HaiBunda

MOM'S LIFE

Sering Cemas Tanpa Sebab? Waspadai 10 Makanan Ini

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Kamis, 12 Feb 2026 15:40 WIB
Makanan yang buat cemas/ Foto: Getty Images/PrathanChorruangsak

Sering merasa cemas tanpa alasan yang jelas, mudah gelisah, atau suasana hati tiba-tiba berubah? Banyak orang mengira penyebabnya hanya stres, kurang istirahat, atau tekanan pekerjaan. Padahal, apa yang kita konsumsi sehari-hari juga bisa berpengaruh besar terhadap kondisi emosional.

Beberapa jenis makanan dan minuman tertentu ternyata dapat memicu lonjakan gula darah, mengganggu kualitas tidur, hingga memengaruhi keseimbangan hormon yang berkaitan dengan suasana hati. 

Jika dikonsumsi berlebihan, efeknya bisa membuat Bunda lebih mudah merasa cemas, lelah, bahkan murung. Lalu, makanan apa saja yang sebaiknya dibatasi jika Bunda sering merasa cemas tanpa sebab? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!


10 Makanan yang bisa memicu kecemasan & depresi memburuk

Melansir dari laman WebMD, berikut ini beberapa makanan dan minuman yang termasuk makanan pantang penderita maag karena dapat memperburuk gejala kecemasan maupun depresi jika dikonsumsi berlebihan. 

1. Jus buah kemasan

Buah utuh mengandung serat yang membantu memperlambat penyerapan gula dalam darah. Namun, ketika buah diolah menjadi jus tanpa serat, yang tersisa hanyalah gula alami dalam jumlah yang tinggi.

Gula ini cepat diserap tubuh, memicu lonjakan energi sesaat lalu turun drastis. Kondisi ini bisa membuat Bunda merasa lemas, mudah marah, dan cemas. Sebaiknya konsumsi buah dalam bentuk utuh dan pilih air putih saat haus, ya.

2. Minuman bersoda

Soda biasa mengandung gula tinggi tanpa ada manfaatnya. Minuman manis seperti ini dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi. Lonjakan gula darah yang terjadi setelah minum soda juga bisa memicu perubahan mood.

Jika ingin minuman segar, Bunda bisa mencoba air soda tanpa gula dengan sedikit perasan buah segar.

3. Soda diet

Meski bebas gula, soda diet bukan berarti aman bagi kesehatan mental. Pemanis buatan seperti aspartam dalam beberapa produk dikaitkan dengan risiko kecemasan dan depresi. 

Selain itu, kandungan kafeinnya juga dapat memperparah rasa gelisah, terutama pada orang yang sensitif.

4. Roti putih dan produk tepung olahan

Roti dari tepung putih yang diproses sangat cepat diubah menjadi gula dalam tubuh. Akibatnya, kadar gula darah naik dan turun dengan cepat, memicu perubahan energi yang ekstrem. Bunda bisa mengganti makanan ini dengan roti gandum utuh yang kaya serat.

5. Saus salad "light" atau bebas gula

Beberapa produk saus rendah gula menggunakan pemanis buatan sebagai pengganti. Kandungan ini, menurut sejumlah penelitian, dapat berdampak pada suasana hati. Lebih aman jika Bunda membuat saus sendiri dari minyak zaitun, perasan lemon, dan sedikit rempah

6. Kecap dan Saus Kemasan

Walau berbahan dasar tomat atau kedelai, banyak saus kemasan mengandung tambahan gula dalam jumlah cukup tinggi. Bahkan versi "light" sering kali mengandung pemanis buatan.

Konsumsi berlebihan dapat memengaruhi kestabilan mood, apalagi jika Bunda sensitif terhadap gluten pada beberapa produk tertentu.

7. Kopi

Kafein dalam kopi dapat memicu rasa berdebar, gelisah, dan sulit tidur, terutama jika dikonsumsi berlebihan atau pada orang yang tidak terbiasa. Kurang tidur sendiri merupakan faktor pemicu kecemasan.

8. Minuman energi

Minuman energi sering kali mengandung kadar kafein sangat tinggi, bahkan tersembunyi dalam bahan seperti guarana. Selain itu, kandungan gula dan pemanis buatannya juga cukup tinggi. Kombinasi tersebut dapat memicu gangguan tidur, jantung berdebar, dan kecemasan.

9. Makanan tinggi lemak trans (seperti frosting dan donat)

Kue dengan lapisan frosting, donat, dan camilan manis lainnya biasanya mengandung gula tinggi serta lemak trans dari minyak terhidrogenasi parsial. Lemak jenis ini dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi. Jika ingin mengonsumsi makanan manis, Bunda bisa jadikan sebagai camilan sesekali, bukan kebiasaan rutin.

10. Makanan olahan dan gorengan

Daging olahan, makanan cepat saji, sereal manis, serta produk susu tinggi lemak termasuk dalam kelompok makanan ultra-proses. Pola makan seperti ini lebih sering dikaitkan dengan gangguan suasana hati. Sebaliknya, pola makan kaya biji-bijian utuh, sayur, buah, ikan, dan kacang-kacangan dapat membantu menjaga kestabilan emosi.

Bunda, pola makan yang tinggi gula, tepung olahan, serta lemak tidak sehat dapat memengaruhi keseimbangan energi dan suasana hati seseorang.

Karena itu, penting bagi Bunda untuk lebih cermat dalam memilih asupan harian. Semoga bermanfaat ya, Bunda!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Apa Itu Social Anxiety? Kenali Gejala, Penyebab & Cara Mengatasinya, Bun

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Tanda Anak yang Benar-Benar Terdidik Menurut Pakar

Parenting Natasha Ardiah

Menurut Psikolog, Ini 7 Kalimat yang Membuat Seseorang Terlihat Membosankan

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

Rahasia Kimmy Jayanti Berhasil Turunkan BB 13 Kg setelah Melahirkan Anak Ketiga

Kehamilan Amrikh Palupi

10 Cara Mendisiplinkan Anak agar Patuh Sejak Kecil Tanpa Hancurkan Harga Dirinya

Parenting Nadhifa Fitrina

5 Jenis Pisang yang Bagus untuk Bayi, Waktu Konsumsi & Resep MPASI

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Kisah Bunda Memiliki 'Payudara Ketiga' Usai Melahirkan, Ketahui Penyebabnya

5 Jenis Pisang yang Bagus untuk Bayi, Waktu Konsumsi & Resep MPASI

7 Tanda Anak yang Benar-Benar Terdidik Menurut Pakar

Menurut Psikolog, Ini 7 Kalimat yang Membuat Seseorang Terlihat Membosankan

30 Resep Es Buat Buka Puasa, Minuman Segar Bisa untuk Ide Jualan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK