moms-life
Batas Toleransi Makanan Kedaluwarsa, Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Terlanjur Dikonsumsi?
HaiBunda
Sabtu, 28 Mar 2026 14:10 WIB
Daftar Isi
Bunda, sebelum mengonsumsi makanan kemasan, penting bagi Bunda untuk memahami batas toleransi makanan kedaluwarsa agar tidak membahayakan kesehatan keluarga. Banyak orang masih ragu, apakah makanan yang lewat tanggal masih aman dimakan atau justru berisiko bagi tubuh.
Memahami batas toleransi makanan kedaluwarsa juga membantu Bunda mengetahui kapan makanan masih bisa dikonsumsi dan kapan harus segera dibuang. Pasalnya, makanan yang sudah terlalu lama disimpan bisa memicu pertumbuhan bakteri berbahaya.
Lalu, bagaimana batas toleransi makanan kedaluwarsa yang masih dianggap aman dan apa yang terjadi pada tubuh jika terlanjur memakannya? Simak penjelasannya berikut ini agar Bunda tidak salah langkah saat mengonsumsi makanan kemasan di rumah.
Perbedaan label expired date dan best before
Bunda, memahami perbedaan antara label expired date dan best before penting untuk mengetahui batas toleransi makanan kedaluwarsa. Dilansir dari situs resmi Canadian Food Inspection Agency, label expired date biasanya hanya dicantumkan pada produk tertentu yang memiliki standar komposisi dan kandungan gizi yang ketat.
Jika tanggal expired date sudah terlewati, kualitas nutrisi dalam produk tersebut kemungkinan tidak lagi sesuai dengan yang tertera pada kemasan. Oleh karena itu, makanan dengan label ini sebaiknya tidak dibeli, dijual, maupun dikonsumsi setelah melewati tanggal expired date karena dapat berisiko bagi kesehatan.
Sementara itu, label best before lebih berkaitan dengan kualitas produk, seperti kesegaran, rasa, dan kandungan gizinya selama disimpan dengan benar dalam kondisi kemasan yang belum dibuka. Dalam konteks ini, memahami batas toleransi makanan kedaluwarsa membantu Bunda mengetahui bahwa tanggal best before tidak selalu berarti makanan langsung berbahaya, tetapi lebih menunjukkan batas optimal kualitas dari suatu produk.
Panduan batas toleransi berdasarkan jenis makanan
Penting untuk Bunda ketahui bahwa batas toleransi makanan kedaluwarsa tidak selalu sama pada setiap jenis makanan. Beberapa produk masih bisa dikonsumsi dalam waktu tertentu setelah tanggal pada kemasan, sementara yang lain justru harus segera dibuang demi menjaga keamanan pangan.
Berikut ini Bubun akan berikan penjelasan panduan batas toleransi berdasarkan jenis makanan yang dilansir dari Food Safety and Inspection Service United States Department of Agriculture dan laman Real Simple. Dengan mengetahui panduan ini, Bunda bisa menentukan mana makanan yang masih layak dikonsumsi dan mana yang sebaiknya tidak lagi digunakan dalam jangka waktu tertentu.
1. Air minum kemasan
Bunda, untuk air minum kemasan yang masih tersegel rapat, sebenarnya tidak mudah rusak meskipun sudah melewati tanggal pada label. Dalam konteks batas toleransi makanan kedaluwarsa, air kemasan yang belum dibuka umumnya masih aman, tetapi rasa dan kualitasnya bisa berubah tergantung cara penyimpanan, seperti paparan sinar matahari atau benda lain di sekitarnya.
2. Gula
Batas toleransi makanan kedaluwarsa pada gula sebenarnya cukup panjang karena bahan makanan ini sangat stabil dan tidak mudah rusak. Selama disimpan di tempat yang kering, sejuk, dan tidak terkena cahaya langsung, gula umumnya masih aman digunakan. Untuk menjaga kualitas rasa dan teksturnya, sebaiknya Bunda memakainya dalam waktu sekitar dua tahun.
3. Kacang kering
Dalam panduan batas toleransi makanan kedaluwarsa, kacang kering termasuk bahan makanan yang daya simpannya cukup lama jika disimpan dengan baik. Jenis seperti kacang hitam, pinto, atau cannellini bahkan bisa bertahan hingga sekitar dua tahun, sehingga masih memiliki masa simpan yang cukup panjang.
4. Buah kering
Buah kering termasuk makanan yang memiliki batas toleransi makanan kedaluwarsa cukup panjang jika disimpan dengan baik. Umumnya, buah kering masih dapat bertahan sekitar satu hingga dua tahun di dalam pantry, bahkan bisa lebih lama jika disimpan di dalam freezer untuk menjaga kualitas dan kesegarannya.
5. Madu
Madu termasuk bahan makanan yang cenderung tahan lama dalam panduan batas toleransi makanan kedaluwarsa jika disimpan dengan baik. Umumnya madu masih dapat digunakan hingga sekitar dua tahun selama disimpan di tempat yang sejuk dan terlindung dari sinar matahari. Meskipun mengkristal, madu tetap aman dikonsumsi selama kualitasnya masih baik.
6. Kecap
Kecap termasuk salah satu bumbu dapur yang memiliki daya simpan cukup lama dibandingkan jenis makanan lainnya. Dalam panduan batas toleransi makanan kedaluwarsa, kecap yang masih tersegel dapat bertahan hingga sekitar tiga tahun atau bahkan lebih di lemari dapur, sedangkan setelah dibuka sebaiknya disimpan di kulkas agar kualitas rasa dan aromanya tetap terjaga lebih lama.
7. Teh celup
Teh celup termasuk produk yang memiliki batas toleransi makanan kedaluwarsa cukup lama jika disimpan dengan baik di tempat kering dan tertutup. Umumnya teh celup yang belum dibuka masih dapat mempertahankan kualitasnya hingga sekitar tiga tahun, sedangkan setelah kemasannya dibuka, kualitas rasa dan aromanya biasanya hanya bertahan sekitar 18 bulan.
8. Pasta kering
Pasta kering termasuk bahan makanan yang memiliki daya simpan cukup lama jika disimpan dalam kondisi kering dan tertutup rapat. Dalam batas toleransi makanan kedaluwarsa, pasta kering bahkan dapat bertahan hingga sekitar dua tahun selama kualitas kemasan dan cara penyimpanannya tetap baik.
9. Makanan kaleng
Pada produk makanan kaleng, batas aman konsumsi dapat berbeda tergantung tingkat keasamannya. Batas toleransi makanan kedaluwarsa pada makanan kaleng dengan kadar asam rendah seperti daging, kacang-kacangan, sup, atau tuna umumnya masih dapat bertahan sekitar dua hingga lima tahun jika disimpan dengan benar.
Sementara itu, makanan kaleng dengan kadar asam lebih tinggi, misalnya saus tomat atau buah kaleng, biasanya memiliki masa simpan yang lebih pendek, yakni sekitar 18 bulan. Untuk menjaga kualitasnya, makanan kaleng sebaiknya disimpan di tempat sejuk dan kering serta tidak digunakan jika kemasannya menggembung, berkarat, bocor, atau penyok parah karena bisa menandakan produk sudah tidak aman dikonsumsi.
10. Minyak sayur
Minyak sayur, seperti minyak kanola, umumnya memiliki daya simpan yang cukup lama jika belum dibuka dan disimpan dengan benar. Dalam konteks batas toleransi makanan kedaluwarsa, minyak sayur dapat tetap terjaga kualitasnya hingga sekitar dua tahun apabila disimpan di tempat yang sejuk dan kering, bahkan bisa bertahan lebih lama jika diletakkan di dalam lemari es.
11. Biji-bijian
Pada kelompok biji-bijian kecil yang kaya protein nabati, seperti chia atau biji rami, batas toleransi makanan kedaluwarsa umumnya cukup panjang jika disimpan dengan benar. Produk biji-bijian yang masih dalam kemasan utuh bisa bertahan hingga sekitar satu tahun. Namun untuk menjaga kesegaran dan kualitasnya lebih lama, biji-bijian sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara di dalam lemari es.
12. Putih telur kering
Putih telur kering atau padatan putih telur umumnya masih dapat disimpan pada suhu ruangan selama kemasannya belum dibuka, asalkan ditempatkan di area yang sejuk dan tidak lembap. Dalam konteks batas toleransi makanan kedaluwarsa, kondisi penyimpanan yang tepat sangat berpengaruh terhadap daya tahan bahan ini.
Setelah kemasan dibuka, produk sebaiknya dipindahkan ke dalam lemari pendingin agar kualitasnya tetap terjaga lebih lama. Namun, penyimpanan dingin biasanya baru benar-benar diperlukan jika padatan putih telur tersebut sudah dilarutkan kembali, sehingga kualitas produknya tetap terjaga dengan baik.
13. Campuran telur kering
Pada campuran putih dan kuning telur bubuk kering, cara penyimpanan sangat memengaruhi batas toleransi makanan kedaluwarsa dan kualitasnya. Produk yang belum dibuka sebaiknya disimpan pada suhu di bawah 10 derajat Celsius atau di dalam lemari pendingin agar dapat bertahan sekitar 12 hingga 15 bulan.
Setelah kemasan dibuka, masa simpannya jauh lebih singkat sehingga perlu segera disimpan di kulkas dan digunakan dalam waktu sekitar 7 hingga 10 hari. Jika campuran telur sudah dilarutkan dengan air, sebaiknya langsung digunakan atau disimpan di lemari es dan dipakai maksimal dalam waktu 1 jam agar tetap aman dikonsumsi.
14. Makanan laut kemasan
Pada makanan laut kemasan, batas toleransi makanan kedaluwarsa dapat berbeda tergantung kondisi kemasannya. Produk yang masih tersegel umumnya dapat bertahan hingga sekitar 18 bulan, tetapi setelah dibuka sebaiknya hanya disimpan di freezer dan dikonsumsi dalam waktu 3-4 hari agar kualitas serta keamanannya tetap terjaga.
15. Daging kemasan
Batas toleransi makanan kedaluwarsa pada daging kemasan umumnya mengikuti anjuran produsen yang tercantum pada label selama kemasan masih tertutup rapat. Namun setelah dibuka, daya tahannya biasanya hanya sekitar 3-4 hari jika disimpan di dalam freezer agar kualitas dan keamanan daging tetap terjaga.
Cara mengenali makanan kedaluwarsa
Bunda, memahami batas toleransi makanan kedaluwarsa tidak selalu cukup hanya dengan melihat tanggal yang tertera pada kemasan. Faktanya, beberapa makanan bisa saja sudah mengalami penurunan kualitas sebelum tanggal tersebut, sehingga penting bagi kita untuk mengenali tanda-tanda kerusakan secara langsung.
Dikutip dari laman Parade, seorang konsultan dan pelatih keamanan pangan di Catalyst LLC, Jill Stuber, menjelaskan bahwa tidak semua makanan yang rusak menunjukkan tanda yang jelas. Memang, beberapa makanan mudah dikenali seperti roti yang berjamur atau sayuran yang berubah menjadi berlendir, tetapi dalam beberapa kasus, makanan tetap terlihat normal meski sebenarnya sudah mengalami pertumbuhan mikroba.
Karena makanan yang sudah rusak berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan, indra penciuman bisa menjadi petunjuk yang cukup membantu. Jika Bunda mencium aroma yang tidak biasa, misalnya bau asam pada susu atau bau menyengat dari makanan lain, sebaiknya hindari mengonsumsinya meskipun masih berada dalam batas toleransi makanan kedaluwarsa.
6 Hal yang akan terjadi pada tubuh jika konsumsi makanan kedaluwara
Bunda, meski terlihat masih layak dimakan, mengonsumsi makanan yang sudah melewati batas toleransi makanan kedaluwarsa bisa menimbulkan berbagai dampak pada tubuh. Dilansir dari laman yang sama, berikut beberapa hal yang dapat terjadi jika makanan kedaluwarsa terlanjur dikonsumsi:
1. Mengalami sakit perut
Bunda, mengonsumsi makanan yang sudah melewati batas toleransi makanan kedaluwarsa dapat memicu gangguan pencernaan, salah satunya sakit perut. Kondisi ini sering kali muncul bersama gejala lain seperti mual, muntah, hingga diare yang membuat tubuh terasa tidak nyaman.
Menurut seorang ahli diet di Whole Family Health, Jason Levee, RD., tubuh biasanya memiliki mekanisme alami untuk menolak makanan yang tidak layak dikonsumsi. Saat makanan melewati batas toleransi kedaluwarsa, tubuh bisa merespons dengan muntah atau diare sebagai cara mengeluarkan zat yang berpotensi mengganggu sistem pencernaan.
2. Mengalami dehidrasi
Dampak lainnya yang juga bisa terjadi jika mengonsumsi makanan yang melewati batas toleransi makanan kedaluwarsa adalah dehidrasi. Kondisi ini biasanya muncul setelah tubuh mengalami gangguan pencernaan seperti muntah atau diare akibat makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi.
Saat muntah dan diare terjadi terus-menerus, tubuh dapat kehilangan banyak cairan dalam waktu singkat. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi dehidrasi berat.
3. Risiko terkena bakteri
Dampak selanjutnya yang bisa terjadi jika mengabaikan batas toleransi makanan kedaluwarsa adalah meningkatnya risiko paparan bakteri berbahaya, seperti Salmonella dan E. Coli. Hal ini terutama terjadi pada makanan yang mudah rusak karena mikroorganisme dapat berkembang dengan cepat setelah melewati tanggal aman konsumsi.
Ketika bakteri sudah berkembang dalam jumlah tinggi, makanan tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan jika tetap dimakan. Oleh karena itu, memahami batas toleransi makanan kedaluwarsa sangat penting agar Bunda dapat melindungi keluarga dari risiko penyakit akibat makanan yang sudah tidak layak konsumsi.
4. Lebih sedikit mengonsumsi nutrisi
Bunda, makanan pada dasarnya menjadi sumber nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi dengan baik. Namun, ketika melewati batas toleransi makanan kedaluwarsa, kualitas dan kandungan gizinya bisa mulai menurun.
Artinya, meskipun makanan tersebut masih terlihat layak dimakan, nutrisi yang didapat tubuh mungkin tidak lagi sebanyak yang tercantum pada label kemasan. Oleh karena itu, memahami batas toleransi makanan kedaluwarsa juga penting agar Bunda dapat memastikan keluarga tetap memperoleh asupan gizi yang optimal dari makanan yang dikonsumsi.
5. Merasa kurang puas
Makanan bukan hanya soal mengenyangkan, tetapi juga bisa memberikan pengalaman dari rasa, aroma, dan teksturnya. Ketika melewati batas toleransi makanan kedaluwarsa, kualitas makanan bisa menurun sehingga rasanya tidak lagi senikmat saat masih segar.
Akibatnya, Bunda mungkin merasa kurang puas saat mengonsumsinya karena cita rasa dan aromanya sudah berubah. Misalnya, keripik atau biskuit yang melewati batas toleransi makanan kedaluwarsa sering kali menjadi lembek dan tidak lagi terasa renyah seperti seharusnya.
6. Tidak terjadi apapun
Dalam beberapa kasus, mengonsumsi makanan yang sudah melewati tanggal pada kemasan belum tentu langsung menimbulkan masalah kesehatan. Hal ini bisa terjadi karena batas toleransi makanan kedaluwarsa pada sebagian produk masih berkaitan dengan kualitas
Banyak label seperti best before atau “baik digunakan sebelum” sebenarnya menunjukkan waktu terbaik untuk menikmati rasa, tekstur, atau tampilan makanan. Setelah melewati tanggal tersebut, kualitas produk memang bisa menurun, tetapi belum tentu langsung berbahaya selama penyimpanannya masih baik dan makanan tidak menunjukkan tanda rusak.
Oleh karena itu, ketika memahami batas toleransi makanan kedaluwarsa, ada kemungkinan tubuh tidak mengalami reaksi apa pun setelah makanan tersebut dikonsumsi. Biasanya, jika rasa atau aromanya sudah berubah, tubuh secara alami memberi sinyal agar kita tidak melanjutkan mengonsumsinya.
Bunda, itulah penjelasan mengenai batas toleransi makanan kedaluwarsa serta risiko yang bisa terjadi pada tubuh jika tanpa sengaja terlanjur mengonsumsinya. Dengan memahami informasi ini, semoga Bunda dapat lebih bijak memeriksa kondisi makanan sebelum dikonsumsi demi menjaga kesehatan keluarga.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Alasan Handuk Harus Sering Dicuci, Bisa Menyebabkan Infeksi hingga Sakit
Mom's Life
8 Penyebab Perut Sakit Setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya
Mom's Life
Tanda Ajal Sudah Dekat Menurut Seorang Ahli Medis
Mom's Life
Bunda Perlu Tahu, Ini 4 Jenis Minuman yang Ancam Kesehatan Ginjal
Mom's Life
7 Alasan Mengapa Gula Tidak Baik Bagi Tubuh Bunda, Salah Satunya Memicu Depresi
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Becky Tumewu Usai Operasi Mata Akibat Retina Lepas
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ternyata Ini Bahaya Menyimpan Telur di Kulkas
Begini Cara Membaca Label Makanan Olahan untuk Cegah Obesitas, Awas Salah Pilih Bun!
10 Makanan yang Masih Aman Dikonsumsi Meski Lewat Tanggal Kadaluwarsa