MOM'S LIFE
Daftar Urutan Surat Salat Tarawih 11 Rakaat
Amira Salsabila | HaiBunda
Selasa, 24 Feb 2026 05:45 WIBSelama bulan suci Ramadhan, Bunda dianjurkan untuk menunaikan salat tarawih yang dilaksanakan setiap malam setelah Isya. Pada kesempatan ini, Bubun akan membantu dengan membagikan susunan surat yang biasa diamalkan dalam rangkaian ibadah tersebut.
Dalam buku Tuntunan Shalat Lengkap dan Benar karya Dra. Neni Nuraeni M.Ag, salat tarawih adalah salat sunnah yang dilakukan pada malam bulan Ramadhan. Abu Hurairah mengemukakan:
“Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengerjakan salat pada malam bulan Ramadhan, tetapi tidak mewajibkannya. Beliau bersabda: ‘Barang siapa yang bangun pada malam bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan keridhaan Allah, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Jama’ah)
Bunda dapat mengerjakan salat sunnah ini berjemaah maupun sendiri dengan setidaknya 11. Hal ini juga dijelaskan dalam hadis Rasulullah sebagai berikut:
“Bahwa Nabi SAW tidak pernah menambah salat sunnahnya pada waktu malam, baik pada bulan Ramadhan maupun pada bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat.” (HR. Jama’ah)
Daftar urutan surat salat tarawih 11 rakaat
Berikut susunan surat yang dapat Bunda panjatkan ketika melaksanakan salat tarawih 11 rakaat:
Bacaan 1
- Surat Al-Fatihah dan At-Takatsur (rakaat pertama)
- Surat Al-Fatihah dan Al-Ashr (rakaat kedua)
Bacaan 2
- Surat Al-Fatihah dan Al-Humazah(rakaat pertama)
- Surat Al-Fatihah dan Al-Fil (rakaat kedua)
Bacaan 3
- Surat Al-Fatihah dan Al-Quraisy (rakaat pertama)
- Surat Al-Fatihah dan Al-Ma'un (rakaat kedua)
Bacaan 4
- Surat Al-Fatihah dan Al-Kautsar (rakaat pertama)
- Surat Al-Fatihah dan Al-Kafirun (rakaat kedua)
Bacaan witir
- Surat Al-Nasr (rakaat pertama)
- Surat Al-Lahab (rakaat kedua)
- Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (rakaat ketiga)
Bacaan surat pendek salat tarawih: Arab, latin, dan artinya
Berikut ada pula bacaan surat pendek salat tarawih yang lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya:
1. Surat At-Takatsur
اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ كَلَّا لَوْ تَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنِۗ لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمَۙ ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنِۙ ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَىِٕذٍ عَنِ النَّعِيْمِ ࣖ
(1) al-hākumut-takāṡur (2) ḥattā zurtumul-maqābir (3) kallā saufa ta'lamụn (4) ṡumma kallā saufa ta'lamụn (5) kallā lau ta'lamụna 'ilmal-yaqīn (6) latarawunnal-jaḥīm (7) ṡumma latarawunnahā 'ainal-yaqīn (8) ṡumma latus`alunna yauma`iżin 'anin-na'īm
Artinya:
“(1) Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. (2) sampai kamu masuk ke dalam kubur. (3) Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu). (4) dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. (5) Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin. (6) niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka. (7) dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan. (8) kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).”
2. Surat Al-Ikhlas
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌࣖ ٤
(1) qul huwallâhu aḫad (2) allâhush-shamad (3) lam yalid wa lam yûlad (4) wa lam yakul lahû kufuwan aḫad
Artinya:
“(1) Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. (2) Allah tempat meminta segala sesuatu. (3) Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan (4) serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”
3. Surat Al-Ashr
وَالْعَصْرِۙ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ࣖ
(1) wal-'aṣr (2) innal-insāna lafī khusr (3) illallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr
Artinya:
“(1) Demi masa. (2) sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. (3) kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.”
4. Surat Al-Humazah
وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ ۨالَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَّعَدَّدَهٗۙ يَحْسَبُ اَنَّ مَالَهٗٓ اَخْلَدَهٗۚ كَلَّا لَيُنْۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِۖ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُ ۗ نَارُ اللّٰهِ الْمُوْقَدَةُۙ الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَفْـِٕدَةِۗ اِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌۙ فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ ࣖ
(1) wailul likulli humazatil lumazah (2) allażī jama'a mālaw wa 'addadah (3) yaḥsabu anna mālahū akhladah (4) kallā layumbażanna fil-ḥuṭamah (5) wa mā adrāka mal-ḥuṭamah (6) nārullāhil-mụqadah (7) allatī taṭṭali'u 'alal-af`idah (8) innahā 'alaihim mu`ṣadah (9) fī 'amadim mumaddadah
Artinya:
“(1) Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela. (2) yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. (3) dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. (4) Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah. (5) Dan tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah itu? (6) (Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan. (7) yang (membakar) sampai ke hati. (8) Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka. (9) (Sedang mereka itu) Diikat pada tiang-tiang yang panjang.”
5. Surat Al-Fiil
اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِۗ اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍۙ وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙ فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍ ࣖ
(1) alam tara kaifa fa'ala rabbuka bi`aṣ-ḥābil-fīl (2) a lam yaj'al kaidahum fī taḍlīl (3) wa arsala 'alaihim ṭairan abābīl (4) tarmīhim biḥijāratim min sijjīl (5) fa ja'alahum ka'aṣfim ma`kụl
Artinya:
“(1) Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? (2) Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia? (3) dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong. (4) yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar. (5) lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).”
6. Surat Quraisy
لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙ اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاۤءِ وَالصَّيْفِۚ فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِۙ الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ ەۙ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ ࣖ
(1) li`īlāfi quraīsy (2) īlāfihim riḥlatasy-syitā`i waṣ-ṣaīf (3) falya'budụ rabba hāżal-baīt (4) allażī aṭ'amahum min jụ'iw wa āmanahum min khaụf
Artinya:
“(1) Disebabkan oleh kebiasaan orang-orang Quraisy. (2) (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas (sehingga mendapatkan banyak keuntungan). (3) maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka'bah). (4) yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut.”
7. Surat Al-Ma’un
اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ ࣖ
(1) a ra`aitallażī yukażżibu bid-dīn (2) fa żālikallażī yadu"ul-yatīm (3) wa lā yaḥuḍḍu 'alā ṭa'āmil-miskīn (4) fa wailul lil-muṣallīn (5) allażīna hum 'an ṣalātihim sāhụn (6) allażīna hum yurā`ụn (7) wa yamna'ụnal-mā'ụn
Artinya:
“(1) Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? (2) Itulah orang yang menghardik anak yatim, (3) dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. (4) Maka celakalah orang-orang yang salat, (5) yaitu mereka yang lalai terhadap salatnya, (6) orang-orang yang berbuat riya, (7) serta enggan memberikan bantuan.”
8. Surat Al-Kautsar
اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ ࣖ
(1) innā a'ṭainākal-kauṡar (2) fa ṣalli lirabbika wan-ḥar (3) inna syāni`aka huwal-abtar
Artinya:
“(1) Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. (2) Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. (3) Sesungguhnya orang-orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah).”
9. Surat An-Nashr
اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُۙ وَرَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًاۙ فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا ࣖ
(1) iżā jā`a naṣrullāhi wal-fat-ḥ (2) wa ra`aitan-nāsa yadkhulụna fī dīnillāhi afwājā (3) fa sabbiḥ biḥamdi rabbika wastagfir-h, innahụ kāna tawwābā
Artinya:
“(1) Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. (2) dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah. (3) maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima tobat.”
10. Surat Al-Lahab
تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ مَآ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَۗ سَيَصْلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍۙ وَّامْرَاَتُهٗ ۗحَمَّالَةَ الْحَطَبِۚ فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ ࣖ
(1) tabbat yadā abī lahabiw wa tabb (2) mā agnā 'an-hu māluhụ wa mā kasab (3) sayaṣlā nāran żāta lahab (4) wamra`atuh, ḥammālatal-ḥaṭab (5) fī jīdihā ḥablum mim masad
Artinya:
“(1) Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia. (2) Tidaklah berguna baginya harta bendanya dan apa yang dia usahakan. (3) Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. (4) Dan juga istrinya, pembawa kayu bakar. (5) di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.”
11. Surat Al-A’la
سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَىۙ ١الَّذِيْ خَلَقَ فَسَوّٰىۖ ٢وَالَّذِيْ قَدَّرَ فَهَدٰىۖ ٣وَالَّذِيْٓ اَخْرَجَ الْمَرْعٰىۖ ٤فَجَعَلَهٗ غُثَاۤءً اَحْوٰىۖ ٥سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسٰىٓۖ ٦اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُۗ اِنَّهٗ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفٰىۗ ٧وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرٰىۖ ٨وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرٰىۖ ٨سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَّخْشٰىۙ ١٠وَيَتَجَنَّبُهَا الْاَشْقَىۙ ١١الَّذِيْ يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرٰىۚ ١٢ثُمَّ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰىۗ ١٣قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰىۙ ١٤وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰىۗ ١٥بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۖ ١٦ وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰىۗ ١٧اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰىۙ ١٨صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰىࣖ ١٩
Sabbihisma rabbikal-a'laa (1) Allazii khalaqa fasawwaa (2) Wal-lazzii qaddara fahadaa (3) Wal-lazii akhrajal-mar'aa (4) Fa ja'alahuu gutsaa'an ahwaa (5) Sanuqri'uka falaa tansaa (6) Illaa maa syaa'allaahu, innahuu ya'lamul-jahra wa maa yakhfaa (7) Wa nuyassiruka lil-yusraa (8) Fa zakkir in nafa'atiz-zikra (9) Sayazzakkaru may yakhsyaa (10) Wa yatajannabuhal-asyqaa (11) Allazii yashlan-naaral-kubraa (12) Tsumma laa yamuutu fihaa wa laa yahyaa (13) Qad aflaha man tazakkaa (14) Wa dzakarasma rabbihii fa shallaa (15) Bal tu'tsiruunal-hayaatad-dun-yaa (16) Wal-aakhiratu khairuw wa abqaa (17) Inna haadzaa lafish-shuhufil-uulaa (18) Shuhufi ibraahiima wa muusaa (19)
Artinya:
“(1) Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi, (2) yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya), (3) yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk, (4) dan yang menumbuhkan (rerumputan) padang gembala, (5) lalu menjadikannya kering kehitam-hitaman. (6) Kami akan membacakan (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa, (7) kecuali jika Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. (8) Kami akan melapangkan bagimu jalan kemudahan (dalam segala urusan). (9) Maka, sampaikanlah peringatan jika peringatan itu bermanfaat. (10) Orang yang takut (kepada Allah) akan mengambil pelajaran, (11) sedangkan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya, (12) (yaitu) orang yang akan memasuki api (neraka) yang besar. (13) Selanjutnya, dia tidak mati dan tidak (pula) hidup di sana. (14) Sungguh, beruntung orang yang menyucikan diri (dari kekafiran) (15) dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia salat. (16) Adapun kamu (orang-orang kafir) mengutamakan kehidupan dunia, (17) padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. (18) Sesungguhnya (penjelasan) ini terdapat dalam suhuf (lembaran-lembaran) yang terdahulu, (19) (yaitu) suhuf (yang diturunkan kepada) Ibrahim dan Musa.”
12. Surat Al-Falaq
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَࣖ ٥
(1) qul a‘ûdzu birabbil-falaq (2) min syarri mâ khalaq (3) wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab (4) wa min syarrin-naffâtsâti fil-‘uqad (5) wa min syarri ḫâsidin idzâ ḫasad
Artinya:
“(1) Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh) (2) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, (3) dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, (4) dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), (5) dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”
13. Surat An-Nas
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١مَلِكِ النَّاسِۙ ٢اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِࣖ ٦
(1) qul a‘ûdzu birabbin-nâs (2) malikin-nâs (3) ilâhin-nâs (4) min syarril-waswâsil-khannâs (5) alladzî yuwaswisu fî shudûrin-nâs (6) minal-jinnati wan-nâs
Artinya:
“(1) Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Aku berlindung kepada Tuhan manusia, (2) raja manusia, (3) sembahan manusia (4) dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi (5) yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, (6) dari (golongan) jin dan manusia’.”
Bacaan bilal tarawih 11 rakaat
Bunda juga dapat mengamalkan beberapa bacaan bilal tarawih 11 rakaat. Berikut di antaranya:
1. Dua rakaat pertama
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْمَعْبُودِ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْمَوْجُودِ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْحَيِّ الَّذِي لَا يَنَامُ وَلَا يَمُوْتُ وَلَا يَقُوْتُ أَبَدًا سُبُّوْحٌ قُدُوْسٌ رَّبُّنَا وَرَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلا بالله العلي العظيم
Subhaanal-malikil-ma'buudi subhaanal-malikil-maujuudi subhaanal-malikil-hayyilladzii laa yanaamu wa laa yamuutu wa laa yafuutu abadan subbuuhun qudduusur rabbunaa wa rabbul-malaa'ikati war-ruuhi subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-'aliyyil-'azhiim
Artinya:
“Mahasuci Tuhan yang memiliki (alam) dan yang disembah, Mahasuci Allah yang memiliki (alam) lagi Ada. Mahasuci Allah yang memiliki lagi Mahahidup yang tidak tidur, tidak mati dan tidak hilang selama-lamanya. Mahasuci Maha-quddus, Tuhan kami dan Tuhan semua malaikat dan ruh (Malaikat Jibril) Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan melainkan Allah. Allah Mahabesar dan tidak ada daya, dan tidak ada kekuatan kecuali dari Allah, Tuhan Yang Mahatinggi dan Mahaagung.”
Setelah itu bilal membaca selawat:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allaahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad
Artinya:
“Ya Allah karuniakanlah kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi Muhammad.”
Kemudian para jemaah menjawab:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَيْهِ
Allaahumma shalli wa sallim 'alaiih
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atasnya (Muhammad).”
Bilal membaca selawat lagi:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ
Allaahumma shalli 'alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammad
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan atas junjungan kamı dan pemimpin kami Nabi Muhammad.”
Kemudian para jemaah menjawab:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَيْهِ
Allaahumma shalli wa sallim 'alaiih
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atasnya (Muhammad).”
Bilal membaca selawat sekali lagi:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا وَحَبِيْيِنَا وَشَفِيْعِنَا وَذُخْرِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ
Allaahumma shalli 'alaa sayyidinaa wa nabiyyinaa wa habiibi- naa wa syafii inaa wa dzukhrinaa wa maulaanaa Muhammad
Artinya:
“Ya Allah, karuniailah kesejahteraan atas junjungan kami, nabi kami, kekasih kami, penolong kami (kelak), yang membela kami dan pemimpin kami Nabi Muhammad.”
Kemudian para jemaah menjawab:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَيْهِ
Allaahumma shalli wa sallim 'alaiih
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atasnya (Muhammad).”
Setelah dijawab oleh para jemaah, kemudian bilal mengucapkan:
صَلُّوا سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللَّهُ
Shallun sunnatat-taraawiihi jaami'atar rahimakumullaah
Artinya:
“Kerjakanlah shalat sunah tarawih secara berjemaah semoga Allah melimpah-kan rahmat kepada kamu sekalian.”
2. Dua rakaat kedua
Selesai rakaat kedua, bilal bersama para jemaah membaca: Subhaanal-malikil-qudduus.
Setelah itu, bilal mengucapkan:
الخَلِيفَةُ الأُولَى أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ سَيِّدُنَا أَبُو بَكْرِ الصديق
Al-khaliifatul-uulaa amiirul-mu'miniina sayyidunaa Abuu Bakrinish-shiddiiq
Artinya:
“Khalifah pertama, amirul-mukminin penghulu kami Abu Bakar Shiddiq”
dan jemaah menjawab:
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
Radhiyallaahu 'anhu
Artinya:
“Semoga rida Allah atasnya.”
3. Dua rakaat ketiga
Setelah mengucapkan salam pada rakaat keempat, bilal bersama para jemaah membaca: Subhaanal-malikil-qudduus. Lanjutkan atau selingi dengan bacaan doa Lailatur Qadar, berikut bacaannya:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni/(na) ’
Artinya:
“Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku.”
Setelah itu bilal mengucapkan:
الْخَلِيفَةُ الثَّانِيَةُ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ سَيِّدُنَا عُمَرُ ابْنُ الْخَطَّابِ
Al-khaliifatuts-tsaaniyatu amiirul-mu'miniina sayyidunaa 'Umarubnul-Khaththaab
Artinya:
“Khalifah yang kedua, amirul-mukminin penghulu kami Umar bin Khaththab.”
dan jemaah menjawab:
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
Radhiyallaahu 'anhu
Artinya:
“Semoga rida Allah atasnya.”
Selanjutnya, dilanjutkan dengan pelaksanaan salat tarawih pada rakaat 5 dan 6.
4. Dua rakaat keempat
Selesai salam pada rakaat keenam, bilal bersama jemaah membaca: Subhaanal-malikil-qudduus.
Setelah itu bilal mengucapkan:
الخليفةُ الثَّالِثَةُ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ سَيِّدُنَا عُثْمَانُ ابْنُ عَفَّانَ
Al-khaliifatuts-tsaalitsatu amiirul-mu'miniina sayyidunaa 'Utsmaanubnu 'Affaan.
Artinya:
“Khalifah yang ketiga, amirul-mukminin penghulu kami Utsman bin Affan.”
dan jemaah menjawab:
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
Radhiyallaahu 'anhu
Artinya:
“Semoga rida Allah atasnya.”
Selanjutnya, dilanjutkan dengan pelaksanaan salat tarawih pada rakaat 7 dan 8.
Nah, itulah daftar urutan surat tarawih 11 rakaat yang dapat Bunda hafalkan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/asa)Simak video di bawah ini, Bun:
Puasa Isra Mi'raj 27 Rajab, Ini Panduan Lengkapnya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Doa Disembuhkan dari Penyakit, Cek di Sini Bunda
Doa Tahun Baru Supaya Mendapat Keberkahan
Bunda, Ini Doa Agar Dilindungi dari Fitnah Dajjal
Doa dan Zikir Usai Salat Subuh, Bunda Perlu Tahu
TERPOPULER
5 Zodiak yang Terlahir Baik Hati & Sering Pikirkan Orang Lain
Ini yang Terjadi pada Tubuh Bunda Selama 2 Tahun Menyusui
Daftar Urutan Surat Salat Tarawih 11 Rakaat
Ibu Hamil Tetap Dapat MBG di Bulan Ramadan, Simak Cara Mendapatkannya
Potret Bryan dan Megan Domani Habiskan Waktu Main Bowling Bersama Kedua Orang Tua
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Baju Lebaran 2026 Anak Perempuan, Dress Nyaman & Stylish
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
Review Beras Porang Fukumi & Tropicana Slim, Praktis Tinggal Seduh
Firli NabilaREKOMENDASI PRODUK
12 Obat Diare untuk Ibu Hamil yang Aman dan Efektif
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
10 Keju untuk MPASI Bayi yang Enak & Aman untuk Tambahan Lemak, Pilih yang Paling Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
16 Pelumas yang Aman & Bagus untuk Berhubungan Intim
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
Resep Salad Brokoli Creamy, Menu Sehat untuk Turunkan Kolesterol
5 Zodiak yang Terlahir Baik Hati & Sering Pikirkan Orang Lain
5 Rekomendasi Baju Lebaran 2026 Anak Perempuan, Dress Nyaman & Stylish
Ini yang Terjadi pada Tubuh Bunda Selama 2 Tahun Menyusui
Ibu Hamil Tetap Dapat MBG di Bulan Ramadan, Simak Cara Mendapatkannya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Kenali Ciri Kulit Tak Terhidrasi dengan Baik saat Puasa
-
Beautynesia
KUIS: Takjil Favoritmu Menggambarkan Karakter Aslimu saat Ramadan
-
Female Daily
Ikuti 5 Tips Diet saat Puasa agar Berat Badan Turun, Tanpa Bikin Lemas!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Video: Tampilan Kulit Wajah Tasya Farasya dari Dekat
-
Mommies Daily
6 Kesalahan Ibu Bekerja selama Ramadan, Bikin Burnout dan Stres!