Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Panduan Cara Menanam Kangkung di Rumah untuk Pemula & Lahan Sempit

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Sabtu, 17 Jan 2026 19:40 WIB

Water spinach plants with hydroponic systems. Simple cost-effective method with the best results
Ilustrasi panduan cara menanam kangkung di rumah untuk pemula dan lahan sempit / Foto: Getty Images/nabiru
Daftar Isi

Suka makan kangkung? Yuk coba tanam sendiri di rumah Bunda. Simak panduan cara menanam kangkung di rumah untuk pemula.

Kangkung dikenal sebagai salah satu sayuran favorit masyarakat Indonesia karena mudah diolah, lezat, dan harganya terjangkau. Tak heran jika permintaan terhadap sayuran hijau ini cenderung stabil sepanjang tahun.

Menariknya, kangkung juga termasuk tanaman yang sangat mudah dibudidayakan bahkan bagi pemula sekalipun. Tanaman ini tidak membutuhkan perawatan rumit, bisa tumbuh cepat, dan dapat ditanam di berbagai media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Hal ini menjadikan kangkung sebagai pilihan ideal untuk bercocok tanam di rumah, termasuk area terbatas seperti teras, balkon, atau pekarangan sempit. Selain praktis, menanam kangkung sendiri di rumah juga memberikan manfaat kesehatan.

Kangkung mengandung berbagai nutrisi penting seperti zat besi, zinc, vitamin A, vitamin C, serta serat yang berperan dalam menjaga daya tahan tubuh. Konsumsi kangkung secara rutin dipercaya membantu melancarkan pencernaan, mencegah anemia, hingga membantu mengatasi gangguan tidur dan tekanan darah rendah.

Jadi, tak ada salahnya mencoba menanam kangkung sendiri di rumah. Mulai dari metode tanam di polybag, sistem hidroponik, hingga mengombinasikannya dengan budidaya ikan dalam ember. Semua bisa disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan keluarga.

Mari simak ragam cara menanam kangkung untuk pemula dikutip dari berbagai sumber.

Cara menanam kangkung di polybag agar tumbuh subur

Bagi Bunda yang memiliki lahan terbatas, menanam kangkung di polybag bisa menjadi solusi praktis. Jenis kangkung yang paling disarankan adalah kangkung darat.

Kangkung ini memiliki batang lebih kecil dengan warna putih kehijauan serta daun yang lebih lembut. Sesuai namanya, kangkung darat dapat tumbuh baik di media kering dan tidak membutuhkan genangan air.

Persiapan bahan

  • Benih atau biji kangkung
  • Polybag ukuran sedang
  • Air sulingan atau air bersih
  • Nutrisi hidroponik (opsional)
  • Pupuk kompos

Media tanam

Kangkung menyukai tanah yang gembur, ringan, dan lembap. Campuran tanah dengan pupuk kompos akan membantu menyediakan nutrisi yang cukup. Jika ingin hasil lebih optimal, Bunda juga bisa menambahkan nutrisi hidroponik yang dilarutkan dengan air.

Lokasi penempatan

Letakkan polybag di area yang mendapatkan sinar matahari cukup, namun tidak terlalu terik sepanjang hari. Cahaya matahari pagi sangat membantu proses pertumbuhan daun dan batang agar lebih segar dan hijau.

Penyiraman

Penyiraman menjadi kunci penting untuk menghasilkan daun kangkung yang lembut dan segar. Pastikan media tanam tetap lembap, namun tidak becek. Penyiraman rutin juga membantu menjaga suhu tanah tetap sejuk.

Cara menanam kangkung di polybag

  1. Rendam benih kangkung semalaman untuk mempercepat perkecambahan.
  2. Isi polybag dengan tanah lembap yang sudah dicampur kompos.
  3. Taburkan benih dengan jarak sekitar 8 cm dan kedalaman kurang lebih 0,5 cm.
  4. Siram secara perlahan dan letakkan di tempat yang terkena sinar matahari.
  5. Tunas biasanya mulai muncul setelah 2 sampai 3 minggu.
  6. Bibit dapat dipindahkan atau dibiarkan tumbuh jika sudah mencapai tinggi sekitar 13 cm atau memiliki dua pasang daun.
  7. Berikan pupuk kompos setiap 5 sampai 6 minggu atau nutrisi cair sesuai dosis.
  8. Waspadai serangan ulat, kutu daun, dan kumbang kecil.
  9. Gunakan sabun insektisida atau minyak nimba sebagai solusi alami.

Cara menanam kangkung hidroponik

Bagi Bunda yang ingin mencoba metode tanpa tanah, kangkung juga sangat cocok ditanam secara hidroponik. Teknik ini relatif sederhana dan bisa dilakukan di rumah.

Persiapan bahan

  • Wadah plastik untuk larutan nutrisi
  • Nampan berlubang
  • Kain kasa

Jika ukuran lubang nampan lebih besar dari benih, kain kasa berfungsi menahan benih agar tidak jatuh. Kain kasa dipilih karena tidak terlalu menyerap air sehingga kelembapan tetap terjaga tanpa membuat benih terendam.

Cara menanam kangkung hidroponik 

  1. Isi wadah dengan air bersih, lalu letakkan nampan di atasnya.
  2. Pastikan air hanya menyentuh bagian dasar kain kasa, bukan merendam benih.
  3. Tebar benih secara merata dan jangan terlalu rapat.
  4. Tutup dengan kain atau plastik hitam hingga benih pecah.
  5. Setelah daun keempat muncul, tambahkan nutrisi hidroponik secukupnya.
  6. Selanjutnya, tanaman hanya perlu dirawat hingga siap dipanen.
  7. Pastikan akar mendapatkan nutrisi tanpa terendam penuh agar tidak membusuk.

Cara menanam kangkung dan ikan lele dalam ember

Metode ini cocok untuk Bunda yang ingin memaksimalkan ruang sekaligus mendapatkan sayur dan protein hewani. Sistem ini mengombinasikan budidaya kangkung dan ikan dalam satu wadah.

Persiapan bahan

  • Ember kapasitas 15 sampai 80 liter
  • Benih ikan lele atau nila
  • Benih kangkung
  • Gelas plastik berlubang
  • Arang batok kelapa
  • Kawat, tang, dan solder

Cara menanam kangkung dan merawat ikan lele dalam ember

  1. Lubangi gelas plastik di bagian samping dan bawah.
  2. Isi gelas dengan arang dan benih kangkung atau bibit setinggi ±10 cm.
  3. Kaitkan gelas pada bibir ember menggunakan kawat.
  4. Isi ember dengan air dan diamkan dua hari.
  5. Masukkan benih ikan dan biarkan 1 sampai 2 hari.
  6. Pasang gelas kangkung di sekeliling ember.
  7. Beri pakan ikan secara teratur dan perhatikan kualitas air.
  8. Ganti air setiap 10 hingga 14 hari atau jika air berbau.

Kangkung biasanya mulai tumbuh pada hari ketiga dan dapat dipanen pertama kali pada usia 14 sampai 21 hari. Panen berikutnya bisa dilakukan setiap 10 sampai 14 hari, sementara ikan lele dapat dipanen sekitar dua bulan sekali.

Dengan berbagai metode tersebut, menanam kangkung di rumah bukan lagi hal sulit. Selain memenuhi kebutuhan dapur, kegiatan ini juga bisa menjadi aktivitas menyenangkan yang menyehatkan sekaligus hemat biaya, terutama bagi Bunda yang tinggal dengan lahan terbatas.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda