HaiBunda

MOM'S LIFE

Niat Mandi Idul Fitri: Tata Cara, Waktu Pelaksanaan & Doa Lengkap

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Jumat, 20 Mar 2026 14:40 WIB
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Choreograph

Hari Raya Idul Fitri menjadi momen penuh kebahagiaan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan di bulan Ramadhan. Pada hari kemenangan ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak takbir, doa, dan berbagai amalan yang dapat menambah keberkahan di hari raya.

Dalam menyambut Idul Fitri, ada beberapa sunnah yang bisa dilakukan sebelum berangkat menunaikan salat Ied, salah satunya adalah mandi Idul Fitri. Amalan ini bertujuan untuk membersihkan diri sekaligus mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menyambut hari yang suci.

Lalu bagaimana bacaan niat mandi Idul Fitri, kapan waktu pelaksanaannya, dan bagaimana tata caranya? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut ini ya, Bunda.


Hukum mandi sebelum salat Idul Fitri, apakah termasuk wajib?

Menurut Kyai Wahyul Afif Al Ghofiqi, mandi sebelum salat Idul Fitri berstatus sunnah, bukan kewajiban. Anjuran ini sejalan dengan teladan Rasulullah SAW yang menganjurkan umat Islam untuk membersihkan diri sebelum menunaikan salat Ied. Oleh karena itu, apabila seseorang tidak melakukannya, ia tidak berdosa dan salatnya tetap sah.

"Hukumnya sunnah, jadi kalau tidak dilakukan juga tidak apa-apa. Salatnya tetap sah," ujar Kyai Wahyul dikutip dari CNN Indonesia.

Kyai Wahyul menjelaskan bahwa mandi sebelum salat Idul Fitri bukanlah syarat yang harus dipenuhi. Meskipun begitu, amalan ini tetap dianjurkan karena termasuk bentuk persiapan diri dalam menyambut hari raya.

Kapan mandi wajib sebelum salat Idul Fitri?

Anjuran mandi pada hari Idul Fitri juga dicontohkan oleh Ibnu Umar. Dalam riwayat dari Nafi' disebutkan bahwa Ibnu Umar mandi terlebih dahulu pada pagi hari Idul Fitri sebelum pergi ke tanah lapang untuk melaksanakan salat.

Untuk waktunya, mandi sunnah Idul Fitri dapat dilakukan sejak lewat tengah malam hingga sebelum salat Ied dilaksanakan pada pagi hari raya.

Syekh Sulaiman al-Bujairimi dalam kitab Tuhfah al-Habib 'Ala Syarh al-Khathib menekankan bahwa waktu pelaksanaan mandi sunnah yang lebih utama adalah pada setelah terbit fajar.

Apakah boleh mandi Idul Fitri tanpa keramas?

Mandi Idul Fitri hukumnya sunnah dan bertujuan untuk membersihkan diri sebelum salat Ied. Terkait keramas, hal tersebut bukan syarat wajib dalam mandi Idul Fitri. Hal yang utama adalah membersihkan tubuh sebagai bentuk bersuci.

Bacaan niat mandi Idul Fitri: Arab, latin, dan artinya

Dikutip dari buku 71 Doa Harian Disertai Doa-Doa Ibadah Lengkap  oleh K.H. M. Yusuf Chudlori, berikut ini bacaan niat mandi untuk Idul Fitri.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ اْلفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitul gusla li 'idil fithri sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat mandi untuk merayakan Idul Fitri sebagai sunnah karena Allah ta'ala."

Tata cara mandi Idul Fitri 

Dalam buku Panduan Lengkap Ibadah: Menurut Al-Qur'an, Al-Sunnah, dan Pendapat Para Ulama karya Muhammad Baqir, berikut ini tata cara mandi Idul Fitri yang bisa Bunda ikuti:

  • Membaca niat mandi dengan ikhlas.
  • Membaca basmalah lalu memanjatkan doa agar dijauhkan dari godaan setan.
  • Mencuci kedua telapak tangan sampai benar-benar bersih.
  • Membersihkan area kemaluan serta bagian tubuh yang terkena najis bila ada.
  • Berwudhu terlebih dahulu.
  • Mengalirkan air bersih ke seluruh tubuh, mulai dari kepala hingga ujung kaki.
  • Mengusap tubuh dengan tangan untuk memastikan air merata ke semua bagian tubuh.

Amalan sunnah saat lebaran selain mandi Idul Fitri

Selain mandi sebelum salat Id, ada beberapa amalan sunnah lain yang dianjurkan untuk dilakukan saat Hari Raya Idul Fitri, yaitu:

Makan sebelum pelaksanaan salat Ied

Salah satu sunnah yang dianjurkan saat Idul Fitri adalah makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat Ied, meski hanya sedikit. Dalam hadis dari Buraidah bahwa ia berkata:

"Rasulullah SAW dahulu tidak keluar (berangkat) pada saat Idul Fitri sampai beliau makan dan pada Idul Adha tidak makan sampai ia kembali, lalu beliau makan dari sembelihan kurbannya," (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, sanadhnya hasan).

Mengenakan pakaian terbaik saat Hari Raya

Pada hari raya, umat Islam juga dianjurkan memakai pakaian terbaik yang dimiliki sebagai bentuk berhias dan memuliakan momen Idul Fitri. Namun, pelaksanaannya tetap harus sesuai dengan ketentuan syariat, seperti tidak mengenakan hal-hal yang dilarang.

Menempuh jalan berbeda saat berangkat dan pulang salat Ied

Amalan sunnah berikutnya adalah melewati jalan yang berbeda ketika pergi dan pulang dari salat Ied. Berdasarkan hadis dari Jabir, ia berkata:

"Rasulullah SAW membedakan jalan (saat berangkat dan pulang) sholat Idul Fitri." (HR. Bukhari).

Para ulama menjelaskan bahwa dibalik sunnah ini terdapat beberapa hikmah, seperti memperluas syiar Islam, menyapa lebih banyak orang, serta mempererat hubungan sosial sesama Muslim.

Saling mengucapkan selamat Idul Fitri

Mengucapkan selamat Idul Fitri juga termasuk tradisi baik yang dianjurkan. Salah satu ucapan yang masyhur adalah taqabbalallahu minna wa minkum, yang artinya semoga Allah menerima amal ibadah kita dan kalian.

Ucapan ini menjadi bentuk doa sekaligus mempererat tali silaturahmi di hari raya.

Kumpulan doa terkait Hari Raya Lebaran selain bacaan niat mandi Idul Fitri

Selain membaca niat mandi Idul Fitri, ada beberapa doa lain yang juga sering dilafalkan saat Hari Raya Lebaran. Doa-doa ini berkaitan dengan pelaksanaan salat Ied, khutbah, hingga momen silaturahmi.

1. Bacaan doa Bilal Idul Fitri

Salat Idul Fitri tidak didahului azan maupun iqamah. Sebagai gantinya, ajakan untuk melaksanakan salat disampaikan melalui seruan bilal.

Dalam buku Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet, seruan bilal untuk salat Idul Fitri berbunyi sebagai berikut:


اللهُ أَكْبَرْ (٦) لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ. صَلُّوْا سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ اللَّهُ.

Allâhu akbar (6x). Lâ ilaha illallâhu wallâhu akbar. Allâhu akbar wa lillâhil hamdu. Shallû sunnatal li'îdil fithri rak'ataini jâmi'ata rahimakumullâhu.

Artinya: "Allah Maha Besar (6 kali). Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji milik Allah. Shalatlah sunah Idul Fitri dua rakaat dengan berjamaah, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian."

2. Bacaan Bilal Khutbah Idul Fitri

Selain menyerukan dimulainya salat, bilal pada Idul Fitri juga biasanya membacakan seruan sebelum khutbah dimulai. Setelah salat selesai, bilal berdiri untuk memberi tanda bahwa khutbah Id akan segera berlangsung, dengan membaca:

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِينَ رَحِمَكُمُ اللَّهُ، إِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هُذَا يَوْمُ عِيْدِ الْفِطْرِ وَيَوْمُ السُّرُورِ وَيَوْمُ الْمَغْفُوْرِ أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ فِيْهِ الصِّيَامَ إِذَا صَعِدَ الْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرَ أَنْصِتُوا أَثَابَكُمُ اللهُ وَاسْمَعُوْا أَجَارَكُمُ اللَّهُ وَأَطِيعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ.

Ma'asyiral muslimîn wa zumratal mu'minîn rahimakumullâhu, i'lamû anna yaumakum hâdzâ yaumu 'idil fithri wa yaumus surûri wa yaumul maghfûri ahallallahu lakum fihith tha'ama wa harrama 'alaikum fihish shiyâmu idzâ sha'idal khathîbu 'alâl mimbari anshitû atsābakumullâhu wasma'û ajârakumullâhu wa athî'îû rahimakumullâhu.

Artinya: "Kaum Muslimin dan Muslimat! Semoga kalian semua dirahmati Allah! Ketahuilah, bahwa hari ini adalah Hari Idul Fitri, hari kebahagiaan, hari pengampunan, dan hari dihalalkan untuk makan dan diharamkan berpuasa. Jika nanti khatib sudah naik ke mimbar, jangan ngobrol, simak baik-baik, patuhilah. Semoga Allah memberi pahala, balasan dan rahmat kepada kalian semua."

Lalu, khatib naik ke atas mimbar dan bilal membaca salawat sebagai berikut ini:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allâhumma shalli alâ sayyidinâ Muhammad, Allâhumma shalli 'alâ sayyidinâ Muhammad, Allâhumma shalli wa sallim 'alâ sayyidinâ wa maulânâ Muhammad wa 'alâ âli sayyidinâ Muhammad.

Artinya: "Ya Allah, berilah rahmat kepada kepada junjungan kami Nabi Muhammad, Ya Allah berilah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, Ya Allah berilah rahmat dan keselamatan kepada junjungan dan tuan kami Nabi Muhammad serta keluarga junjungan kami, Nabi Muhammad."

Setelah membaca salawat, bilal akan membaca doa sebagai berikut:

اللَّهُمَّ قَوِ الْإِسْلَامُ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِدِ الدِّيْنِ رَبِّ اخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ وَيَا خَيْرَ النَّاصِرِينَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Allâhumma qawwil islâm, minal muslimîna wal muslimât wal mu'minîna wal mu'minnât al-ahyaʻi minhum wal amwâti wanshurhum 'alâ maʼânidid dîni rabbikhtim lanâ minka bil-khairi wa yâ khairan nâshirîn, birahmatika yâ arhamar râhimîn.

Artinya: "Ya Allah, kuatkanlah keislaman dan keimanan kaum Muslimin (pria) dan Muslimat (wanita), kaum mukmin (pria) dan mukminat (wanita), yang masih hidup dari mereka semua dan juga yang sudah meninggal, dan bantulah mereka untuk mengokohkan agama. Tuhanku, akhirilah (hidup) kami dari-Mu dengan kebaikan, wahai Tuhan sebaik-baik penolong, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan yang Maha Penyayang dari semua penyayang."

3. Bacaan takbir salat Idul Fitri

Pelaksanaan salat Idul Fitri pada dasarnya serupa dengan salat fardu maupun salat sunnah lainnya. Perbedaannya terletak pada niat dan jumlah takbir tambahan yang dibaca dalam setiap rakaat.

Pada rakaat pertama, setelah takbiratul ihram, disunnahkan membaca takbir sebanyak tujuh kali dengan lafaz takbir yang sama. Sementara itu, pada rakaat kedua, takbir tambahan dibaca sebanyak lima kali.

Setelah rangkaian takbir tersebut, barulah dilanjutkan dengan bacaan:

سُبْحَانَ اللَّهَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهَ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.

Artinya: "Maha Suci Allah. Segala puji bagi Allah. Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Allah Maha Besar."

4. Bacaan niat salat Idul Fitri

Dikutip dari buku Wajib Hafal Luar Kepala Bacaan Shalat, Doa, dan Surat-surat Pendek karya Ramadhani, berikut bacaan niat salat Idul Fitri.

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا / مَأْمُوْمًا) لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal-li'iidil-fithri rak'ataini (ma'muuman/imaa-man) lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat karena Allah Ta'ala."

5. Doa setelah salat Idul Fitri

Berikut bacaan doa setelah solat Idul Fitri yang bisa Bunda lafalkan:

اَللّهُمَّ أَعْطِنِي خَيْرَ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا فِيْهِ، وَاْصرِفْ عَنِّي شَرَّهُ وَشَرَّ مَا فِيْهِ، اَللَّهُمَّ اكْتُبْ لِي فِيْهِ كُلَّ خَيْرٍ وَاجْعَلْنِي بَارًّا فِيْهِ بِوَالِدَيَّ، وَاجْعَلْنِي يَا الله مِنْ عِبَادِكَ الْمغْفٌوْرِ لَهُمْ فِي هَذَا الْيَومِ الْمُبَارَكَ، اللهُمَّ ارْحَم ْمَوْتَنا وَمَوْتَى الْمُسْلِمِيْنَ، .اللهم تَقَبَّلْ ِمنَّا الطَّاعَاتِ وَاغْفِر ْلَنَا الْخَطَايَا وَالسَّيِّئَاتَ.

Allahumma'thini khaira hadzal yaum wa khaira ma fihi. Washrif anni syarra ma fihi. Allahummaktubli fihi kulla khairin waj'alni barran fihi bi walidayya, waj'alni ya Allah min ibadikal maghfur lahum fi hadzal yaum al-mubarak. Allahumarham mautana wa mautal muslimin. Allahumma taqabbal minna tha'ati waghfir lanal khathaya was sayyi'at.

Artinya: "Ya Allah, berikanlah aku kebaikan dari hari ini dan kebaikan dari setiap hal yang ada pada hari ini. Dan jauhkanlah aku dari kejelekan di hari ini dan kejelekan setiap sesuatu yang ada pada hari ini. Ya Allah, catatlah pada hari ini setiap kebaikan dan jadikanlah kebaikan bagi kedua orang tuaku dan jadikanlah aku sebagai hamba-Mu yang Engkau ampuni pada hari yang berkah ini. Ya Allah, ampunilah dosa para keluarga kami yang sudah meninggal dan seluruh kaum muslimin yang sudah meninggal. Ya Allah, terimalah ketaatan kami dan ampunilah segala kesalahan dan keburukan yang telah kami perbuat."

Biasanya, doa setelah salat Idul Fitri dipimpin langsung oleh imam atau khatib dan diikuti oleh para jamaah.

Setelah doa tersebut selesai dibacakan, rangkaian doa umumnya ditutup dengan doa yang juga pernah diajarkan dan diamalkan oleh Rasulullah SAW berikut ini:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa, aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban naar

Artinya: "Ya Tuhan kami, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa api neraka."

6. Doa menyambung silaturahmi

Terdapat doa untuk menyambung silaturahmi yang bisa Bunda baca.

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيْمَا رَزَقْتَهُمْ، وَاغْفِرْ لَهُمْ، وَارْحَمْهُمْ

Allaahumma baarik lahum fiimaa rozaqtahum, waghfir lahum, warhamhum.

Artinya: “Ya Allah, berkahilah apa yang Engkau rezekikan kepada mereka, ampunilah mereka, dan rahmatilah mereka.” 

7. Doa menyambut bulan baru

اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلاَمِ رَبِّى وَرَبُّكَ اللَّهُ

Allahumma ahlilhu ‘alayna bilyumni wal iimaani wassaalaamati wal islaamii robbii wa robbukallah.

Artinya: “Ya Allah, tampakkanlah bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah.”

8. Doa memohon kebaikan dunia dan akhirat

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanah, wa fil aakhiraati khasanah, wa qinaa adzaabannaar.

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari azab neraka.”

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Zakat Fitrah Dibayar Online, Sah atau Tidak? Simak Penjelasannya Bun

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kate Middleton Sempat Rahasiakan Kehamilan Pertama, Baru Terungkap Alasannya

Kehamilan Annisa Karnesyia

Mudik ke Rumah Mertua Suka Enggak Betah? Ini Penjelasan Ahli Jiwa agar Mental Tak Capek

Mom's Life Annisa Karnesyia

Niat Mandi Idul Fitri: Tata Cara, Waktu Pelaksanaan & Doa Lengkap

Mom's Life Azhar Hanifah

Momen Acha Septriasa & Rini Yulianti Rayakan Lebaran 2026 di Australia

Mom's Life Annisa Karnesyia

Waspadai Alergi Kelapa pada Anak saat Lebaran, Kenali Gejalanya

Parenting Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Kapan Sebaiknya Anak Diberi Hadiah Uang daripada Barang? Ini Kata Pakar

Kate Middleton Sempat Rahasiakan Kehamilan Pertama, Baru Terungkap Alasannya

5 Rekomendasi Snack MPASI Bayi untuk Finger Food & Mudah Dibawa

Mudik ke Rumah Mertua Suka Enggak Betah? Ini Penjelasan Ahli Jiwa agar Mental Tak Capek

Niat Mandi Idul Fitri: Tata Cara, Waktu Pelaksanaan & Doa Lengkap

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK