Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

12 Sampah Sisa Sayuran yang Dapat Ditanam & Tumbuh Lagi di Rumah

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Sabtu, 21 Feb 2026 15:45 WIB

Group of large leek plants in raised garden bed. Known as scallion, green onion or  Allium porrum. Selective focus on one leek in the middle.
Ilustrasi sampah sisa sayuran yang dapat ditanam & tumbuh lagi di rumah / Foto: Getty Images/Petra Richli
Daftar Isi

Punya kebiasaan membuang sisa sayuran ke tempat sampah? Ada beberapa sampah sisa sayuran yang bisa ditanam dan tumbuh lagi, Bunda.

Tren berkebun dari sisa sayuran di dapur atau kitchen scrap gardening kini semakin diminati. Selain ramah lingkungan karena mengurangi limbah organik, cara ini juga membantu menekan pengeluaran belanja bahan makanan.

Aktivitas ini bahkan bisa menjadi sarana edukasi sains yang menyenangkan bagi anak-anak di rumah. Namun tidak semua sisa sayuran akan otomatis tumbuh.

Disarankan menggunakan bahan berkualitas baik, terutama produk organik, karena beberapa produk nonorganik kerap diberi perlakuan khusus agar tidak bertunas. Selain itu, faktor iklim dan musim juga memengaruhi keberhasilan tanaman saat dipindahkan ke luar ruangan.

Sampah sisa sayuran yang dapat ditanam kembali

Mengutip Farmers' Almanac, berikut deretan sampah sisa sayuran yang bisa ditanam kembali di rumah.

1. Daun bawang

Daun bawang termasuk salah satu tanaman paling mudah untuk ditumbuhkan kembali. Bagian akar yang biasanya dibuang ternyata dapat menghasilkan tunas baru dalam waktu singkat.

Cukup sisakan bagian bawah yang masih memiliki akar kecil. Tanam bagian akar tersebut dengan posisi menghadap ke bawah di pot berisi media tanam berkualitas, lalu letakkan di area yang terkena sinar matahari.

Siram secukupnya dan dalam waktu kurang dari dua minggu, bagian hijau akan tumbuh kembali dan siap dipotong untuk konsumsi.

2. Seledri

Sisa pangkal seledri setebal sekitar 5 cm dapat dimanfaatkan kembali. Letakkan bagian putih dasarnya dalam wadah dangkal berisi air tanpa merendam seluruhnya.

Beberapa hari kemudian, akar akan muncul dari bagian bawah dan daun baru tumbuh di bagian atas. Setelah sekitar satu minggu, pindahkan ke tanah dengan bagian daun tetap berada di atas permukaan.

3. Selada romaine

Cara menumbuhkan selada romaine hampir serupa dengan seledri. Sisakan bagian bawah selada sekitar beberapa cm, lalu rendam dalam air dangkal.

Daun baru akan tumbuh dari bagian tengah. Buang daun luar yang mulai layu. Jika pertumbuhan sudah cukup kuat, tanaman bisa dipindahkan ke tanah untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.

4. Bawang putih

Satu siung bawang putih yang tersisa di dapur dapat ditanam kembali untuk menghasilkan satu umbi baru. Tanam siung dengan bagian akar menghadap ke bawah dan ujung runcing di atas.

Bawang putih bisa ditanam di kebun saat musim gugur di negara empat musim atau dalam pot di dekat jendela yang terkena sinar matahari. Siap dipanen ketika daun bagian atas mulai menguning dan rebah.

5. Jahe

Sisa rimpang jahe yang tidak terpakai dapat langsung ditanam di media tanam lembap dengan tunas menghadap ke atas. Tanaman ini cocok tumbuh di daerah beriklim hangat.

Dalam beberapa minggu, tunas hijau akan muncul dari permukaan tanah. Akar rimpang dapat dipanen sebagian setelah beberapa bulan, lalu ditutup kembali dengan tanah agar terus berkembang.

6. Kentang

Kentang yang sudah bertunas atau memiliki 'mata' bisa ditanam kembali. Untuk kentang besar, potong menjadi beberapa bagian dengan minimal dua mata di tiap potongan.

Diamkan potongan selama satu hingga dua hari agar permukaannya mengering dan mencegah pembusukan. Tanam dalam media tanam yang memiliki drainase baik. Dalam beberapa bulan, umbi baru dapat dipanen.

7. Ubi jalar

Ubi jalar termasuk yang paling mudah ditanam ulang. Bunda dapat menanam seluruh umbi atau memotongnya menjadi dua dan menggantungnya di atas wadah berisi air menggunakan tusuk gigi.

Tunas dan akar akan muncul dalam beberapa hari. Setelah tunas mencapai panjang sekitar 10 cm, lepaskan dan rendam kembali hingga berakar sebelum ditanam di tanah atau pot besar.

8. Kemangi, ketumbar, dan herbal lain

Herbal seperti kemangi dan ketumbar dapat diperbanyak melalui batang. Potong batang sepanjang sekitar 10 cm dan rendam di air, pastikan daun tidak terendam.

Letakkan di tempat terang namun tidak terkena sinar matahari langsung. Setelah akar tumbuh sekitar 2 cm sampai 3 cm, pindahkan ke media tanam.

9. Jamur

Menumbuhkan kembali jamur memang lebih menantang, namun bukan hal mustahil. Potong bagian tudung dan tanam batangnya di media tanam kaya nutrisi dengan bagian atas sedikit terlihat.

Jamur membutuhkan suhu hangat dan kelembapan tinggi. Menanam di pot memudahkan pengaturan lingkungan. Jika berhasil, jamur baru akan tumbuh dari media tersebut.

10. Wortel, bit, dan umbi lain

Bagian umbi wortel atau bit memang tidak tumbuh kembali sepenuhnya, namun daunnya bisa dimanfaatkan. Sisakan sekitar 2 sampai 3 cm bagian atas dan letakkan di wadah dangkal berisi air.

Dalam beberapa hari, daun hijau baru akan tumbuh. Daun ini kaya nutrisi dan bisa diolah menjadi salad atau tumisan. Jika akar mulai berkembang, tanaman dapat dipindahkan ke tanah.

11. Bawang bombai

Bawang bombai kuning maupun merah dapat ditanam ulang dari bagian akarnya. Potong sekitar 2 cm sampai 3 cm bagian bawah dan letakkan di tanah atau wadah air dangkal dengan bagian potongan tidak terendam.

Akar baru akan muncul dalam waktu singkat. Setelah kuat, pindahkan ke tanah untuk pertumbuhan maksimal. Bahkan satu bawang utuh yang direndam air bisa menghasilkan tunas baru.

12. Nanas

Meski bukan sayuran, nanas termasuk tanaman yang bisa ditumbuhkan kembali dari sisa dapur. Gunakan bagian mahkota atas buah, bersihkan dari sisa daging, lalu keringkan sebentar.

Tanam mahkota tersebut di pot berisi tanah gembur dan letakkan di tempat terang. Dengan perawatan rutin, tanaman nanas dapat tumbuh dan berbuah meski membutuhkan waktu cukup lama.

Selain dari potongan sisa, beberapa sayuran dan buah juga bisa ditanam dari bijinya. Biji tomat, cabai, mentimun, labu, hingga labu kuning dapat dicuci bersih, dikeringkan, lalu disemai hingga bertunas sebelum dipindahkan ke tanah.

Yuk coba tanam sendiri sisa sayuran di rumah Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda