HaiBunda

MOM'S LIFE

Bolehkah Mandi Wajib setelah Sahur? Ketahui Hukum & Mana yang Perlu Didahulukan

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Senin, 16 Feb 2026 15:40 WIB
Ilustrasi bolehkah mandi wajib setelah sahur/Foto: Getty Images/iStockphoto/Iurii Garmash
Jakarta -

Sering kali muncul pertanyaan soal mandi wajib setelah sahur, terutama saat sedang menjalani puasa Ramadhan. Banyak yang masih bingung apakah waktu sahur atau mandi wajib yang harus didahulukan.

Tak sedikit pula yang mencari jawaban tentang bolehkah sahur dulu baru mandi wajib haid agar tetap bisa menjalankan ibadah dengan tenang. Selain itu, muncul juga pertanyaan bolehkah puasa tapi belum mandi wajib setelah haid yang sering jadi kekhawatiran.

Memahami hukum mandi wajib setelah sahur penting agar ibadah puasa tetap sah dan sesuai syariat. Dengan mengetahui aturan yang benar, Bunda bisa menjalani puasa Ramadhan tanpa rasa ragu.


Tak kalah penting, Bunda juga perlu tahu aturan mandi wajib saat puasa di siang hari jika belum sempat mandi sebelumnya. Lantas bolehkah mandi wajib setelah sahur?

Bolehkah mandi wajib setelah sahur?

Melansir dari laman detikcom, mandi wajib setelah sahur hingga menjelang Subuh tidak memengaruhi puasa dan ibadah tetap berjalan normal. Artinya, Bunda tetap bisa berpuasa dengan tenang karena kondisi tersebut membuat puasa sah.

Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan banyak Bunda tentang bolehkah sahur dulu baru mandi wajib haid dalam kondisi tertentu. Selama mandi wajib tetap dilakukan, kewajiban bersuci terpenuhi dan ibadah puasa tetap diterima.

Penjelasan ini juga dikuatkan lewat hadis dari Ummu Salamah RA yang meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah mandi junub saat memasuki waktu Subuh dan tetap melanjutkan puasanya. 

“Nabi Muhammad SAW pernah mandi junub saat memasuki waktu subuh dan beliau tidak meng-qadha (puasa pada hari tersebut)”. (HR. Muslim)

Bagaimana hukum mandi wajib atau junub di siang hari di bulan puasa Ramadhan?

Menurut penjelasan Kementerian Agama Republik Indonesia yang dikutip detikcom, seseorang yang masih dalam keadaan junub di malam Ramadhan tetap boleh melakukan mandi wajib setelah sahur bahkan hingga setelah waktu Subuh. Kondisi ini tidak mengganggu keabsahan puasa sehingga ibadah tetap sah dijalankan.

Meski demikian, para ulama tetap menganjurkan agar mandi wajib dilakukan sebelum Subuh jika memungkinkan. Hal ini karena memulai puasa dalam keadaan suci memudahkan Bunda menjalankan ibadah lain seperti salat Subuh tepat waktu.

Hal ini juga ditegaskan oleh Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adilatuhu yang menjelaskan bahwa seseorang yang masih junub saat Subuh lalu baru mandi setelahnya tetap sah puasanya. Penjelasan ini menjadi dasar kuat terkait hukum mandi wajib setelah sahur dalam Islam.

"Barangsiapa pada waktu Subuh masih dalam keadaan junub atau perempuan haid yang sudah suci sebelum fajar, lalu keduanya tidak mandi selain setelah fajar, maka puasa di hari itu sudah mencukupi untuk keduanya."

Kebolehan ini juga dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang pernah menunda mandi junub hingga setelah Subuh namun tetap melanjutkan puasa. 

عَنْ عَائِشَةَ وَأَمَّ سَلَمَةَ : أَنَّ رَسُولَ الله ولا كَانَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ وَهُوَ جُنبٌ مِنْ أَهْلِهِ ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيَصُومُ

Artinya: Dari 'Aisyah dan Ummu Salamah RA: Suatu ketika, Rasulullah SAW bangun di pagi hari dalam keadaan junub setelah mencampuri istrinya. Sesudah itu, Nabi SAW mandi dan berpuasa. (HR Muslim).

Contoh tersebut menjadi dalil bahwa mandi wajib saat puasa di siang hari tetap diperbolehkan selama tidak ada pelanggaran lain.

Selain itu, mandi wajib setelah sahur diperbolehkan walaupun dianjurkan dilakukan lebih awal bila tidak ada halangan. Dengan begitu, Bunda bisa lebih leluasa menjalankan rangkaian ibadah sejak pagi hari.

Perlu dipahami juga bahwa hadas besar bukan syarat sah puasa, sehingga jika seseorang mengalami mimpi basah di siang hari, puasanya tetap sah walau belum langsung mandi wajib saat puasa di siang hari. Namun jika hadas besar terjadi karena aktivitas yang disengaja seperti hubungan suami istri di siang hari, maka puasa menjadi batal.

Kapan waktu yang tepat mandi wajib saat bulan puasa Ramadhan?

Dalam kondisi tertentu, mandi wajib setelah sahur masih diperbolehkan selama belum melewati batas waktu yang memengaruhi ibadah. Hal ini menjawab keraguan banyak orang tentang bolehkah puasa tapi belum mandi wajib setelah haid selama sudah berniat puasa.

Secara umum, Bunda boleh makan sahur terlebih dahulu meskipun belum mandi wajib. Setelah masuk waktu Subuh, Bunda dianjurkan segera mandi wajib agar ibadah tetap nyaman dan puasa sah dijalankan.

Namun, akan lebih utama jika mandi wajib disegerakan sebelum waktu Subuh tiba. Hal ini juga dijelaskan oleh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki dalam kitab Ibanatul Ahkam.

“Orang yang berpuasa boleh menunda mandi junub hingga waktu setelah fajar terbit. Tetapi yang lebih utama adalah ia menyegerakan mandi wajib sebelum terbit fajar atau sebelum Subuh”. 

Penjelasan ini menguatkan bahwa mandi wajib setelah sahur tetap diperbolehkan, tetapi menyegerakannya sebelum Subuh adalah pilihan yang lebih baik untuk dilakukan.

Batas mandi wajib saat puasa Ramadhan, setelah sahurkah?

Banyak yang bertanya apakah mandi wajib setelah sahur masih boleh dilakukan saat sudah masuk waktu puasa. Secara umum, batas mandi junub ketika puasa berkaitan dengan kewajiban salat, bukan karena puasa mewajibkan mandi junub.

Pada dasarnya, hal yang mewajibkan wudhu seperti salat, thawaf, menyentuh Al-Qur’an, dan berdiam di masjid juga mewajibkan mandi junub. Oleh karena itu, mandi wajib setelah sahur masih memungkinkan selama Bunda memperhatikan batas mandi junub ketika puasa, yaitu sebelum waktu Subuh berlalu agar bisa salat dalam keadaan suci.

Quraish Shihab dalam buku M. Quraish Shihab Menjawab 101 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui menjelaskan mandi junub sebaiknya dilakukan sebelum waktu Subuh habis karena kewajiban salat Subuh. Hal ini bukan karena mandi wajib setelah sahur memengaruhi sah puasa, tetapi karena kewajiban ibadah salat harus dijalankan dalam keadaan suci.

Sementara itu, dikutip dari detikcom, hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab kumpulan hadits shahih, Syarah Riyadhus Shalihin menegaskan bahwa batas mandi junub ketika puasa tidak membatalkan puasa meski belum mandi saat Subuh tiba.

Mandi wajib di siang hari saat puasa Ramadhan, apakah sah?

Pertanyaan tentang mandi wajib setelah sahur sering muncul, termasuk apakah mandi junub di siang hari bisa memengaruhi sahnya puasa. Pada dasarnya, sah atau tidaknya puasa ditentukan dari alasan seseorang melakukan mandi wajib tersebut.

Dalam buku Fikih Wanita karya Muhammad Utsman Al-Khayst dijelaskan bahwa jika haid berhenti sebelum Subuh tetapi belum sempat mandi, wanita tersebut tetap boleh berpuasa. Hal ini sering menjawab keraguan Bunda soal bolehkah puasa tapi belum mandi wajib ketika waktunya sudah masuk puasa. Hal ini karena suci dari hadas besar tidak menjadi syarat sah puasa, sehingga kondisi junub tidak otomatis membatalkan puasa. 

Pendapat serupa juga dijelaskan oleh Wahbah Al-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu. Beliau menyebutkan bahwa perempuan yang sudah suci sebelum fajar tetap sah puasanya meski mandi wajib dilakukan setelah fajar.

Hal ini diperkuat hadis dari Ummu Salamah yang menjelaskan bahwa Nabi Muhammad pernah memasuki waktu Subuh dalam keadaan junub dan tetap melanjutkan puasa. Ini menjadi dalil bahwa mandi wajib tidak selalu harus dilakukan sebelum puasa dimulai selama penyebabnya terjadi sebelum Subuh.

Hal tersebut juga dijelaskan oleh Muhammad Anis Sumaji dalam buku 125 Masalah Puasa bahwa mandi wajib setelah Subuh tetap boleh selama dilakukan sesegera mungkin sebelum salat. Sebab syarat sah salat adalah suci dari hadas besar meski puasa tetap sah.

Selain itu, dalam buku Buka Puasa Bersama Rasulullah SAW karya Muhammad Ridho al-Thurisinai dijelaskan bahwa mimpi basah di siang hari Ramadhan tidak membatalkan puasa. Meski begitu, mandi wajib tetap harus dilakukan sebelum melaksanakan salat sehingga Bunda tetap bisa menjalankan ibadah dengan tenang meski mandi wajib dilakukan setelah sahur.

Rukun mandi wajib

Dalam pelaksanaan mandi wajib setelah sahur, Bunda perlu memahami rukun mandi wajib agar proses bersuci dilakukan dengan benar. Secara umum, rukun mandi wajib ada dua hal utama yang harus dipenuhi supaya ibadah tetap sah dan membantu memastikan puasa sah sesuai ketentuan.

1. Niat

Sebelum memulai mandi wajib, Bunda dianjurkan membaca niat agar ibadah bersuci menjadi sah dan sempurna, termasuk saat melakukan mandi wajib setelah sahur. Berikut ini niat mandi wajib yang bisa Bunda lafalkan:

وَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari minal-jinâbati fardlan lillâhi ta'ala

Artinya: "Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala."

2. Menyiram badan secara keseluruhan

Saat menjalankan mandi wajib setelah sahur, pastikan seluruh tubuh disiram air secara merata, termasuk rambut hingga sela-sela lipatan kulit agar tidak ada najis yang tertinggal. Dengan melakukan mandi wajib secara sempurna, Bunda bisa memastikan ibadah berjalan tenang dan membantu menjaga puasa sah sesuai ketentuan syariat.

Sunah mandi junub

Berikut ini adalah sunah mandi junub yang harus dilakukan saat menyiram bagian badan secara keseluruhan.

  1. Disarankan mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali sebelum memulai mandi.
  2. Sebaiknya membersihkan kotoran atau najis yang menempel di tubuh lebih dulu agar air bersih mengenai kulit secara maksimal.
  3. Dianjurkan berwudu terlebih dahulu sebagaimana tata cara wudu sebelum melaksanakan salat.
  4. Sunnah menyiram bagian kepala sebanyak tiga kali sambil menghadirkan niat untuk menghilangkan hadas besar.
  5. Utamakan mengguyur sisi tubuh sebelah kanan, kemudian dilanjutkan ke sisi kiri.
  6. Dianjurkan merapikan sela rambut dan jenggot menggunakan jari agar air sampai ke kulit.
  7. Pastikan air mengalir hingga ke bagian lipatan tubuh supaya tidak ada area yang terlewat.
  8. Sebaiknya menghindari menyentuh area kemaluan setelah berwudu dan jika tidak sengaja tersentuh, dianjurkan untuk berwudu kembali.

Bacaan doa niat dan tata cara mandi wajib 

Memahami bacaan niat dan tata cara mandi wajib setelah sahur penting agar ibadah dilakukan dengan benar sesuai tuntunan. Ada beberapa ketentuan mandi wajib yang perlu dipahami agar membantu menjaga puasa sah di bulan Ramadhan, seperti dijelaskan dalam buku Fiqh Ibadah oleh Zaenal Abidin.

1. Bacaan niat mandi wajib

Langkah paling awal untuk menunaikan mandi wajib sesuai tata caranya adalah dengan membaca niat. Berikut ini beberapa niat mandi wajib sesuai penyebabnya yang bisa Bunda lafalkan:

Niat mandi wajib setelah haid:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ عَنِ الْحَيْضِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari 'anin haidhi lillaahi ta'aala

Artinya: "Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar yang disebabkan haid karena Allah Ta'ala."

Niat mandi wajib setelah berhubungan intim:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhol lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah."

Niat mandi wajib setelah melahirkan

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ عَنِ الْوِلَادَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari 'anin wilaadati lillaahi ta'aala

Artinya: "Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar yang disebabkan wiladah karena Allah Ta'ala."

Niat mandi wajib setelah nifas

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ عَنِ النِّفَاسِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari 'anin nifaasi lillaahi ta'aala

Artinya: "Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar yang disebabkan nifas karena Allah Ta'ala."

2. Lanjutkan dengan membasuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali hingga bersih.

3. Bersihkan bagian tubuh yang tertutup atau sensitif menggunakan tangan kiri, seperti area kemaluan dan dubur.

4. Setelah itu, cuci kembali tangan menggunakan sabun lalu bilas sampai tidak ada sisa kotoran.

5. Lanjutkan dengan berwudu sebagaimana tata cara sebelum melaksanakan salat.

6. Celupkan tangan ke air, lalu gunakan jari-jari untuk menyela bagian pangkal rambut sampai mengenai kulit kepala.

7. Siram bagian kepala sebanyak tiga kali dan pastikan air merata hingga ke akar rambut.

8. Guyur seluruh badan dengan mendahulukan sisi kanan, kemudian lanjut ke sisi kiri.

9. Periksa kembali agar air sudah mengenai seluruh lipatan kulit serta bagian tubuh yang tersembunyi.

Memahami aturan mandi wajib setelah sahur membantu menjawab kebingungan seperti bolehkah puasa tapi belum mandi wajib agar ibadah tetap tenang dijalankan. Dengan menjalankan mandi wajib sesuai ketentuan, Bunda bisa memastikan puasa yang sah dan tetap nyaman beribadah sepanjang hari di bulan Ramadhan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Hal yang Perlu Bunda Siapkan untuk Menyambut Ramadhan dengan Hati Tenang

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ketahui Ciri-Ciri Suami Punya Sifat Kekanak-kanakan atau Manchild

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Bocah 2 Th Idap Kanker Langka, Berawal dari Ditemukan Bercak Biru di Dada saat Mandi

Parenting Indah Ramadhani

Bolehkah Mandi Wajib setelah Sahur? Ketahui Hukum & Mana yang Perlu Didahulukan

Mom's Life Natasha Ardiah

Bacaan Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

13 Kebiasaan Ini Bantu Anak Lebih Mandiri dan Bahagia

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ketahui Ciri-Ciri Suami Punya Sifat Kekanak-kanakan atau Manchild

Bacaan Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

13 Kebiasaan Ini Bantu Anak Lebih Mandiri dan Bahagia

7 Resep Lidah Kucing untuk Sajian Lebaran hingga Hampers

Bocah 2 Th Idap Kanker Langka, Berawal dari Ditemukan Bercak Biru di Dada saat Mandi

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK