terlebih dahulu, terutama bagi orang tua atau mereka yang sudah memiliki gangguan kognitif.
Bunda, penting untuk lebih cermat memilih dan menggunakan obat agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang. Dengan memahami daftar obat merusak otak, Bunda bisa melindungi diri dan keluarga dengan penggunaan obat yang lebih aman dan bijak.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
15 Cara Menjaga Kesehatan Otak, Penting Dilakukan
Mom's Life
15 Minuman yang Bagus untuk Kesehatan dan Kecerdasan Otak, Mudah Dibuat Bun!
Mom's Life
5 Kebiasaan Malam Hari yang Bisa Meningkatkan Kecerdasan Otak
Mom's Life
7 Kebiasaan Pagi Hari yang Baik untuk Kesehatan Otak, Lakukan Mulai Besok Bun!
Mom's Life
5 Kebiasaan yang Bikin Otak Sehat dan Tidak Cepat Pikun, Ternyata Sederhana
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Becky Tumewu Usai Operasi Mata Akibat Retina Lepas
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Daftar Obat Diet Terlarang Menurut BPOM, Bisa Rusak Jantung hingga Hati
Hanya 4 Hari, Konsumsi Makanan Ini Bisa Ganggu Memori Otak
5 Jenis Obat Populer yang Perlu Diwaspadai karena Bisa Merusak Ginjal