Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Apakah Pisang Bagus untuk Diet? Ini Penjelasannya

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Sabtu, 17 Jan 2026 11:40 WIB

Bunch of bananas in a wooden bowl on a table.
Ilustrasi apakah pisang bagus untuk diet? / Foto: Getty Images/bbostjan
Daftar Isi

Apakah pisang bagus untuk diet turun berat badan? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini yuk, Bunda.

Pisang sering menjadi perdebatan untuk diet. Banyak yang suka karena rasanya manis dan mengenyangkan, namun di sisi lain beberapa orang khawatir kandungan kalorinya justru bisa menghambat penurunan berat badan.

Apakah pisang benar-benar bagus untuk diet atau justru sebaliknya?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Tidak sedikit yang ragu mengonsumsi pisang karena dianggap tinggi gula. Padahal di balik rasanya yang manis, pisang menyimpan beragam nutrisi penting yang berperan besar dalam menjaga kesehatan tubuh.

Berbagai penelitian dan pendapat pakar menyebutkan bahwa pisang justru bisa menjadi pilihan tepat dalam menu diet asalkan dikonsumsi dengan porsi dan cara yang benar. Mari bahas mengenai pisang untuk diet turun berat badan.

Kandungan gizi pisang yang perlu diketahui

Dalam satu buah pisang ukuran sedang, terkandung sekitar 110 kalori dengan komposisi gizi yang cukup lengkap. Pisang hampir tidak mengandung lemak dan natrium, namun kaya akan karbohidrat, serat, serta berbagai vitamin dan mineral penting.

Beberapa kandungan utama pisang, antara lain kalium sekitar 450 mg atau 13 persen dari kebutuhan harian, serat pangan 3 gram atau sekitar 12 persen AKG, vitamin C 15 persen, serta vitamin B6, magnesium, dan mangan. Kombinasi inilah yang membuat pisang tidak hanya mengenyangkan, tapi juga bermanfaat bagi metabolisme dan kesehatan secara umum.

Apakah pisang baik untuk menurunkan berat badan?

Meski satu buah pisang mengandung kalori lebih tinggi dibandingkan beberapa buah lain, seperti strawberry, para ahli menilai pisang tetap layak masuk dalam menu diet. Kandungan serat, vitamin, dan fitokimia di dalamnya menjadikan pisang sebagai sumber energi sehat yang mendukung penurunan berat badan.

Mengutip Business Insider, pisang merupakan sumber yang sangat baik dari berbagai nutrisi kunci seperti serat, kalium, vitamin B6, vitamin C, magnesium, dan mangan. Seratnya membantu bisa membantu Bunda merasa kenyang lebih lama, sehingga bagi kebanyakan orang dapat menurunkan total asupan kalori harian.

Serat diketahui memegang peranan penting dalam diet. Konsumsi makanan tinggi serat diketahui dapat menurunkan risiko kenaikan berat badan hingga 30 persen.

Dalam satu buah pisang saja, kandungan seratnya sudah memenuhi sekitar 12 persen kebutuhan harian sehingga membantu mengontrol nafsu makan.

Manfaat pisang untuk diet turun berat badan

Berikut deretan manfaat pisang untuk diet turun berat badan.

1. Tinggi serat

Pisang tergolong buah dengan kandungan serat yang tinggi. Satu pisang ukuran sedang memang mengandung sekitar 105 sampai 110 kalori, namun memberikan kontribusi signifikan terhadap asupan serat harian.

Serat berfungsi menjaga kesehatan pencernaan, melancarkan buang air besar, serta membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. Tak hanya itu, asupan serat yang cukup juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung, gangguan usus, hingga beberapa jenis kanker.

Sebuah studi pada 2019 yang melibatkan 345 peserta menunjukkan bahwa peningkatan asupan serat sekitar 3,7 gram per hari berkaitan dengan penurunan berat badan rata-rata 1,4 kg dalam 6 bulan pada orang dewasa dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Para peneliti menduga bahwa efek ini terjadi karena serat membantu mengurangi asupan kalori dalam jangka panjang.

2. Mengandung pati resisten

Tak banyak yang menyadari bahwa tingkat kematangan pisang memengaruhi manfaatnya bagi diet. Pisang yang masih hijau atau belum terlalu matang mengandung lebih banyak pati, khususnya pati resisten.

Tidak ada perbedaan besar dalam nilai gizi pisang seiring proses pematangan. Namun akan terjadi perubahan pada rasa dan jenis karbohidratnya.

Pisang yang masih hijau memiliki kadar pati, terutama pati resisten, yang lebih tinggi. Jenis pati ini dicerna lebih lambat dan membantu rasa kenyang bertahan lebih lama.

Saat pisang matang, pati tersebut akan berubah menjadi gula alami sehingga rasanya lebih manis dan teksturnya semakin lembut. Meski tetap sehat, pisang yang terlalu matang cenderung memberikan manfaat sedikit lebih rendah untuk pengendalian berat badan dibandingkan pisang yang masih hijau.

3. Aman untuk penderita diabetes

Pisang juga sering dihindari oleh penderita diabetes karena kandungan gulanya. Namun para ahli menegaskan bahwa buah tetap aman dikonsumsi, termasuk pisang selama porsinya terkontrol.

Untuk seseorang dengan diabetes atau pradiabetes, pisang yang belum terlalu matang bisa menjadi pilihan lebih baik. Meski demikian, pisang yang masih sangat hijau bisa lebih sulit dicerna. Oleh karena itu, orang dengan gangguan pencernaan sebaiknya menyesuaikan tingkat kematangan pisang yang dikonsumsi.

4. Pengaruh indeks glikemik pisang pada diet

Pisang juga memiliki indeks glikemik (GI) yang relatif rendah hingga sedang, tergantung tingkat kematangannya. Skor GI pisang berkisar antara 42 hingga 62.

Ini berarti pisang tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis, terutama jika dibandingkan dengan makanan tinggi gula sederhana. Pisang yang lebih matang memang memiliki GI lebih tinggi karena kandungan gulanya meningkat.

Secara umum, pisang melepaskan gula secara perlahan ke dalam darah. Hal ini membantu menjaga kestabilan gula darah dan rasa kenyang lebih lama.

Mengutip Medical News Today, sebuah studi pada penderita diabetes tipe 2 dan kolesterol tinggi menunjukkan bahwa konsumsi sekitar 250 gram pisang sebagai bagian dari sarapan selama empat minggu mampu menurunkan kadar gula darah puasa dan kolesterol.

Jadi, apakah pisang bagus untuk diet? Secara keseluruhan, pisang dapat menjadi bagian dari diet sehat dan seimbang.

Kandungan seratnya membantu mengontrol nafsu makan, sementara vitamin dan mineralnya mendukung fungsi tubuh secara optimal. Disarankan untuk mengonsumsi satu buah pisang ukuran sedang per hari sebagai bagian dari menu diet disertai pola makan seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.

Jika ragu atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

 

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda