Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

6 Cara Menanam Alpukat dari Biji yang Mudah Dilakukan di Rumah

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Sabtu, 07 Feb 2026 20:00 WIB

Avocado seed with root and sprout with leaves in glass with water -€“ fourth growth stage of avocado plant
Ilustrasi cara menanam alpukat dari biji yang mudah dilakukan di rumah / Foto: Getty Images/iStockphoto/IngridHS
Daftar Isi

Ingin punya pohon alpukat di rumah? Mari simak cara menanam alpukat dari biji yang mudah dilakukan di rumah.

Biji alpukat yang biasanya dibuang ternyata dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan tanaman baru. Prosesnya pun relatif sederhana dan bisa dilakukan dengan peralatan dapur sehari-hari.

Selain menjadi kegiatan menyenangkan, menanam alpukat dari biji juga memberikan kepuasan tersendiri ketika tanaman mulai tumbuh dan berkembang. Menanam alpukat dari biji bahkan sering dijadikan proyek edukatif karena memperlihatkan proses pertumbuhan tanaman secara bertahap.

Dengan teknik yang tepat, biji alpukat dapat bertunas dan berkembang menjadi pohon yang sehat. 

Cara menanam alpukat dari biji

Mengutip Better Homes & Gardens, berikut langkah-langkah yang bisa Bunda lakukan untuk menanam alpukat di rumah.

1. Menyiapkan biji terlebih dahulu

Langkah pertama dengan mempersiapkan biji alpukat yang masih utuh. Belah buah alpukat secara perlahan agar biji tidak rusak. Setelah itu, bersihkan sisa daging buah yang menempel menggunakan air bersih.

Pastikan Bunda mengenali bagian atas dan bawah biji. Umumnya, bagian atas biji berbentuk sedikit meruncing, sedangkan bawahnya cenderung lebih datar. Penentuan posisi ini penting karena bagian bawah biji nantinya akan menjadi tempat tumbuh akar.

2. Menancapkan tusuk gigi pada biji

Setelah biji bersih, tancapkan dua hingga tiga tusuk gigi di bagian tengah biji. Tusuk gigi berfungsi sebagai penyangga agar biji bisa bertumpu di atas wadah air.

Tusukkan tusuk gigi sekitar 1/2 cm ke dalam biji. Pastikan posisinya merata agar biji dapat berdiri dengan stabil saat diletakkan di atas wadah.

3. Merendam biji dalam air

Letakkan biji alpukat di atas gelas atau stoples kecil dengan posisi bagian bawah menghadap air. Isi wadah dengan air hingga sekitar 2 sampai 3 cm bagian bawah biji terendam, sementara sisi atas tetap berada di udara.

Simpan wadah tersebut di tempat yang hangat, tapi tidak terkena sinar matahari langsung. Suhu ruangan yang stabil akan membantu mempercepat proses pertumbuhan.

4. Ganti air secara berkala

Air rendaman perlu diganti secara rutin setiap empat hingga lima hari sekali. Langkah ini penting untuk mencegah pertumbuhan bakteri atau jamur yang dapat merusak biji. Selain mengganti air, pastikan bagian bawah biji tetap terendam air agar proses pertumbuhan akar tidak terganggu.

5. Pangkas batang tanaman

Dalam beberapa minggu, akar biasanya mulai muncul dari bagian bawah biji. Tunas hijau juga akan tumbuh dari bagian atas biji, biasanya sekitar dua bulan setelah perendaman.

Ketika tinggi tunas mencapai sekitar 15 sampai 18 cm, pangkas batang hingga setengahnya. Pemangkasan ini bertujuan merangsang pertumbuhan cabang baru sehingga tanaman menjadi lebih kuat dan rimbun.

6. Pindahkan bibit ke pot

Setelah bibit memiliki beberapa daun dan akar yang cukup banyak, pindahkan tanaman ke pot berdiameter sekitar 25 cm yang memiliki lubang drainase. Gunakan media tanam yang subur dan gembur.

Tanam bibit dengan posisi setengah bagian biji tetap terlihat di atas permukaan tanah. Siram tanaman hingga tanah cukup lembap dan biarkan air berlebih keluar melalui lubang pot.

Tips merawat pohon alpukat

Berikut tips merawat pohon alpukat.

1. Pencahayaan

Tanaman alpukat membutuhkan cahaya matahari yang cukup. Jika ditanam di dalam rumah, letakkan pot di dekat jendela yang terkena sinar matahari. Jika diletakkan di luar ruangan, hindari paparan sinar matahari langsung berlebihan pada tanaman muda agar daun tidak terbakar.

2. Penyiraman dan media tanam

Periksa kelembapan tanah secara rutin dengan menyentuh permukaan tanah. Siram tanaman saat tanah mulai terasa kering. Jika tanaman ditempatkan di luar ruangan saat cuaca panas, penyiraman bisa dilakukan lebih sering. Jika menanam alpukat langsung di tanah, pilih lokasi dengan drainase baik agar akar tidak mudah membusuk.

3. Suhu dan kelembapan

Pohon alpukat tumbuh optimal pada suhu hangat dengan tingkat kelembapan sedang hingga tinggi. Suhu yang stabil akan membantu tanaman berkembang dengan baik.

4. Pemupukan

Gunakan pupuk yang mengandung nitrogen cukup tinggi, terutama pada musim pertumbuhan. Namun hindari pemupukan berlebihan saat tanaman sedang tidak aktif tumbuh, seperti pada musim dingin atau saat pertumbuhan melambat.

5. Pemangkasan rutin

Pemangkasan secara berkala penting untuk menjaga bentuk tanaman dan merangsang pertumbuhan cabang baru. Setiap tanaman tumbuh lebih tinggi sekitar 15 cm, pangkas bagian atasnya agar tanaman tumbuh lebih lebat.

6. Penggantian pot

Jika tanaman semakin besar dan pot sudah terasa sempit, pindahkan ke pot yang lebih besar secara bertahap. Gunakan media tanam baru agar nutrisi tanaman tetap terjaga.

Pohon alpukat yang ditanam dari biji umumnya membutuhkan waktu lama untuk menghasilkan buah bahkan bisa mencapai lebih dari 10 tahun. Namun dengan perawatan yang baik dan kondisi lingkungan yang ideal, tanaman alpukat dapat hidup sangat lama hingga ratusan tahun.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda