HaiBunda

MOM'S LIFE

Boy Kibble, Tren Pola Makan Simpel Kaya Protein yang Viral di Kalangan Anak Muda

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 02 Apr 2026 13:37 WIB
Boy Kibble, Tren Pola Makan Simpel Kaya Protein yang Viral di Kalangan Anak Muda/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Wiphop Sathawirawong
Jakarta -

Pola makan simpel kini menjadi pilihan banyak anak muda untuk memenuhi nutrisinya. Salah satu yang belakangan sedang tren adalah pola makan Boy Kibble, Bunda.

Tren makan ini berfokus pada konsumsi daging sapi giling dan nasi. Menurut klaimnya, satu mangkuk makanan mengandung menu Boy Kibble mengandung sekitar 20 hingga 40 gram (gr) protein.

Lantas, apa kelebihan dan kekurangan pola makan Boy Kibble untuk kesehatan?


Mengenal pola makan Boy Kibble

Pola makan Boy Kibble sangat populer di kalangan laki-laki muda dan mereka yang ingin membentuk otot. Pola makan ini disebut mengandung protein tinggi, yang berarti dapat membantu mendukung pemeliharaan dan pertumbuhan otot.

Dilansir laman Very Well Health, bentuk paling dasar dari pola makan ini adalah semangkuk nasi yang diberi topping daging giling tanpa bumbu, seperti daging kalkun, ayam, atau sapi. Untuk menambah nutrisi dan rasa, beberapa resep menyarankan untuk mencampurkannya dengan telur, alpukat, keju, kacang-kacangan, atau sayuran.

Banyak penggemar Boy Kibble mengatakan bahwa makanan di diet ini merupakan cara yang efisien untuk mendapatkan protein, yakni makronutrien penting untuk membangun dan memperbaiki otot, melawan infeksi, dan mengangkut nutrisi ke seluruh tubuh. Jumlah protein yang didapat dari satu porsi Boy Kibble akan tergantung dari cara penyajiannya.

"Mengonsumsi sumber protein di setiap makan membantu kita memenuhi kebutuhan harian. Secara umum, menargetkan 20-30 gram protein per makan adalah hal yang wajar," kata ahli diet terdaftar di The Ohio State Wexner Medical Center, Eric Colombo, RDN, LD.

Pola makan Boy Kibble menurut pakar kesehatan

Dua bahan utama dalam pola makan Boy Kibble adalah nasi putih dan daging cincang. Perlu diketahui, daging cincang merupakan sumber protein dan lemak, yang juga mengandung zat besi, seng, fosfor, kalium, selenium, dan beberapa jenis vitamin B. Sedangkan nasi putih merupakan sumber karbohidrat, namun rendah nutrisi lainnya.

Menurut ahli diet terdaftar dan pemilik Keatley Medical Nutrition Therapy, Scott Keatley, pola makan Boy Kibble bisa menjadi pilihan makanan yang cukup bergizi jika menyeimbangkan asupan protein, lemak, karbohidrat, dan serat.

"Ketika komponen-komponen tersebut hadir dalam jumlah yang tepat, makanan tersebut dapat mendukung kebutuhan kesehatan dasar, tingkat energi, dan tuntutan pelatihan (aktivitas fisik)," ungkapnya, dikutip dari The Guardian.

Hal yang sama juga diungkap ahli gizi Megan Wroe, MS, RD, CNE. Wroe mengatakan bahwa pola makan ini bisa menjanjikan bila dilengkapi dengan sumber nutrisi lainnya.

"Seperti tren makanan lainnya, kuncinya adalah bagaimana cara penyajiannya. Boy Kibble bisa menjadi makanan bergizi dan berkelanjutan, tetapi perlu menyertakan sayuran dan sumber daging berkualitas untuk mencapai hal tersebut," ujar Wroe.

"Tanpa sayuran, semangkuk daging dan nasi putih mungkin hanya mengandung terlalu banyak lemak jenuh dan tidak cukup serat, vitamin, dan mineral."

Di luar sisi kesehatan, pola makan Boy Kibble dianggap simpel sehingga cocok untuk orang yang sibuk. Bunda bisa menyiapkan pola makan ini dengan cepat tanpa perlu menambahkan bumbu lagi.

Kekurangan pola makan Boy Kibble

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Body Image tahun 2023 menunjukkan bahwa, teman sebaya dan media dapat berkontribusi pada ketidakpuasan terhadap tubuh serta gangguan makan dan pola aktivitas. Ini termasuk perilaku yang berfokus pada pembentukan otot.

Ketika pembentukan otot dimotivasi oleh penampilan dan kesesuaian dengan standar tubuh ideal, hal itu lebih cenderung mengarah pada perilaku berisiko seperti pembatasan makan atau olahraga berlebihan. Hal ini berbeda dengan mereka yang mengubah perilaku dengan motivasi peningkatan kesehatan, umur panjang, dan kekuatan.

Dari perspektif nutrisi, terlalu fokus pada satu nutrisi tunggal, termasuk meningkatkan asupan protein, dapat menyebabkan pola makan yang tidak seimbang, dan mengabaikan nutrisi penting lainnya.

"Mengonsumsi makanan yang sama setiap hari dapat memicu kekhawatiran tentang apa yang terjadi jika kita menyimpang dari menu makro yang telah dihitung dengan sempurna," kata ahli diet Abbey Sharp.

Bila ingin menerapkan pola makan Boy Kibble, Bunda sebaiknya berkonsultasi dulu ke dokter ya. Pastikan makanan yang dikonsumsi memang memenuhi kebutuhan kalori dan nutrisi Bunda. Semoga informasi ini bermanfaat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Dari Serat hingga Skyr, Ini 7 Tren Makanan Sehat di 2026

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Dian Sastro hingga Anji, 5 Artis Indonesia dengan Anak Penyandang Autisme

Parenting Angella Delvie Mayninetha & Muhammad Prima Fadhilah

9 Kebiasaan Orang yang Memiliki Sifat Pemarah Menurut Studi Psikologi

Mom's Life Natasha Ardiah

Golongan Darah Ini Berisiko Tinggi Alami Stroke Sebelum Usia 60 Tahun, Simak Faktanya!

Mom's Life Natasha Ardiah

Golongan Darah Ini Berisiko Tinggi Terkena Stroke Dini Menurut Studi Terbaru

Mom's Life Annisa Karnesyia

Jennifer Coppen & Justin Hubner Bagikan Foto Prewed Jelang Nikah, Berbalut Busana Jawa

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Enam Minggu Sebelum Harry Lahir, Putri Diana Sebut Ini Masa Paling Dekat dengan Raja Charles

9 Kebiasaan Orang yang Memiliki Sifat Pemarah Menurut Studi Psikologi

Bayi Prematur Rentan Mengalami Gangguan Jantung, Kenali Tanda hingga Perawatan yang Tepat

Golongan Darah Ini Berisiko Tinggi Terkena Stroke Dini Menurut Studi Terbaru

Dian Sastro hingga Anji, 5 Artis Indonesia dengan Anak Penyandang Autisme

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK