MOM'S LIFE
Kisah Ratu Wilhelmina dan Penolakannya terhadap Kemerdekaan Indonesia
Amira Salsabila | HaiBunda
Kamis, 12 Feb 2026 06:50 WIBBunda, perjalanan Indonesia menuju kemerdekaan menyimpan banyak cerita bersejarah. Salah satunya berkaitan dengan Ratu Wilhelmina, ratu Belanda yang menentang Kemerdekaan Indonesia.
Sang ratu dikenal sebagai figur yang enggan melepaskan Indonesia dari cengkeraman kolonial. Indonesia dianggap memiliki peran besar dalam menopang kepentingan ekonomi Belanda, sehingga kemerdekaan bukan pilihan yang mudah ia terima.
Perjalanan menuju pengakuan kedaulatan pun berlangsung panjang setelah ratusan tahun penjajahan. Belanda baru mengakui Indonesia merdeka secara resmi pada 29 Desember 1949, empat tahun setelah bangsa ini menyatakan diri sebagai negara merdeka.
Mengenal sosok Ratu Wilhelmina
Dilansir dari laman Latitudes, Ratu Wilhelmina adalah putri dari Willem III dan Ratu Emma. Ia lahir pada 31 Agustus 1880. Ayahnya meninggal ketika Wilhelmina berusia 10 tahun, sedangkan ibunda menjabat sebagai bupati hingga ia dewasa.
Wilhelmina sendiri dinobatkan sebagai ratu pada 1890, tetapi baru dilantik pada 6 September 1989 atas persetujuan masyarakat luas.
Ia kemudian menikah dengan Duke Henry dari Mecklenburg Schwerin dan dikaruniai anak perempuan.
Nasib buruk Ratu Wilhelmina
Ratu Wilhelmina sempat mengalami keguguran. Setelah itu, ia kembali mengandung, tetapi jatuh sakit karena demam tifoid.
Dilansir dari laman Hystory of Royal Women, sang ratu mengalami demam tinggi selama berhari-hari. Kondisinya sempat pulih, tetapi seorang ginekologi mengatakan tidak ada harapan untuknya.
Wilhelmina pun merasa sangat kesakitan hingga sang suami meninggalkan ruangan karena tak tahan melihat penderitaannya.
“Wimmy yang malang sangat menderita, seluruh rumah menderita bersamanya,” tulis Duke dalam suratnya.
Demam tersebut menyebabkan anak laki-laki Wilhelmina mengalami stillbirth atau bayi lahir mati. Namun, dokter mengatakan sang Ratu masih bisa mengandung anak sehat di kemudian hari.
Pada 30 April 1909, Ratu Wilhelmina akhirnya dikaruniai seorang putri yang diberi nama Juliana.
Memiliki pengaruh di Perang Dunia II
Tidak rela melepaskan Indonesia begitu saja, Ratu Wilhelmina dikenal memiliki kepribadian yang formal dan sangat tegas, menurut keterangan Rijks Museum.
Di negaranya, sang ratu dianggap sebagai simbol pertahanan Belanda terhadap okupasi Jerman pada masa Perang Dunia II, Bunda.
Pada tahun 1940, Wilhelmina sempat melarikan diri bersama pemerintah ke London, Inggris. Di sana, ia berbicara kepada orang-orang Belanda melalui Radio Orange.
Dilansir dari laman Britannica, Wilhelmina berbicara kepada masyarakatnya dengan suara lantang. Ia membangkitkan semangat Belanda yang tengah diduduki oleh Jerman. Saat kembali ke Belanda, Wilhelmina disambut dengan antusias ketika kekuasaan Jerman berakhir pada 1945.
Turun takhta dan akhir masa penjajahan
Tak lama setelah Indonesia merdeka, kondisi kesehatan Ratu Wilhelmina mulai menurun. Ia akhirnya memutuskan untuk turun takhta.
Pada 4 September 1948, ia menyerahkan takhtanya kepada sang putri yang berkuasa hingga 1980. Hubungan bilateral antara Indonesia dan Belanda masih memburuk, meski mereka telah mengakui kemerdekaan Indonesia.
Dilansir dari laman Dutch Culture, upaya Belanda untuk memperkuat pertahanan wilayah terakhirnya di Indonesia mendapatkan penolakan kuat dari masyarakat. Demonstrasi mahasiswa pecah di depan Kantor Komisaris Tinggi Belanda pada 6 Mei 1960.
Kala itu, ada sekitar 800 orang yang mengakibatkan hancurnya perabotan hingga potret kenegaraan pemimpin Belanda. Potret Ratu Wilhelmina karya Sierk Schröder dan potret Ratu Juliana karya Henricus Pol dirobek dan dilepas dari tembok hingga rusak berat.
Nah, itulah kisah kelam yang dialami oleh Ratu Wilhelmina, sosok yang menentang kemerdekaan Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
HUT ke-80 RI Usung Tema yang Penuh Harapan, Ini Maknanya Bun!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Tahukah Bunda Perbedaan Uang dan Duit? Simak Sejarahnya Yuk
Sosok Perempuan Arab 2.000 Tahun Lalu Berdasarkan Hasil Rekonstruksi Ilmuwan
Peneliti Sebut Piramida Tertua di Dunia Ada di Indonesia, Simak Penjelasannya
Wow! Warga Bantul Temukan Wajan Raksasa yang Diduga Peninggalan Jepang
TERPOPULER
Gen Z Kini Makin Jarang Posting di Medsos, Ternyata Ini Alasannya
Potret Terbaru Zahra Mariam Bolkiah Anak Pangeran Mateen, Wajah Menggemaskan Curi Perhatian
Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah
Apa Itu COVID-19 PQ.16.1.1, Varian Baru yang Dipantau WHO
Nyeri Punggung dan Panggul saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Gen Z Kini Makin Jarang Posting di Medsos, Ternyata Ini Alasannya
Nyeri Punggung dan Panggul saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Potret Terbaru Zahra Mariam Bolkiah Anak Pangeran Mateen, Wajah Menggemaskan Curi Perhatian
Apa Itu COVID-19 PQ.16.1.1, Varian Baru yang Dipantau WHO
Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Liburan ke Pulau Tidung, Ini Penginapan yang Ramah Anak dan Langsung Hadap Laut
-
Beautynesia
4 Manfaat Rutin Membaca Buku 20 Menit Setiap Pagi
-
Female Daily
Coba 6 Menu Spesial Hari Kemerdekaan di Bacha Coffee!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Anak Cindy Crawford & Richard Gere Pemotretan Vogue, Ikuti Ortu 34 Tahun Lalu
-
Mommies Daily
Menyimpan Parfum di Kulkas, Boleh atau Malah Merusak? Ini Penjelasannya