MOM'S LIFE
Diet Ini Bisa Turunkan Kolesterol Jahat dalam 2 Hari, Simak Caranya
Amira Salsabila | HaiBunda
Selasa, 10 Feb 2026 12:40 WIBTahukah Bunda? Sebuah studi baru menunjukkan bahwa diet hanya mengonsumsi oatmeal selama dua hari menghasilkan kadar kolesterol yang lebih rendah.
Oat adalah sumber serat yang sangat bermanfaat di dapur, baik disajikan dalam semangkuk oatmeal panas atau lembut dan dingin seperti overnight oats, ada banyak alasan mengapa makanan pokok sarapan ini layak masuk dalam diet Bunda.
Dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature Communication, para peneliti di Universitas Bonn di Jerman menggarisbawahi salah satu kekuatan super oat yang lainnya, yakni seberapa cepat oat dapat menurunkan kolesterol.
Diet oatmeal dua hari
Dilansir dari laman Medical News Today, Profesor Muda Marie-Christine Simon, dari Universitas Bonn, mengatakan paparan intensif terhadap oat yang diberikan melalui diet dua hari tersebut menghasilkan respons yang kuat dari mikroba usus.
Simon menjelaskan bahwa, “Dosis dan paparan cepat terhadap komponen oat, terutama senyawa fenolik yang dimetabolisme oleh mikroba usus, dapat memicu respons biokimia yang lebih kuat daripada asupan harian yang moderat.”
Secara spesifik, ia mengusulkan diet dosis tinggi memberikan jumlah fenolik dan serat oat yang jauh lebih besar daripada satu kali makan biasa. Ini menghasilkan kadar substrat yang lebih tinggi (seperti asam ferulat) untuk menghasilkan metabolisme mikroba.
Hal ini dibuktikan dalam sampe feses yang dikumpulkan untuk penelitian tersebut. Beban oat yang besar ini secara signifikan meningkatkan metabolit fenolik yang diproduksi mikroba, terutama asam dihidroferulat, yang terkait dengan penurunan kolesterol.
Selain itu, Simon mengatakan masuknya oat kemungkinan memicu perubahan cepat dalam aktivitas metabolisme mikroba usus, menghasilkan lebih banyak senyawa bioaktif yang dapat masuk ke dalam sirkulasi dan memengaruhi metabolisme lipid inang.
Secara keseluruhan, ini menunjukkan bahwa senyawa fenolik dapat mengganggu penanganan kolesterol.
Mengenai apakah diet oatmeal singkat secara berkala akan membantu mengendalikan kolesterolnya, Simon memperingati untuk tetap waspada.
“Secara ilmiah masuk akal untuk berhipotesis bahwa intervensi oat dosis tinggi jangka pendek yang berulang mungkin menghasilkan penurunan LDL yang berulang atau berkelanjutan dan mungkin memengaruhi berat badan dan tekanan darah, terutama jika jalur metabolisme usus secara konsisten terlibat, tetapi hal ini masuk perlu diuji RCT (uji coba terkontrol secara acak) di masa mendatang,” jelasnya.
Penurunan kolesterol diet oatmeal bertahan selama 6 minggu
Kadar LDL berkurang sebesar 10 persen, lebih rendah dari jumlah yang dapat dicapai dengan pengobatan, tetapi tetap signifikan.
Penelitian ini terdiri dari dua intervensi diet prospektif, acak dan terkontrol secara paralel. Peserta dalam kedua intervensi tersebut memiliki sindrom metabolik yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, kadar lipid darah tinggi, kadar glukosa darah tinggi, dan kelebihan berat badan.
Percobaan pertama menyelidiki efek diet oatmeal dua hari, dan melibatkan 32 perempuan dan pria yang mengikuti diet oatmeal atau bertindak sebagai kelompok kontrol yang mengikuti diet pengurangan kalori standar dengan durasi yang sama.
Tujuh belas orang yang menjalani diet oatmeal mengonsumsi 300 gram oatmeal per hari. Mereka diperbolehkan menambahkan sayuran atau buah-buahan sebagai tambahan.
Secara keseluruhan, mereka mengonsumsi setengah dari jumlah kalori normalnya. Setelah menjalani diet oatmeal selama dua hari, para peserta kembali ke diet biasa mereka tanpa oatmeal.
Para pelaku diet oatmeal kehilangan dua kilogram berat badan dan mengalami sedikit penurunan tekanan darah segera setelah periode dua hari tersebut.
Percobaan kedua meneliti efek dari memasukkan oat secara teratur ke dalam diet seseorang. Tujuh belas orang mengganti satu kali makan sehari dengan oat, dalam bentuk bubur, oatmeal, smoothie, atau makanan panggang, selama enam minggu sambil mempertahankan asupan kalori harian mereka secara keseluruhan.
Tujuh belas anggota kelompok kontrol dalam percobaan ini tidak mengubah diet mereka yang biasa, kecuali mereka memastikan untuk tidak mengonsumsi oat.
Para peneliti menemukan bahwa sekedar memasukkan oat ke dalam rencana makan harian tidak menghasilkan perubahan yang terukur pada kadar LDL atau kolesterol secara keseluruhan setelah enam minggu.
Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi oat secara intensif dalam jangka waktu singkat lebih efektif dalam menurunkan kadar kolesterol dibandingkan dengan mengonsumsi oat sebagai bagian dari pola makan harian secara rutin, tanpa fokus khusus.
Nah, itulah penjelasan tentang diet untuk kolesterol yang dapat Bunda lakukan selama dua hari. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)