MOM'S LIFE
Berapa Perbedaan Jarak Usia Pasangan Agar Pernikahan Langgeng? Ini Kata Pakar
Arina Yulistara | HaiBunda
Minggu, 18 Jan 2026 17:00 WIBBunda terpaut usia yang jauh dengan suami? Berapa sebenarnya perbedaan jarak usia pasangan agar pernikahan langgeng? Simak kata pakar yuk.
Apakah usia hanyalah angka dalam sebuah hubungan? Pertanyaan ini sering muncul, terutama ketika pasangan memiliki perbedaan usia yang cukup mencolok.
Belum lagi jarak usia pasangan sering kali menjadi bahan perbincangan dalam masyarakat. Bahkan seolah menjadi faktor penentu bahagia atau tidaknya sebuah pernikahan.
Faktanya, setiap hubungan memiliki dinamika yang berbeda. Ada pasangan dengan usia sebaya yang tetap menghadapi konflik serius, sementara pasangan yang selisih usianya belasan tahun justru mampu membangun rumah tangga harmonis.
Sebenarnya berapa perbedaan jarak usia pasangan yang dianggap ideal agar pernikahan bisa langgeng? Sejumlah pakar kesehatan mental dan hubungan mencoba menjawab pertanyaan ini dari sudut pandang psikologis, emosional, hingga tahap kehidupan.
Perbedaan jarak usia pasangan agar pernikahan langgeng
Lalu berapa sebenarnya perbedaan jarak usia pasangan yang ideal?
Usia tidak bisa menjadi tolak ukur
Psikiater asal Des Moines, Iowa, Amerika Serikat, Dr. Loren Olson, menyebut bahwa usia tidak bisa dilihat hanya dari angka di kartu identitas. Menurutnya, manusia memiliki lebih dari satu 'usia' saat menjalin asmara.
“Sebagian besar pasangan yang saya kenal mengatakan mereka merasa seperti sebaya. Kita memiliki usia kronologis, usia psikologis, usia fisik, dan usia seksual. Pasangan dengan jarak usia sering kali justru cocok dalam tiga hal terakhir," ujar Dr. Loren Olson, mengutip Psych Central.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa kecocokan emosional, cara berpikir, kondisi fisik, serta kebutuhan intim sering lebih berpengaruh dibanding selisih tahun kelahiran. Tidak heran jika ada pasangan dengan selisih usia 10 hingga 15 tahun tetap merasa ‘sefrekuensi’ dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Tantangan hubungan dengan perbedaan usia signifikan
Meski demikian, pakar sepakat bahwa perbedaan usia yang cukup jauh juga dapat memunculkan tantangan tersendiri. Tantangan ini tidak selalu berasal dari dalam hubungan, tapi juga tekanan sosial dan penilaian lingkungan sekitar.
Pada pasangan yang merasa bahagia sekalipun, komentar atau stigma dari luar bisa menjadi sumber stres. Namun jika bisa menghadapi tantangan tersebut bersama-sama justru dapat memperkuat ikatan dan komunikasi yang sehat serta saling pengertian.
Kematangan emosional tidak selalu mengikuti usia
“Bahkan jika jarak usia kecil, seperti 4 sampai 5 tahun, perbedaan tingkat kematangan bisa terlihat. Ketika perbedaan usia cukup signifikan, seperti 10 hingga 15 tahun atau lebih, pengalaman hidupnya bisa sangat berbeda,” kata Brandy Porche, selaku konselor profesional berlisensi dari MindPath.
Dalam hubungan dengan kesenjangan kematangan emosional yang besar, pasangan lebih matang berisiko memikul beban emosional yang semakin berat. Jika berlangsung lama, kondisi ini bisa menimbulkan kelelahan emosional dan berujung pada konflik serius, bahkan perpisahan.
Menariknya, pasangan yang lebih tua tidak otomatis berarti lebih dewasa secara emosional. Sebaliknya, pasangan yang lebih muda pun tidak selalu kurang matang.
Studi besar tahun 2021 juga menunjukkan bahwa usia semata tidak cukup untuk memprediksi kemampuan seseorang dalam mengelola stres, mengatur emosi, atau membangun ketahanan mental. Faktor lain, termasuk gender dan pengalaman hidup, turut berperan penting.
Perbedaan prioritas dan fase kehidupan
Semakin besar jarak usia, semakin besar pula kemungkinan pasangan berada pada fase kehidupan yang berbeda. Hal ini disampaikan oleh Gina Marie Guarino, konselor kesehatan mental berlisensi sekaligus pendiri PsychPoint.
“Semakin besar jarak usia antar pasangan, semakin besar kemungkinan hubungan tersebut menghadapi tantangan terkait fase kehidupan,” ujar Guarino.
Tantangan tersebut bisa mencakup perbedaan dalam hal kesehatan, tingkat energi, prioritas hidup, hingga rencana membangun keluarga. Sebagai contoh, satu pihak mungkin sedang fokus pada pengembangan karier, sementara lainnya mulai memikirkan masa pensiun atau kondisi kesehatan jangka panjang.
Guarino menegaskan bahwa perbedaan prioritas tidak hanya terjadi pada pasangan dengan jarak usia jauh. Dalam hubungan apa pun, diskusi terbuka mengenai harapan dan rencana masa depan menjadi kunci.
Kekhawatiran masa tua dan akhir kehidupan
Isu lain yang kerap muncul pada pasangan dengan selisih usia besar adalah kekhawatiran tentang masa tua dan akhir kehidupan. Menurut Guarino, pasangan yang lebih muda mungkin merasa cemas akan kemungkinan ditinggal lebih dulu oleh pasangan yang lebih tua. Perasaan ini wajar, tapi tidak boleh dipendam.
“Berkomunikasi satu sama lain tentang perasaan tersebut menjadi bagian penting dari proses menghadapinya,” kata Guarino.
Ia juga menyarankan agar pasangan dengan jarak usia signifikan membuat perencanaan sejak dini, baik secara emosional maupun praktis.
“Jika salah satu pasangan meninggal, pasangan yang ditinggalkan tahu bahwa dirinya sudah dipersiapkan dan memahami langkah apa yang harus diambil selanjutnya,” lanjutnya.
Jadi, berapa jarak usia agar langgeng dan harmonis
Hingga kini, tidak ada angka pasti yang dapat dijadikan patokan ideal perbedaan usia pasangan agar pernikahan langgeng. Para pakar sepakat bahwa komunikasi, kematangan emosional, kesamaan nilai, serta kemampuan menyelesaikan konflik jauh lebih menentukan dibanding selisih usia itu sendiri.
Usia memang dapat memengaruhi dinamika hubungan, namun bukan faktor tunggal. Dengan keterbukaan, empati, dan komitmen yang kuat, pasangan dengan jarak usia berapa pun tetap memiliki peluang yang sama untuk membangun pernikahan yang bahagia dan bertahan lama.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Cara Menjaga Obrolan Tetap Hangat Meski Sudah Lama Bersama
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Tanda Pasutri Butuh Konseling Pernikahan, Jangan Ditunda-tunda Bun
7 Tanda Kesepian dalam Pernikahan, Penyebab & Cara Mengatasinya
Mengenal Arti Prioritas dalam Hubungan, Tanda Pasangan Melakukannya & Contohnya
7 Tujuan Menikah dalam Islam yang Perlu Diketahui
TERPOPULER
9 Kesalahan Menyiram Tanaman yang Bisa Bikin Layu hingga Cepat Mati
Langka! Bukan di Rahim, Janin 12 Minggu Ini Ditemukan Tumbuh Dekat Ginjal
5 Trik Styling Menyamarkan Perut Buncit Pasca Melahirkan
Minum Kopi Sore Hari Bisa Mengganggu Tidur? Ini Kata Penelitian
Cute! Potret Zayn Anak Lucky Perdana yang Ikut Sekolah Sepak Bola di Usia 6 Tahun
REKOMENDASI PRODUK
Sejumlah Negara Imbau Warga Siapkan Stok Makanan, Ini 5 Pilihan yang Awet & Enak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Kostum Halloween Karakter Anime Perempuan yang Ikonik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Kukus 3 Susun Stainless Terbaik Multifungsi dan Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Parfum Bayi yang Aman & Wanginya Tahan Lama
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Tripod HP Terbaik untuk Bikin Konten, Foto, dan Video
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Minum Kopi Sore Hari Bisa Mengganggu Tidur? Ini Kata Penelitian
Sosok Nadia Omara, YouTuber di Balik Viral Cerita Horor KHW 400
9 Kesalahan Menyiram Tanaman yang Bisa Bikin Layu hingga Cepat Mati
Langka! Bukan di Rahim, Janin 12 Minggu Ini Ditemukan Tumbuh Dekat Ginjal
23 Film Netflix Terbaik 2026 dengan Rating Tertinggi dari Genre Romantis, Action hingga Drama
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Pel Manual Masih Layak di Era Mop Elektrik? Ini Kapan Pel Putar Justru Lebih Menang
-
Beautynesia
Simak Gaya Menawan dan Awet Muda Kim Tae Hee di Event Terbaru FRED Jewelry
-
Female Daily
3 Rekomendasi Body Lotion Non-Fragrance yang Cocok untuk Layering Parfum
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ramalan Zodiak 1 November: Taurus Lagi Gelisah, Aries Jangan Menuntut
-
Mommies Daily
Baru di Minggu Ini: Promo tiket.com hingga Pompa ASI Handsfree S2 Pro dari Anker eufy