HaiBunda

MOM'S LIFE

Sering Bilang Begini? Ternyata Kamu Suka Mengeluh Menurut Psikologi!

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 20 Feb 2026 05:40 WIB
Ilustrasi Sering Bilang Begini? Ternyata Kamu Suka Mengeluh Menurut Psikologi!/Foto: Getty Images/Wasan Tita
Jakarta -

Bunda pastinya pernah berinteraksi dengan orang yang suka mengeluh, baik itu teman, keluarga, pasangan, maupun rekan kerja. Adapun sejumlah kata-kata yang dapat dikenali karena sering mereka sampaikan.

Menurut psikologi, mereka kemungkinan besar sering mengucapkan salah satu ungkapan yang biasa digunakan oleh orang yang suka mengeluh karena tidak pernah puas dengan kehidupannya.

Sayangnya, hal ini dapat berdampak negatif baik pada orang yang mengeluh maupun mereka yang terpaksa mendengarkan.


Sebuah studi terkenal dari Stanford University, menemukan bahwa mengeluh secara fisik merusak otak, baik itu orang yang mengeluh maupun orang yang menjadi sasaran keluhan.

Meskipun sebagian besar orang yang sering mengeluh tidak selalu menyadari bahwa mereka membuat keributan, hal itu menjadi membosankan dan menjengkelkan bagi orang yang terpaksa mendengarnya, belum lagi berbahaya.

5 Kalimat yang sering disampaikan orang suka mengeluh

Dilansir dari laman Your Tango, berikut kumpulan kalimat yang tanpa disadari sering diucapkan orang suka mengeluh:

1. “Ini tidak adil”

Wajar jika orang-orang memiliki banyak hal untuk dikeluhkan karena biaya hidup yang sangat tinggi. Tentu saja, siapa pun yang kesulitan akan mengatakan ‘Ini tidak adil’ untuk mengungkapkan rasa frustrasi mereka.

Namun, ada perbedaan antara mengatakan ini sesekali dan mengatakannya secara sering, seperti yang cenderung dilakukan oleh orang-orang yang gemar mengeluh.

Mereka tidak pernah tahu kapan harus mengabaikan pikiran negatif mereka dan malah menempatkan diri mereka dalam situasi yang cukup berbahaya karena pikiran negatif dapat menyebabkan depresi dan kecemasan, menurut sebuah studi dari Cognitive Theraoy and Research.

2. “Mengapa ini selalu terjadi padaku?”

Orang yang suka mengeluh akan menggunakan ungkapan ini, dengan kecenderungan untuk mendramatisir situasi mereka secara berlebihan.

Mereka selalu mencari cara untuk bersikap ekstrem dan sering terdengar kasar, sementara orang normal berusaha untuk lebih tenang.

Seperti yang ditemukan dalam studi Stanford University tahun 1996 yang terkenal, mengeluh meningkatkan stres dan bahkan dapat menyebabkan penyusutan hipokampus. Mengetahui hal ini, orang yang suka mengeluh harus berusaha sebaik mungkin untuk menghentikan kebiasaan tersebut.

Pekerja sosial klinis berlisensi Robert Taibbi, menyarankan agar orang perlu melihat akar permasalahan mengapa mereka mengeluh.

3. “Sepertinya aku tidak pernah beruntung”

Sebagian besar orang mengalami kelelahan kerja dan akibatnya merasa kehabisan energi. Bahkan, menurut SHRM’s Employee Mental Health in 2024 Research Series, sebanyak 44 persen orang yang disurvei merasa terkuras secara emosional di tempat kerja.

Meskipun beberapa orang mungkin menggunakan ini sebagai kesempatan untuk menemukan work-life balance yang lebih baik, salah satu ungkapan yang sering digunakan oleh orang yang suka mengeluh adalah “Sepertinya aku tidak pernah beruntung”.

Meskipun mungkin benar, hal itu tidak mengubah fakta bahwa mengeluh tidak akan membawa Bunda ke mana pun. Sebaliknya, orang yang suka mengeluh seharusnya mengubah pola pikir tak berdaya itu dan menyalurkannya ke sesuatu yang baik untuk kesehatan mental mereka.

4. “Aku sudah sangat lelah”

Orang yang gemar mengeluh sering menggunakan ungkapan, ‘Aku sudah sangat lelah’, terutama ketika mereka merasa terjebak dalam siklus dan pola yang sama. Hal itu bisa terasa sangat melelahkan, tetapi mengeluh saja tidak akan banyak membantu.

Menurut dokter residen kedokteran keluarga Hannah S. Packiam, MD, meskipun mereka tidak mengungkapkan rasa frustrasi mereka secara verbal, berpikir negatif pun dapat membahayakan kesehatan fisik seseorang dengan meningkatkan tekanan darah, sehingga semakin sulit untuk pulih.

5. “Tidak ada yang mengerti aku”

Bagi orang yang sering mengeluh, mudah untuk merasa bahwa tidak ada yang memahami mereka, tetapi ini sering kali bermuara pada asumsi.

Banyak orang keliru berasumsi bahwa orang-orang terkasih mereka tidak mungkin memahami apa yang mereka rasakan, dan menurut sebuah studi dari Annals of Behavioral Medicine, perasaan kesepian dapat meningkatkan risiko kematian.

Orang yang terus-menerus mengeluh perlu menyadari bahwa mereka tidak sendirian. Selain mencari bantuan profesional, mereka harus terbuka kepada orang-orang terdekatnya.

Nah, itulah beberapa kalimat yang sering disampaikan orang suka mengeluh. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Menurut Psikolog, Ini 7 Kalimat yang Membuat Seseorang Terlihat Membosankan

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Momen Shandy Aulia Kompak Bareng Mantan Suami di Hari Ultah Anak

Mom's Life Amira Salsabila

Kisah Ratu Victoria & Pemuda Muslim Bernama Abdul, Sempat Ditutupi Lebih dari 100 Th

Mom's Life Annisa Karnesyia

Ini Khasiat Daun Bangun-bangun sebagai ASI Booster seperti yang Diolah Nino Fernandez

Menyusui Amrikh Palupi

Ini Kondisi Janin saat Ibu Hamil Berpuasa, Ternyata...

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

7 Ide Stimulasi Anak untuk Cegah Speech Delay, Baca Buku hingga Nyanyi Bareng

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Momen Shandy Aulia Kompak Bareng Mantan Suami di Hari Ultah Anak

7 Ide Stimulasi Anak untuk Cegah Speech Delay, Baca Buku hingga Nyanyi Bareng

Ini Khasiat Daun Bangun-bangun sebagai ASI Booster seperti yang Diolah Nino Fernandez

Ini Kondisi Janin saat Ibu Hamil Berpuasa, Ternyata...

5 Potret Lee Jun Hyuk, Aktor Tampan Keturunan Bangsawan Korea Selatan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK