HaiBunda

MOM'S LIFE

9 Kebiasaan Orang yang Memiliki Sifat Pemarah Menurut Studi Psikologi

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Kamis, 02 Apr 2026 16:00 WIB
Ilustrasi kebiasaan orang pemarah/Foto: Getty Images/iStockphoto/champja
Jakarta -

Pernahkah Bunda merasakan ada orang yang mudah tersulut emosi dan amarah, bahkan oleh hal-hal kecil sekalipun? Tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah yang sering muncul dalam keseharian dalam hidupnya.

Dalam dunia psikologi, sifat pemarah ternyata tidak hanya dipicu oleh situasi tertentu saja. Dilansir dari laman Your Tango, terdapat sejumlah penelitian yang menemukan bahwa kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah sering terbentuk dari pola pikir, respons, dan perilaku yang terus berulang.

Sebuah studi dari Journal of Medicine and Life pada tahun 2010 yang dilakukan oleh Carol Davila dengan judul Anger and health risk behaviors membuktikan bahwa kemarahan dapat menyebabkan berbagai risiko kesehatan yang signifikan. Tanda dan gejala-gejalanya dapat dilihat dari kebiaasan orang yang memiliki sifat pemarah.


Lantas, apa saja kebiasaan orang yang memilki sifat pemarah?

Kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah

Dilansir dari YourTango, berikut ini sembilan kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah dan didukung oleh sejumlah penelitian psikologi terpercaya:

1. Orang pemarah memiliki respons melawan atau lari dari suatu hal

Salah satu kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah adalah sering menunjukkan respons melawan atau lari ketika menghadapi situasi yang bisa memicu emosi mereka. Saat kemarahan muncul, tubuh biasanya langsung bereaksi dengan peningkatan detak jantung dan tekanan darah akibat pelepasan adrenalin.

Perubahan ini terjadi karena otak merespons rangsangan emosional dengan menyiapkan tubuh untuk menghadapi atau menghindari situasi tersebut.

Mengenai dampak jangka panjangnya, Studi pada tahun 2014 yang dilakukan oleh Sarah B. Lupis dan timnya dengan judul Anger responses to psychosocial stress predict heart rate and cortisol stress responses in men but not women menjelaskan bahwa kemarahan yang terjadi terus-menerus dapat mengganggu fungsi pembuluh darah dan berisiko menyebabkan pengerasan arteri.

2. Merasa tegang sepanjang waktu

Kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah sering terlihat dari tubuh yang terasa tegang hampir setiap saat. Ketika emosi meningkat, adrenalin akan membuat otot otomatis mengencang sehingga tubuh selalu berada dalam kondisi siap bereaksi.

Penelitian yang sama dilakukan oleh Sarah B. Lupis dan tim juga menunjukkan bahwa hormon stres dari kelenjar adrenal dapat mengalihkan aliran darah ke otot sebagai respons terhadap ancaman. Meski awalnya merupakan  mekanisme bertahan hidup, kondisi ini bisa memicu ketegangan berkepanjangan jika kemarahan terus muncul tanpa pengendalian.

3. Mengalami kecemasan kronis

Kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah sering kali juga berkaitan dengan kecemasan kronis yang membuat seseorang terus merasa tegang. Kondisi ini muncul karena mereka berusaha menahan atau mengendalikan amarah, tetapi tidak sepenuhnya berhasil.

Ketika kecemasan kronis membuat otak salah menilai situasi sebagai ancaman, tubuh akan memicu reaksi fisiologis. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Justine S. Thompson dan Norman B. Schmidt pada tahun 2021 dengan judul The role of anxiety sensitivity in anger symptomatology: Results from a randomized controlled trial menemukan bahwa respons ini merupakan bentuk reaksi defensif ketika tubuh bersiap menghadapi bahaya, yang bisa muncul sebagai kemarahan atau perilaku agresif.

Kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah bisa terlihat dari reaksi mereka yang cenderung cepat terhadap situasi tertentu. Oleh karena itu, penting untuk berhenti sejenak saat emosi muncul, lalu memahami penyebabnya dan menyampaikan perasaan secara lebih tenang.

4. Lebih merasa kewalahan

Kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah selanjutnya dapat diketahui jika perasaan seseorang mudah kewalahan dalam menghadapi berbagai situasi. Emosi yang terus menumpuk di dalam diri membuat mereka kesulitan untuk menenangkan pikiran saat masalah datang.

Ketika kemarahan, ketakutan, atau stres terus muncul, tubuh bisa berada dalam kondisi siaga yang berkepanjangan. Keadaan seperti ini membuat seseorang akan semakin sulit mengelola tuntutan hidup dan akhirnya merasa terbebani.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Sarah N. Garfinkel, dkk, pada tahun 2015 dengan judul Anger in brain and body: the neural and physiological perturbation of decision-making by emotion menunjukkan bahwa respons tubuh terhadap kemarahan yang berlangsung lama dapat melampaui kemampuan tubuh untuk menyeimbangkan diri. Akibatnya, kondisi siaga yang terus-menerus membuat seseorang sulit kembali tenang dan perasaan kewalahan pun terus berulang.

5. Suka menyalahkan orang lain

Kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah juga bisa diketahui dari kecenderungan menyalahkan orang lain ketika terjadi masalah. Mereka sulit menerima kesalahan diri sendiri dan lebih memilih mengarahkan kemarahan pada orang di sekitarnya.

Penelitian pada yang dilakukan oleh Jacobus F. Hazebroek, Kevin Howells, dan Andrew Day pada tahun 2001 dengan judul Cognitive appraisals associated with high trait anger menunjukkan bahwa orang dengan kemampuan pengaturan emosi yang baik yang buruk lebih cenderung menyalahkan orang lain saat merasakan amarah. Sikap ini membuat mereka merasa lebih benar, sekaligus menghindari rasa bersalah atau malu atas situasi yang sebenarnya juga melibatkan dirinya sendiri.

6. Suka merusak barang-barang

Kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah lainnya juga bisa terlihat dari cara mereka meluapkan emosi secara fisik. Saat amarah mereka memuncak dan sulit dikendalikan, sebagian orang bahkan melampiaskannya dengan cara merusak barang-barang di sekitar mereka.

Perilaku ini sebenarnya bukan cara sehat untuk meredakan amarah dan emosi, justru menjadi sinyal negatif bagi orang lain di sekitarnya. Seorang hipnoterapis klinis dan pelatih kehidupan spiritual, Keya Murthy, menyarankan metode sederhana untuk mengendalikan amarah, yakni dengan menghitung dari satu hingga sepuluh dengan napas yang rileks agar emosi perlahan mereda dan pikiran kembali tenang.

7. Amarah mereka bisa meledak kapan saja

Kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah sering terlihat dari emosi yang dapat meledak secara tiba-tiba tanpa peringatan. Mereka kerap merasa tersulut emosi oleh banyak hal, bahkan oleh situasi kecil yang sebenarnya tidak terlalu penting.

Akibatnya, perasaan marah itu membuat mereka mudah membenci banyak hal dan sulit merasa tenang. Murthy menyarankan saat amarah mulai muncul untuk coba berdiri, menggerakkan tubuh, lalu minum air putih agar pikiran bisa menjadi lebih tenang.

8. Selalu merasa bersalah

Kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah sering kali diikuti dengan perasaan bersalah setelah emosi mereka meledak-ledak. Mereka kerap menyesali cara bereaksi saat marah atau setelah mengalami ledakan emosi.

Kebiasaan ini juga menunjukkan bahwa banyak dari mereka sebenarnya tidak berniat menyakiti orang lain. Namun ketika hal itu terjadi, rasa bersalah muncul dan dapat berubah menjadi kemarahan yang terpendam.

9. Mudah dipicu oleh hal-hal kecil

Salah satu kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah adalah mudah tersulut emosi oleh hal-hal kecil yang sebenarnya sepele. Situasi kecil seperti telepon yang tidak diangkat atau kejadian kecil yang tidak nyaman bisa langsung memicu kemarahan. 

Reaksi yang terlalu besar terhadap masalah kecil sering membuat seseorang cepat merasa tersinggung. Kondisi ini juga bisa menguras energi emosional dan membuat suasana hati semakin tidak stabil.

Bunda, itulah beberapa kebiasaan orang yang memiliki sifat pemarah dan sering muncul dalam kehidupan sehari-hari menurut studi psikologi. Menurut Murthy, tidak ada anak yang terlahir sebagai pribadi pemarah karena sifat ini terbentuk seiring waktu. Dengan mengenal tanda-tandanya, semoga Bunda bisa lebih bijak dalam mengelola emosi dan menjaga hubungan tetap harmonis dengan orang sekitar, terutama dengan orang yang mudah marah.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Kebiasaan Orang Kurang Menarik yang Terbentuk Sejak Kecil

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Dinda Hauw Pulang ke Kampung Halaman Rey Mbayang, Jalani Hidup Sederhana di Rumah Kebun

Mom's Life Nadhifa Fitrina

9 Kebiasaan Orang yang Memiliki Sifat Pemarah Menurut Studi Psikologi

Mom's Life Natasha Ardiah

Enam Minggu Sebelum Harry Lahir, Putri Diana Sebut Ini Masa Paling Dekat dengan Raja Charles

Kehamilan Annisa Karnesyia

Dian Sastro hingga Anji, 5 Artis Indonesia dengan Anak Penyandang Autisme

Parenting Angella Delvie Mayninetha & Muhammad Prima Fadhilah

Cara Tepat Hadapi Pubertas Anak

Parenting Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Selebgram Meyden Gelar Gender Reveal Kehamilan Pertama yang Sederhana, Bakal Dikaruniai Anak Perempuan

11 Ciri-ciri Merkurius, Planet Terkecil di Tata Surya Terdekat dengan Matahari untuk Diajarkan ke Anak

Potret Dinda Hauw Pulang ke Kampung Halaman Rey Mbayang, Jalani Hidup Sederhana di Rumah Kebun

Cara Tepat Hadapi Pubertas Anak

5 Resep Soto Ayam Kuning Spesial, Kuahnya Segar dan Gurih

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK