HaiBunda

MOM'S LIFE

Quiet Burnout pada Pekerja, saat Mental Lelah tapi Tetap Tampak Produktif

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Rabu, 25 Mar 2026 20:40 WIB
Ilustrasi quiet burnout pada pekerja, saat mental lelah tapi tetap tampak produktif / Foto: Getty Images/PeopleImages

Apa belakangan Bunda mengalami quiet burnout? Mungkin ini saatnya evaluasi diri dan karier.

Di dunia kerja modern yang serba cepat, tekanan pekerjaan sering kali dianggap sebagai hal wajar. Namun di balik produktivitas yang terlihat normal, sebagian pekerja sebenarnya mengalami kelelahan mental tanpa disadari.

Fenomena ini dikenal sebagai quiet burnout, kondisi ketika seseorang merasa sangat lelah secara emosional dan psikologis tetapi tetap menjalankan pekerjaannya seperti biasa.


Quiet burnout berbeda dari burnout klasik yang biasanya terlihat jelas melalui kelelahan fisik atau penurunan kinerja. Pada kondisi ini, Bunda masih mampu mempertahankan citra sebagai pekerja yang baik dan produktif sehingga tanda-tandanya kerap luput dari perhatian, baik oleh diri sendiri maupun orang di sekitarnya.

Menurut World Health Organization (WHO), burnout merupakan fenomena terkait pekerjaan yang muncul akibat stres kronis di tempat kerja yang tidak berhasil dikelola dengan baik. Kondisi ini tercantum dalam International Classification of Diseases (ICD) sebagai fenomena pekerjaan, bukan penyakit medis, namun tetap berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan serius.

Apa itu quiet burnout?

Istilah quiet burnout merujuk pada bentuk burnout yang lebih 'silent' dan sulit dikenali. Penderitanya sering menekan atau menyembunyikan gejala yang dirasakan demi mempertahankan kesan bahwa hidup dan pekerjaan mereka berjalan baik-baik saja.

Mengutip South China Post, orang dengan quiet burnout sering berusaha mempertahankan citra sebagai individu yang sukses dan bahagia. Mereka tetap tersenyum, bekerja seperti biasa, dan jarang mengeluh, meskipun secara mental sudah merasa sangat lelah.

Penyebab quiet burnout

Quiet burnout biasanya dipicu oleh tekanan yang berlangsung lama tanpa adanya penyelesaian yang jelas. Beberapa penyebab umum, antara lain:

1. Konflik yang tidak terselesaikan

Ketegangan yang terus berlangsung di tempat kerja atau kehidupan pribadi dapat menumpuk dan akhirnya memicu kelelahan mental. Untuk itu, jangan sampai bertengkar saat berdebat dengan rekan kerja Bunda ya.

2. Value diri yang bertentangan

Ketika nilai atau prinsip pribadi seseorang bertentangan dengan budaya atau tuntutan di tempat kerja, tekanan psikologis bisa muncul secara perlahan. Bunda perlu memperhatikan value diri sendiri dan yang bertentangan dengan 

3. Terlalu mengutamakan orang lain

Berbeda dengan burnout klasik yang sering terjadi pada pekerja ambisius. Quiet burnout lebih sering dialami oleh orang yang selalu berusaha membantu orang lain dan mengabaikan kebutuhannya sendiri. Lama-kelamaan, kondisi ini membuat mereka merasa dimanfaatkan atau kewalahan.

Gejala quiet burnout yang sering tidak disadari

Meski tidak selalu terlihat jelas, quiet burnout tetap memiliki sejumlah gejala yang dapat dikenali. Beberapa di antaranya meliputi:

Mudah tersinggung dan gelisah

Penderita menjadi lebih sensitif, mudah marah, dan cepat merasa frustrasi terhadap hal-hal kecil.

Sensitivitas terhadap stimulus

Orang dengan quiet burnout sering merasa terganggu oleh suara bising, cahaya terang, bahkan sentuhan fisik.

Kelelahan mental

Jika Bunda masih bekerja seperti biasa, mereka merasa kelelahan secara emosional dan kehilangan energi.

Menjaga 'topeng kebahagiaan'

Banyak penderita tetap terlihat ceria di luar padahal sebenarnya hanya berpura-pura baik-baik saja.

Tanda-tanda mengalami quiet burnout

Karena penderita sering menyembunyikan gejalanya, orang di sekitar, baik rekan kerja maupun keluarga, perlu lebih peka terhadap beberapa tanda berikut:

  • Gangguan tidur atau sulit tidur
  • Mudah sinis dan sarkastik
  • Perubahan suasana hati secara tiba-tiba
  • Sulit menolak permintaan orang lain
  • Kesalahan kerja yang semakin sering terjadi
  • Mudah lupa atau kehilangan fokus
  • Menarik diri dari kegiatan sosial
  • Jarang tertawa atau terlihat menikmati pekerjaan

Jika dibiarkan, gejala tersebut dapat semakin memburuk seiring waktu.

Risiko kesehatan quiet burnout

Meski bukan penyakit mental secara langsung, quiet burnout dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius. Salah satunya meningkatkan risiko depresi klinis.

Selain itu, tekanan kronis juga dapat memengaruhi sistem kardiovaskular dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Kondisi seperti Hipertensi atau tekanan darah tinggi juga lebih mungkin terjadi.

Kurangnya aktivitas fisik yang sering menyertai burnout juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Tidak hanya berdampak pada kesehatan, quiet burnout juga bisa memicu masalah sosial dan karier, seperti menurunnya hubungan sosial hingga risiko kehilangan pekerjaan.

Cara mengatasi quiet burnout

Para ahli menekankan bahwa langkah paling penting adalah menyadari dan mengakui kondisi yang sedang dialami. Mengabaikan gejala justru dapat memperburuk keadaan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan, antara lain:

1. Mengakui kondisi diri sendiri

Jangan menekan atau menyembunyikan tanda-tanda kelelahan mental. Mengakui masalah adalah langkah awal menuju pemulihan.

2. Berkomunikasi secara terbuka

Berbicara dengan rekan kerja, keluarga, atau atasan mengenai kondisi yang dirasakan dapat membantu mengurangi tekanan.

3. Mencari bantuan profesional

Konseling, terapi psikologis, atau mengikuti program manajemen stres dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan.

4. Mengurangi stres sejak dini

Teknik relaksasi, terapi percakapan, serta perubahan pola pikir dapat sangat membantu jika dilakukan pada tahap awal burnout.

Para ahli menegaskan bahwa semakin lama burnout diabaikan, semakin sulit proses pemulihannya. Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda awal dan mencari bantuan lebih cepat dapat mencegah dampak kesehatan yang lebih serius di kemudian hari.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Mengenal Fenomena Job-pocalypse yang Mengancam Dunia Kerja Gen Z

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Pujian dan Haus Validasi

Mom's Life Amira Salsabila

Intip 5 Potret Terbaru Xavier Anak Rini Yulianti Usai Pindah ke Australia

Parenting Nadhifa Fitrina

9 Ciri Kepribadian Orang yang Gemar Mengaktifkan Mode Silent di HP Menurut Psikologi

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Vaksin Bayi Baru Lahir hingga Usia 6 Bulan yang Tak Boleh Terlewatkan

Parenting Asri Ediyati

Angka Kesuburan di Singapura Menurun, Ini Penyebab dan Solusinya

Kehamilan Indah Ramadhani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Pujian dan Haus Validasi

Intip 5 Potret Terbaru Xavier Anak Rini Yulianti Usai Pindah ke Australia

Quiet Burnout pada Pekerja, saat Mental Lelah tapi Tetap Tampak Produktif

Vaksin Bayi Baru Lahir hingga Usia 6 Bulan yang Tak Boleh Terlewatkan

Angka Kesuburan di Singapura Menurun, Ini Penyebab dan Solusinya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK