Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Inspiratif! Perempuan Ini Turun 95 Kg Lewat Diet & Olahraga Sederhana

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Minggu, 18 Jan 2026 12:00 WIB

A close-up view of a young woman standing on a weighing scale, focusing on her feet and the display as she checks her weight. The scene highlights the importance of health and self-awareness in maintaining a balanced lifestyle.
Ilustrasi Inspiratif! Perempuan Ini Turun 95 Kg Lewat Diet & Olahraga Sederhana/Foto: Getty Images/Thai Liang Lim
Jakarta -

Memilih diet sehat terbukti efektif membantu menurunkan berat badan, Bunda. Hal in terlihat dari kisah Jeanine Raine, seorang perempuan yang berhasil menjalani pola hidup sehat secara konsisten.

Raine mengubah kebiasaan makannya dan memasukkan olahraga ke dalam rutinitas sehari-hari. Langkah ini diambil setelah berkali-kali mencoba berbagai cara yang hasilnya tidak bertahan lama.

Rasa lelah terhadap diet yang tidak efektif dan pola makan buruk yang membuat berat badan kembali naik, menjadi titik balik untuk menjalani perubahan yang lebih realistis dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pernah mencapai berat badan lebih dari 200 kilogram

Banyak orang sekitar Raine yang mengomentari tubuhnya sejak masih berusia 8 tahun. Saat itu, beratnya mencapai lebih dari 200 kilogram.

“Saya mengerti, kamu tahu, berat badan saya hampir 500 pon (226,8 kilogram). Saya makan makanan cepat saji setiap hari, beberapa kali sehari. Tapi saya tahu bahwa jika saya melakukan perubahan dan melakukan apa yang perlu saya lakukan, saya percaya bahwa setidaknya saya bisa membuat perubahan,” ungkap Raine, dikutip dari laman TODAY, Kamis (15/1/2026).

Raine memulai perjalanan penurunan berat badannya yang pertama ketika berusia 18 tahun dan beratnya mencapai 300 pon atau setara dengan 136 kilogram.

Dia merasa dirinya semakin tertutup karena harus menanggung komentar tentang penampilannya dan hidup dengan tubuh lebih besar juga membuatnya stres.

Dia harus mencari foto restoran untuk melihat apakah dia muat duduk di kusi dan harus meminta sabuk pengaman tambahan di pesawat. Dia tidak ingin seperti itu lagi.

“Saya melakukan (diet) dengan cara yang salah. Saya tidak cukup makan. Saya tidak banyak berolahraga. Saya merasa harus sangat membatasi diri,” ungkap Raine.

Saat lulus kuliah, ia memiliki berat 470 pon atau sekitar 224 kilogram, ketika memulai kariernya sebagai guru pendidikan khusus.

Namun, ia mengalami sakit punggung, masalah lutut, dan semuanya terasa sakit setiap hari. Pikirannya, yang seharusnya terfokus pada pekerjaan, malah tertuju pada tubuhnya karena tidak nyaman.

“Saat itulah saya memutuskan bahwa saya harus mengambil tindakan sendiri,” ujar Raine.

Oleh karena itu, ia pergi konsultasi dengan dokter ahli gizi. Namun, ketika dokternya skeptis alih-alih mendukung, dia beralih ke dokter lain yang mengajarinya cara menurunkan berat badan secara bertahap.

Diet sederhana turunkan 95 Kg

Dokter tersebut mengajari Raine cara menentukan jenis olahraga apa yang mampu ditangani tubuhnya, serta kapan dan bagaimana meningkatkan intensitas latihannya.

Dia membantu Raine menemukan pengganti makanan kesukaannya yang lebih rendah kalori, tetapi tetap memuaskan keinginannya. Dia juga menunjukkan kepada Raine cara membumbui makanannya dengan tetap memperhatikan kandungan natrium.

“Saran kecil yang dia berikan kepada saya sangat positif dan indah karena dia tidak menjatuhkan saya dan langsung mengatakan tidak,” ungkap Raine.

Perubahan pertama yang dilakukan Raine adalah kebiasaan makan. “Baru setelah saya memperhatikan diet saya dan benar-benar melihat apa yang saya makan, saya menyadari bagaimana saya bisa menambah berat badan seperti itu.”

Ia memulai dengan berjanji untuk memasak semua makanan di rumah. Itu adalah perubahan kecil yang membuat perbedaan besar.

Pola makannya berubah menjadi penuh dengan resep yang ditemukan di media sosial. Soda diganti dengan air, es krim diganti dengan yoghurt beku. Ia sesekali memberi dirinya kelonggaran untuk makan di luar, tetapi ia memaksa dirinya untuk makan di tempat tersebut.

Awalnya, keinginan itu sulit diatasi, dan berlangsung selama beberapa bulan. Jadi, Raine hanya mengizinkan dirinya makan permen ukuran kecil, bukan yang besar.

Dia hanya makan satu porsi kue, bukan satu bungkus penuh. Jika menginginkan sepotong pizza untuk makan malam, dia akan memakannya, tetapi fokus pada makan makanan bergizi untuk sarapan dan makan siang. Akhirnya, keinginan itu hilang.

“Makanan yang saya konsumsi sekarang tidak membuat saya merasa lesu. Saya punya energi. Saya tidak bangun tidur dalam keadaan lelah. Tekanan darah tinggi saya sudah hilang,” ujar Raine.

Alih-alih membatasi makanan, dia mengatakan fokus pada memberi nutrisi pada tubuhnya, terutama agar bisa berolahraga di gym.

Raine mengatakan dengan tidak berfokus pada kesempurnaan, tetapi pada konsistensi, ia mampu hadir setiap hari dan berjalan sedikit lebih jauh di treadmil. “Akhirnya berat badan mulai turun dan pola makan menjadi lebih mudah,” tuturnya.

“Tanpa kusadari, berat badanku sudah turun 70 pon (31 kilogram),” ungkap Raine.

Sekarang, di usianya 29 tahun ini, berat badannya turun 210 pon atau 95 kilogram dan terus bertabah. Dia menyadari bahwa dia tidak ingin melupakan tekad yang membawanya sampai di titik ini.

Nah, itulah perjalanan diet sederhana seorang perempuan bernama Raine yang berhasil turunkan berat badan 95 kilogram. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda