HaiBunda

MOM'S LIFE

Mau Makan Banyak tapi Berat Badan Turun? Ini Pilihan Dietnya Menurut Studi

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Minggu, 25 Jan 2026 12:00 WIB
Ilustrasi Mau Makan Banyak tapi Berat Badan Turun? Ini Pilihan Dietnya Menurut Studi/Foto: Getty Images/bit245
Jakarta -

Makan dalam porsi banyak, tetapi tetap ingin berat badan turun mungkin terdengar mustahil bagi sebagian orang. Namun siapa sangka, ternyata ada metode diet yang bisa Bunda pilih untuk mewujudkannya.

Para peneliti dari Inggris mengungkap bahwa metode itu adalah diet Mediterania, yang mengonsumsi makanan utuh.

Dilansir dari laman The Sun, mereka mengatakan orang yang mengikuti diet dengan banyak makan buah dan sayuran, mengonsumsi 330 kalori lebih sedikit per hari.


Hal ini terjadi meskipun seseorang mengonsumsi makanan sekitar 57 persen lebih banyak setiap hari dibandingkan mereka yang mengonsumsi makanan seperti biasa, berkalori tinggi seperti steak, pasta, dan krim.

Peneliti tersebut menemukan bahwa mengikuti pola makan makanan utuh juga dapat membantu mengurangi keinginan untuk makan.

Makan berlebihan belum tentu bikin berat badan naik

Penulis utama studi dan profesor psikologi eksperimental di Universitas Bristol, Profesor Jeff Brunstrom, mengatakan makan berlebihan belum tentu menjadi masalah inti.

“Penelitian kami dengan jelas menunjukkan bahwa konsumen yang mengonsumsi makanan utuh sebenarnya makan jauh lebih banyak daripada mereka yang mengonsumsi makanan olahan. Namun, komposisi nutrisi makanan memengaruhi pilihan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan tampaknya makanan olahan ultra mendorong orang untuk memilih pilihan makanan berkalori tinggi, yang bahkan dalam jumlah yang jauh lebih sedikit pun kemungkinan akan mengakibatkan asupan energi berlebih dan pada akhirnya memicu obesitas.

Diet makanan utuh

Dalam sebuah penelitian, para ilmuwan melacak 20 orang dewasa yang kelebihan berat badan, 10 perempuan dan 10 laki-laki, yang rata-rata berusia 31 tahun dan membagi mereka menjadi dua kelompok.

Setengah dari peserta diminta untuk mengikuti rencana diet selama dua minggu yang terdiri dari makanan yang diproses seminimal mungkin, seperti salad dan daging tanpa lemak. Sementara setengah lainnya, diberi makanan seperti makanan siap saji dan hot dog.

Setelah menyelesaikan satu program diet, kelompok-kelompok tersebut kemudian bertukar peran.

Para peneliti menyamakan makanan utama secara nutrisi berdasarkan kadar lemak, lemak jenuh, protein, karbohidrat, garam, dan serat.

Namun, peserta yang menjalani diet makanan utuh tetap mengonsumsi lebih banyak makanan per hari dan lebih sedikit kalori, sehingga menunjukkan berat badan mereka turun hampir satu kilogram.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition, para peneliti tidak dapat menjelaskan secara pasti mengapa orang makan lebih banyak saat mengonsumsi makanan yang tidak diolah.

Namun, mereka berpendapat, “Konsumsi sayuran dan buah-buahan mungkin memainkan peran penting dalam kecenderungan makanan-makanan ini memiliki kepadatan energi yang relatif rendah.”

Daftar makanan utuh dan olahan

Untuk mengenali apa saja makanan utuh hingga olahan, berikut daftarnya yang dapat Bunda ketahui:

1. Makanan utuh/tidak diolah atau diolah seminimal mungkin

  • Sayuran dan buah-buahan (Segar atau beku)
  • Buah-buahan kering tanpa gula, madu, atau minyak
  • Biji-bijian dan kacang-kacangan
  • Daging, unggas, ikan, makanan laut, telur
  • Susu tanpa tambahan gula
  • Yoghurt tawar tanpa tambahan gula
  • Kacang dan biji-bijian
  • Rempah-rempah dan bumbu
  • Teh, kopi, dan air

2. Bahan kuliner olahan

  • Garam beryodium
  • Mentega asin
  • Gula dan molase dari tebu atau buah bit
  • Madu yang diekstrak dari sarang lebah
  • Sirup dari pohon maple
  • Minyak nabati yang diekstraksi dari buah zaitun atau biji-bijian
  • Pati yang diekstrak dari jagung dan tanaman lainnya
  • Minyak nabati dengan tambahan antioksidan
  • Cuka dengan tambahan pengawet

3. Makanan olahan

  • Sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan kalengan
  • Buah-buahan dalam sirup
  • Kacang dan biji-bijian yang diasinkan atau diberi gula
  • Daging yang diasinkan, diawetkan, atau diasap
  • Ikan kalengan
  • Roti dan keju

4. Makanan ultra olahan

  • Minuman bersoda dan minuman buah
  • Yoghurt manis
  • Makanan ringan kemasan mans atau gurih
  • Permen dan adonan kue
  • Roti kemasan produksi massal
  • Margarin
  • Sereal sarapan
  • Minuman berenergi
  • Sup, saus, dan mi instan
  • Nugget dari ikan, hot dog
  • Banyak produk siap saji

Nah, itulah pilihan diet untuk Bunda yang ingin makan banyak, tetapi tetap turun berat badannya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Metode Treadmill 12-3-30 Kembali Viral, Ini Manfaatnya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Anak Mengalami Gaslighting, Orang Tua Sering Ucapkan 9 Kalimat Ini Menurut Psikolog

Parenting Nadhifa Fitrina

5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan

Rekomendasi Produk Dwi Indah Nurcahyani

9 Resep Misoa untuk Anak yang Enak dari Goreng-Kuah, Variasi Menu Buat Si Kecil

Parenting Asri Ediyati

Mau Makan Banyak tapi Berat Badan Turun? Ini Pilihan Dietnya Menurut Studi

Mom's Life Amira Salsabila

Penggunaan Opioid untuk Ibu Hamil Naik Dua Kali Lipat, Apa Itu?

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

10 Skincare untuk Anak 10 Tahun yang Punya Manfaat Bagus & Aman, Pilih yang Terbaik!

5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan

9 Resep Misoa untuk Anak yang Enak dari Goreng-Kuah, Variasi Menu Buat Si Kecil

Thailand Kini Jadi Tailan, Ini Negara Lain yang Ikut Berubah Penulisan dalam Bahasa Indonesia

Kisah di Balik Suami Diam-diam Bawa Jenazah Istri ke Pesawat, Ternyata...

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK